Loading...
Ekonomi

Survei “Global Finance” Menobatkan Bank Swasta Ini sebagai Bank Teraman di Indonesia

Share the knowledge

 

(gambar dari: YouTube)

(gambar dari: YouTube)

Majalah keuangan bulanan, Global Finance, melakukan survei eksklusif untuk terbitan November 2019 yang menobatkan sejumlah bank di kawasan ASEAN sebagai teraman di negaranya masing-masing. Riset S&P sebelumnya menyebutkan, rasio kecukupan modal perbankan Indonesia berada di atas negara ASEAN lainnya bahkan Cina dan India.

Global Finance telah menobatkan Bank Central Asia (BCA) sebagai bank teraman di Indonesia. Majalan bulanan berbahasa Inggris ini juga menetapkan tiga bank lainnya di Asia Tenggara yang mewakili bank teraman sesuai negaranya masing-masing yakni DBS (Singapura), Maybank (Malaysia), dan Bank Islam Brunei Darussalam.

Global Finance merilis daftar bank dengan tingkat keamanan tertinggi ini pada 17 September lalu di New York, Amerika Serikat (AS). “Kami menyusun daftar ini bagi eksekutif finansial perusahaan (corporate financial executives) untuk dapat menemukan mitra terbaik mengelola keuangan di masing-masing negara,” tutur Joseph D. Giarraputo, Direktur Editorial dan Publikasi Global Finance, dalam siaran persnya.

Giarraputo juga mengatakan, daftar bank teraman berdasarkan negara ini juga akan memberikan wawasan tentang lembaga keuangan yang jarang menjadi berita utama global tetapi dapat menawarkan pengetahuan dan jaringan lokal yang mendalam.

Bank-bank ini dipilih melalui evaluasi peringkat mata uang asing jangka panjang dari Moody’s, Standard & Poor’s dan Fitch Ratings. Selain itu, Global Finance juga menetapkan mereka berdasarkan total aset dari 1.000 bank terbesar di seluruh dunia.

Postcomended   Go-Jek Mulai Main di Bisnis Media #suruhgoogleaja

Global Finance adalah majalah keuangan bulanan berbahasa Inggris yang didirikan antara lain oleh Giarraputo. Didirikan pada 1987, majalah ini berbasis di Manhattan, New York, AS.

CAR Bank Indonesia Tinggi Dibanding Negara ASEAN Lain

Salah satu yang menjadi indikasi suatu bank sehat adalah rasio kecukupan modalnya alias capital adequacy ratio (CAR) bank yang bersangkutan. CAR misalnya akan menentukan apakah bank masih dapat memenuhi kewajiban likuiditasnya dalam kondisi “rush”, seperti yang pernah terjadi saat krisis moneter 1998.

Dalam laporannya Juni lalu Kompas menyebutkan, CAR perbankan di Tanah Air terus membesar. Per akhir 2018 lalu, rata-rata CAR perbankan secara industri sudah menembus 23,32 persen. Posisi ini terus naik, hingga per April 2019 lalu CAR menjadi 23,47 persen.

Postcomended   Terseok-seok Digempur Persaingan, Bayer Berencana Menjual Dr Scholl

Bila dibandingkan dengan negara tetangga di wilayah Asia Tenggara, CAR bank di Indonesia paling tinggi. Riset Standard & Poor’s (S&P) menunjukkan negara ASEAN seperti Thailand, Filipina, Singapura, dan Malaysia hanya memiliki CAR di kisaran 13,6 persen-15,8 persen saja. Bahkan CAR di Cina dan India jauh lebih rendah yakni masing-masing 11 persen dan 10,8 persen per akhir 2018 lalu.

Kepala Riset Buana Capital, Suria Dharma, mengatakan, semakin tinggi CAR perbankan maka akan semakin baik, karena bank dengan CAR tinggi akan memiliki kapasitas lebih besar untuk meminimalisasi risiko sekaligus lebih mampu melakukan ekspansi.

Juli lalu, dalam siaran persnya pihak BCA menyatakan bahwa CAR bank ini mencapai 23,6%. Selain itu, BCA juga menyebutkan indicator kesehatan lainnya yakni rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) yang berada di level sehat yakni 79,0%.

BCA juga mengungkapkan rasio kredit bermasalah (NPL/non performing loab) berada pada level yang dapat ditoleransi sebesar 1,4%; rasio cadangan terhadap kredit bermasalah (loan loss coverage) berada pada level yang memadai sebesar 183,7%, serta rasio pengembalian terhadap aset (ROA) sebesar 3,7%.***

Postcomended   422 Pesawat Rute Internasional Landing di Manado
Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top