Cina dan Taiwan Memanas: Taipei Galang Dukungan Internasional, Beijing Siapkan Pertempuran

Internasional
Share the knowledge

Cina vs Taiwan (gambar dari: http://www.atimes.com/article/why-china-and-taiwan-agree-on-the-south-china-sea/)
Cina vs Taiwan (gambar dari: atimes.com)

Presiden Cina, Xi Jinping, Jumat (4/1/2019) memerintahkan tentaranya, Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), untuk mempersiapkan pertempuran. Ini diumumkan Xi menanggapi sikap Presiden Taiwan, Tsai Ing-Wen, yang menyerukan dukungan internasional terkait ancaman penyatuan dari Cina daratan.

Komentar Xi ini disampaikan selama pertemuan dengan para pejabat tinggi dari Komisi Militer Pusat (CMC). Dia mengatakan bahwa Cina harus mempersiapkan perjuangan militer yang komprehensif dari titik awal yang baru. “Persiapan untuk perang dan pertempuran harus diperdalam untuk memastikan respons yang efisien pada saat darurat,” kata Xi, dilansir Newsweek.

Komentar itu muncul hanya beberapa hari setelah Xi menyatakan bahwa Taiwan benar-benar bagian dari Cina, mendorong penyatuan kedua wilayah, dan memberikan hak untuk menggunakan kekuatan (militer) untuk membawa pulau itu kembali di bawah kendali (Cina) daratan.

Postcomended   Perjanjian dengan Swiss Dapat Bongkar Identitas Koruptor yang Telah Ada di Kantong Presiden

Tsai mengutuk komentar Xi dan menolak proposal “satu negara, dua sistem”-nya Xi. Kepada wartawan di Taipein Tsai mengatakan, “Kami berharap bahwa masyarakat internasional menganggapnya serius dan dapat menyuarakan dukungan dan membantu kami.”

Maret lalu, Xi Jinping menggemakan sentimen yang sama di Kongres Rakyat Nasional, di mana dia memperingatkan Taiwan bahwa mereka yang ingin memecah Cina akan “ditakdirkan untuk gagal” dan akan mengalami “hukuman sejarah.”

Taiwan menjadi pulau yang diperintah sendiri pada 1949 setelah perang saudara berdarah, meskipun masih secara resmi dianggap sebagai Republik Cina. Para pemimpin Cina telah menempatkan kembali kendali atas provinsi yang tidak patuh itu dalam agenda sejak berdirinya Republik Rakyat sekitar 70 tahun yang lalu.

Namun, Taipei tidak menunjukkan minat untuk diperintah oleh Partai Komunis yang berkuasa di Beijing. Permusuhan Cina terhadap pulau itu telah menguat sejak Tsai dan Partai Progresif Demokratik pro-kemerdekaan menang dalam pemilihan presiden 2016. Cina daratan tidak pernah meninggalkan penggunaan kekuatan untuk membawa Taiwan di bawah kendalinya.

Postcomended   28 November dalam Sejarah: Lee Kuan Yew Mengundurkan diri Sebagai Perdana Menteri Singapura

Meskipun ada kekhawatiran akan invasi, diperburuk oleh latihan tempur di dekat Taiwan, direktur SOAS University of London, London Institute, dan ilmuwan politik Steve Tsang mengatakan kepada Newsweek tahun lalu bahwa PLA tidak mungkin melancarkan serangan militer kecuali ada kesepakatan dengan administrasi Presiden AS, Donald Trump, untuk mencegah campur tangan AS.

“Cina tidak memiliki kemampuan untuk melakukannya dalam lima tahun ke depan. Jika mereka melakukannya, invasi dapat kehilangan sebagian besar garis depan mereka, peralatan canggih, dan pasukan,” kata Tsang.***


Share the knowledge

Leave a Reply