Internasional

Survei: Rasisme di AS Kian Parah Sejak Presiden Donald Trump Berkuasa

Share the knowledge

Ujaran rasisme di AS, antara lain digerakan organisasi rasis purba AS, Ku Klux Klan alias KKK (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=Evd2arVZ5yw)

Ujaran rasisme di AS, antara lain digerakan organisasi rasis purba AS, Ku Klux Klan alias KKK (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=Evd2arVZ5yw)

Sebuah survei baru oleh Pew Research Center non-partisan mengungkapkan, hampir enam dari 10 orang Amerika percaya bahwa hubungan ras di negara itu buruk, dan 56% berpikir  Donald Trump telah memperburuknya. Sejumlah ahli dan tokoh masyarakat setuju.

Studi yang dirilis Selasa (9/4/2019), mendukung keyakinan kritikus bahwa sikap Presiden AS, Donald Trump, pada masalah ras –apakah itu keengganannya untuk mengutuk demonstran di reli supremasi kulit putih yang mematikan di Charlottesville, Virginia, atau retorikanya yang diwarnai pernyataan diskriminatif– telah memperkuat fanatisme dan membuat hidup lebih sulit untuk non-kulit putih.

Sekitar dua pertiga dari responden mengatakan, sekarang lebih umum bagi mereka yang berpandangan rasis atau tidak sensitif rasial untuk mengekspresikannya dibanding sebelum Trump terpilih. Bahkan 45% mengatakan (sikap rasis ini) sudah menjadi lebih dianggap wajar untuk melakukannya.

Terri Jett, profesor ilmu politik di Butler University di Indianapolis membenarkan. “Ini dapat diprediksi berdasarkan tenor dan iklim negara yang dapat dirasakan semua orang. Tidak ada yang mengejutkan, terutama apa yang mereka katakan tentang pengaruh Presiden Trump di bagian rasial.”

Jett, yang adalah orang Afrika-Amerika, mengatakan bahwa topik ini telah banyak dibahas di antara sesama akademisi dan di lingkungan social. Ini telah mendorong orang untuk lebih memperhatikan lingkungan sekitarnya, terutama ketika bepergian ke kota-kota lain yang belum dikenal.

Dalam percakapan baru-baru ini dengan penyelenggara biro pembicara yang dia ikuti, Jett mengambil langkah langka untuk menanyakan keamanan. “Perjalanan saya sehari-hari membuat saya sangat sadar akan ketegangan rasial yang ada, yang banyak berpusat di sekitar hal-hal yang terjadi di tingkat nasional sesuai arahan presiden,” kata Jett.

Postcomended   Penelitian: Youtube Berperan Meyakinkan Sejumlah Orang bahwa Bumi Datar

Survei Pew, berdasarkan sampel yang representatif secara nasional dari 6.637 orang dewasa, dilakukan secara online pada 22 Januari hingga 5 Februari 2019, dalam bahasa Inggris dan Spanyol.

Sementara Jett mengatakan jajak pendapat setidaknya meningkatkan kesadaran akan perbedaan rasial, yang  mengungkapkan keraguan di kalangan kulit hitam tentang kemungkinan mereka akan mencapai hak yang sama dengan orang kulit putih di mana 50% menganggapnya tidak mungkin.

Penelitian ini juga menunjukkan mayoritas orang kulit hitam (76%), Asia (75%), dan Hispanik (58%) percaya bahwa mereka telah mengalami diskriminasi atau diperlakukan tidak adil karena ras atau etnis mereka. Hanya 33% orang kulit putih mengatakan mereka juga mengalaminya.

Kenneth Nunn, seorang profesor hukum dan pakar hubungan ras di University of Florida, memperhatikan perasaan sedih di antara responden yang tidak berkulit putih.

“Menurut saya sepertinya ada tingkat pesimisme yang besar dalam hal kemampuan orang-orang dari kelompok minoritas dapat mengklaim bagian dari mimpi Amerika hari ini,” kata Nunn. “Orang-orang ini frustrasi. Mereka tidak berpikir negara itu adil. Jadi, akan menarik untuk melihat apakah akan ada tanggapan politik atau sosial terhadap persepsi itu.”

Postcomended   AS Jatuhkan Sanksi Baru; Menuduh Negara Ini Berupaya Menipu PBB

Nunn percaya Trump telah menyatakan rasisme dalam istilah yang sangat gambling; dia tidak berusaha menyembunyikannya sama sekali, dan dia mengatakan semua studi yang dia lihat menunjukkan insiden ras meningkat atas sebab itu. Tetapi Nunn tidak siap mengatakan negara secara keseluruhan telah mundur ketika bicata tentang hubungan ras.

Respondeng berkulit hitam (71%) memiliki pandangan yang lebih negatif tentang kondisi hubungan saat ini daripada kaum Hispanik (60%) atau kulit putih (56%). Selain itu, 59% persen dari mereka yang disurvei mengatakan bahwa kulit putih membantu dalam mencapai kemajuan di AS, dengan setidaknya 56% dari keempat kelompok etnis utama mengatakan hal yang sama.

Itu membantu menjelaskan mengapa begitu sedikit orang dewasa kulit putih yang disurvei mengatakan bahwa kerabat mereka berbicara kepada mereka saat tumbuh dewasa, tentang tantangan yang mungkin mereka hadapi karena ras mereka, dengan hanya 9% yang menunjukkan hal itu.

Sebaliknya, 64% orang Afrika-Amerika mendengar “ceramah” dari keluarga mereka, bersama dengan 42% orang Asia dan 35% orang Hispanik. Perbedaan itu mengguncang Les Simmons, pendeta di satu gereja multietnis di California; Pusat Kristen Sacramento Selatan.

“Yang mengejutkan saya adalah bahwa 91 persen orang kulit putih tidak pernah harus berbicara tentang ras dan budaya dengan cara yang berhubungan dengan mereka yang terhalang oleh ras mereka,” kata Simmons. “Itu angka yang sangat besar yang mengatakan mereka tidak memiliki masalah yang sama dengan orang kulit hitam.”

Postcomended   Dicekik, Dimutilasi, namun Keberadaan Tubuhnya Tetap Misteri

Simmons telah terlibat dalam kegiatan untuk mengingat Stephon Clark, pria kulit hitam tak bersenjata yang ditembak oleh polisi Sacramento selama seruan perusakan pada bulan Maret 2018, dan dalam dorongan hukum untuk meningkatkan standar hukum untuk penggunaan kekuatan mematikan yang dapat dibenarkan oleh polisi.

Daripada terlibat dalam lebih banyak konfrontasi dengan agen-agen penegakan hukum, yang dia yakini telah “diradang” oleh Trump yang naik ke tampuk kekuasaan, Simmons mengatakan komunitas kulit berwarna perlu memobilisasi dan membuat suara mereka didengar untuk menghindari tertinggal.

“Kita tidak harus menerima narasi bahwa memang seperti itu adanya,” katanya. “Dan kita akan memiliki imajinasi yang cukup besar untuk mengubah banyak hal dan menerapkan tekanan politik dan tekanan suara.”***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top