Internasional

Survei: Satu dari 10 Peneliti “Diundang Minum Teh” oleh Polisi Cina

Share the knowledge

Daratan Cina (v3.co.uk)

Daratan Cina (v3.co.uk)

Sekitar 10 persen ilmuwan sosial di luar negeri selama penelitian di Cina, dilaporkan telah ditekan oleh pihak berwenang untuk tidak menyelidiki isu-isu sensitif selama satu dekade terakhir, menurut laporan yang ditulis dua akademisi yang berbasis di AS. Ke-10 persen peneliti ini disebut telah “diundang untuk minum teh” oleh pihak berwenang.

Para penulis, seperti dilaporkan laman SCMP, mensurvei lebih dari 560 peneliti Cina yang bekerja untuk institusi di berbagai negara dan wilayah, dan menemukan bahwa satu dari 10 responden telah “diundang untuk minum teh” dengan polisi Cina atau petugas keamanan untuk mendiskusikan atau memperingatkan tentang area studi mereka di 10 tahun terakhir.

“Pengalaman riset represif semacam itu adalah fenomena yang jarang tetapi nyata, dan secara kolektif menghadirkan penghalang bagi pelaksanaan penelitian di Cina,” kata laporan itu yang dilansir SCMP. Selain itu, sekitar seperempat responden yang terlibat dalam penelitian arsip melaporkan ditolak akses ke dokumen, dan 5 persen melaporkan kesulitan mendapatkan visa.

Postcomended   Selebgram AS Ditipu Scammer Mentah-mentah, Sempat Tiba di Jakarta untuk Suatu Proyek Fiktif

Survei ini menawarkan data sistematis pertama pada frekuensi di mana para akademisi Cina menghadapi tindakan represif oleh pemerintah Cina, menurut penulis laporan itu, Sheena Chestnut Greitens, asisten profesor ilmu politik di Universitas Missouri, dan Rory Truex, asisten profesor politik dan hubungan internasional di Universitas Princeton, keduanya di Amerika Serikat (AS).

Survei ini diungkap di tengah kekhawatiran bahwa pihak berwenang Cina mencoba meredam kritik Cina di kalangan akademisi di dalam dan luar negeri. Akhir tahun lalu Cambridge University Press (CUP) tunduk pada tekanan dari pihak berwenang Cina dan memblokir akses online di daratan ini ke lebih dari 300 artikel dan ulasan buku yang diterbitkan di The China Quarterly, salah satu jurnal terkemuka pada studi Cina. CUP membalik keputusan setelah tekanan dari komunitas akademis global.

Otoritas Cina juga memperketat cengkeraman mereka di kampus-kampus domestik, mendeklarasikan perang melawan “gagasan salah”. Steve Tsang, direktur SOAS China Institute di Universitas London, mengatakan, hasil survei itu tidak mengejutkan dan dapat merusak pemerintahan China.

Postcomended   Studi yang Disponsori Harley Davidson: Bersepeda Motor Kurangi Stres dan Tingkatkan Kewaspadaan

“Tapi penelitian ini memberikan dasar statistik pada sesuatu yang diketahui orang secara anekdot,” kata Tsang. “Dengan membatasi kebebasan akademik dan secara efektif menghalangi penelitian oleh para sarjana independen mengenai topik-topik sensitif, pemerintah Cina (telah) mengurangi ruang lingkupnya untuk peluang menghindari kesalahan kebijakan besar,” tabah Tsang.

Dia mengatakan penindasan juga akan mempengaruhi kebijakan pemerintah lainnya. “Jika para sarjana independen menghindari penelitian mengenai topik-topik tertentu, itu mengurangi pemahaman pemerintah terhadap situasi Cina dan kemungkinan akan menghasilkan kebijakan yang buruk,” katanya.

Survei menemukan bahwa para peneliti yang bekerja pada lembaga-lembaga hak asasi manusia, Tibet, Taiwan, politik elit, dan periode Mao, lebih cenderung “masuk daftar hitam” dari perjalanan ke Cina.

Dari sampel 562 orang peneliti, 12 orang yang menyelidiki daerah-daerah mengatakan bahwa mereka telah dilarang dari wilayah negara ini pada suatu titik dalam 10 tahun terakhir. Dua persen lainnya melaporkan, komputer atau materi miliknya disita selama penelitian lapangan.

Postcomended   Pria 81 Tahun yang Cekik "Istrinya" yang Sakit Hingga Tewas, Dibebaskan

Peneliti lainnya lagi mengatakan catatan mereka telah disita sementara dan ditinjau oleh arsiparis, pejabat, atau polisi. Para responden juga mengatakan bahwa majikan mereka memberi mereka sedikit dukungan dalam berurusan dengan pihak berwenang Cina.***

 

https://www.scmp.com/news/china/politics/article/2162950/overseas-social-scientists-face-real-repression-during-research


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top