Internasional

Taiwan Mengolok-olok Rumor Cina Larang Film Winnie the Pooh

Olok-olok yang mengaitkan kemiripan Xi Jinping dengan Winnie the Pooh (foto: SCMP)

Pemerintah Taiwan mengejek Beijing karena rumor bahwa film baru yang menampilkan Winnie the Pooh (“Christopher Robin”) telah dilarang di Cina daratan. Ini mengacu pada adanya lelucon perbandingan antara karakter kartun beruang madu ini dengan Presiden Cina, Xi Jinping. Hubungan Cina daratan dengan Taiwan selama ini tidak akur, pasalnya Taiwan merasa telah merdeka sejak 70 tahun lalu namun tidak dianggap oleh Beijing. 

Kementerian Luar Negeri Taiwan di akun Twitter resminya memosting gambar maskot pariwisata mereka “Oh! Beruang” yang seolah-olah berkata bahwa dia kecewa film “sepupunya” Winnie, telah “dilarang” oleh otoritas Cina. “Jangan salah: Semua beruang diciptakan sama di Taiwan dan  ‘Christopher Robin’ diputar di seluruh negeri,” tulis kementerian itu, seperti dikutip CNN.

Film Disney terbaru ini berpusat di sekitar Christopher Robin yang telah dewasa bersatu kembali dengan teman-teman lamanya dari Hundred Acre Wood, termasuk Winnie the Pooh dan Piglet.
Namun penikmat film di Cina mungkin tidak akan mendapatkan kesempatan menonton film ini di bioskop, setelah laporan-laporan muncul bahwa film ini tidak akan disetujui oleh pejabat propaganda Partai Komunis China yang berkuasa.

Postcomended   Beijing dan Berlin Bangkangi AS, Namun Perusahaan-perusahaan Eropa Goyah

Belum ada pengumuman resmi mengenai “Christopher Robin”, tetapi banyak media menduga bahwa mungkin ada hubungan antara keputusan untuk tidak mengizinkan film ini, dengan tindakan keras pemerintah Cina pada gambar Winnie the Pooh.

(Against Crony Capitalism)

Netizen nakal di Cina sering menghubungkan Pooh dengan Xi. Mereka menyebutkan ada kemiripan luar biasa antara keduanya dan memprovokasi kemarahan badan sensor Cina.

Selama ini, blockbuster hanya diberi jatah 34 film asing yang diizinkan masuk ke negara itu setiap tahun, dimana blockbuster cenderung mendominasi daftar dalam upaya untuk menghasilkan keuntungan sebesar-besarnya. Selain itu, tidak ada “larangan selimut” di Cina daratan atas karakter Winnie the Pooh; buku dan mainannya masih bisa dibeli secara luas di seluruh negeri.

Dengan menarik perhatian pada desas-desus tentang larangan film tersebut oleh Beijing, pemerintah Taiwan berusaha untuk menyoroti kebebasan berekspresi mereka yang lebih besar dibandingkan dengan daratan, ketika kedua negara terkunci dalam pertempuran sengit atas status pulau Taiwan.

Postcomended   Tom Cruise Kembali Buktikan Menjadi Pembiak Box Office Melalui"Fallout"

Seperti diketahui, meskipun Taiwan telah menjadi pemerintahan sendiri selama hampir 70 tahun, Beijing tetap memandang pulau itu sebagai bagian integral wilayahnya.

Sejarah Singkat Taiwan

Taiwan, negara pulau berpenduduk 23 juta jiwa di lepas pantai selatan China, diduduki Jepang dari 1895-1945. Pada 1949, setelah Partai Nasionalis pimpinan Chiang Kai-shek kehilangan kekuasaannya dari Partai Komunis di Cina daratan, Chiang dan para pengikutnya melarikan diri ke Taiwan.

Pemerintahan Kuomintang (KMT) mereka di pengasingan di Taipei, mendefinisikan dirinya sebagai alternatif pemerintahan Komunis dan berharap suatu hari akan kembali berkuasa di Beijing. KMT memerintah Taiwan dari 1949 hingga 2000 dengan aturan yang seringkali keras, termasuk undang-undang diskriminatif terhadap etnis Taiwan, serta menerapkan hampir 40 tahun darurat militer, yang akhirnya dicabut pada 1987.

KMT secara historis memandang Taiwan sebagai bagian dari “satu Cina” yang akhirnya akan dipersatukan kembali di bawah kekuasaan Nasionalis. Partai penguasa Taiwan saat ini, Partai Progresif Demokratis (DPP) yang didominasi etnis Taiwan, didirikan pada 1986 untuk melawan KMT, dan baru menjadi legal pada tahun 1989 setelah pelarangan yang lama terhadap partai-partai oposisi dicabut.(***/CNN/newyorktimes)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top