(sumber foto ilustrasi: https://globalnews.ca/news/4190865/canadian-emergency-alert-system-test-phone/)

Dengan bermodalkan smartphone, seorang buzzer yang dibayar Rp 4 juta sebulan sampai Rp 20 juta sekali ngetweet, bias bekerja dimana saja, meskipun “berkantor” di rumah mewah. (sumber foto ilustrasi: https://globalnews.ca/news/4190865/canadian-emergency-alert-system-test-phone/)


Media sosial (medsos) telah melahirkan “profesi” baru: buzzer. Sesuai namanya yang berasal dari bahasa Inggris, buzz, “berdengung”, para buzzer –yang identik dengan pemilik akun bodong di medsos– ini akan mendengungkan misi yang diperintahkan sang boss di medsos, tak terkecuali misi politik suatu kelompok. Seorang anggota dari selusin lebih buzzer yang mendapat “orderan”, diberitahu bahwa misi yang diberikan padanya adalah “perang”, dengan bayaran Rp 4 juta sebulan, bahkan Rp 20 juta sekali tweet.
… Read More