Loading...
Internasional

Tak Gunakan Kakao Betulan Seperti yang Tercantum pada Kemasan, Produsen Oreo Di-class Action

Share the knowledge

 

Oreo (gambar ilustrasi dari: https://www.youtube.com/watch?v=fZCF6YTNBq4)

Oreo (gambar ilustrasi dari: https://www.youtube.com/watch?v=fZCF6YTNBq4)

Akhir Mei 2019 lalu, Mondelēz International, raksasa makanan dengan merek antara lain Nabisco, Ritz, Cadbury, dan Tate’s, digugat secara class-action. Mereka dituduh memberi label palsu “kakao” terhadap produk paling ikonis mereka, Oreo.

Oreo adalah kue cokelat berisi krim, yang selain merupakan salah satu merek kue favorit Amerika juga terkenal di seluruh dunia. Gugatan diajukan di Pengadilan Distrik Amerika Serikat (AS) untuk Distrik Utara California, yang keberatan atas klaim perusahaan –yang tercantum pada kemasan Oreo– bahwa biskuit dibuat dengan “kakao betulan”, dilansir laman 24/7 Tempo.

Class-action yang diterjemahkan menjadi “gugatan perwakilan kelompok”, menurut laman Hukum Online adalah suatu cara yang diberikan kepada sekelompok orang yang mempunyai kepentingan dalam suatu masalah, baik seorang atau lebih anggotanya menggugat atau digugat sebagai perwakilan kelompok tanpa harus turut serta dari setiap anggota kelompok.

Menurut penggugat, Ruben Harper, warga California yang memrakarsai tindakan pengadilan, Oreo sebenarnya tidak dibuat menggunakan kakao nyata dalam bentuk murni, melainkan kakao yang telah diperlakukan dengan menggunakan agen alkali, proses yang dikenal sebagai “dutching”.

“Manfaat kesehatan bubuk kakao alami termasuk sejumlah besar flavanol dan serat yang dihilangkan dalam  proses dutching,” menurut gugatan itu, seraya menambahkan bahwa proses tersebut juga menghilangkan kakao dari rasa yang diharapkan.

Postcomended   Bosan Hidup, Ilmuwan Australia Rancang Kematian Ditemani Perawat Pro-euthanasia

“Terdakwa tahu bahwa pelabelan produk(nya) adalah palsu dan menyesatkan konsumen, karena produk tersebut tidak dibuat dengan kakao asli,” menurut pernyataan pengaduan tersebut.

Menurut Harper, ini merupakan gugatan class-action kedua yang diajukan terhadap Mondelēz karena klaim “kakao sungguhan”. Gugatan pertama diajukan pada April lalu di Pengadilan Distrik AS untuk Distrik Timur New York oleh Charles Harris, yang keberatan dengan terminologi dengan alasan yang sama seperti Harper.

“Tidak ada konsumen yang beralasan yang mengharapkan kakao pada (Oreo) dibuat dengan dan mengandung alkali,” kata keluhan tersebut. Menurut gugatan class action Oreo itu, sementara pemrosesan dutching menghasilkan bubuk kakao yang lebih gelap, itu juga menghilangkan substansi dari banyak manfaat kesehatan kakao.

Postcomended   15 Juli dalam Sejarah: William Boeing Mendirikan Pacific Aero, Cikal Bakal Raksasa Dirgantara Boeing

Harper juga menuduh bahwa proses tersebut menghilangkan rasa kakao dan bahwa dia dan konsumen lain tidak akan membeli kue Oreo seandainya mereka tahu klaim “Real Cocoa” yang mengacu pada kakao alkalized, laman Top Class Action melaporkan.

Gugatan class-action Oreo mencatat bahwa Mondelēz memasarkan Oreo sebagai kukis yang selalu dibuat dengan kakao betulan (Real Cocoa), bahwa berbagai produk Oreo dipasarkan seperti ini.

“Adalah keliru, menipu dan menyesatkan untuk secara mencolok mempromosikan ‘kakao asli’ tanpa merujuk pada keberadaan dan penggunaan alkali baik sebelum atau mengikuti karena ‘kakao nyata’ tanpa ketentuan modifikasi apapun menyiratkan tidak adanya bahan buatan dalam kakao,” kata gugatan class section tersebut.

Gugatan tindakan kelas Oreo California berupaya untuk mewakili konsumen kelas nasional yang membeli produk merek Mondelēz Oreo yang mengklaim dibuat dengan kakao asli. Penggugat juga berupaya mewakili subclass California.

Postcomended   Mencekam, Polsek Banten Diobrak Abrik Puluhan Nelayan

Gugatan class action tersebut mencari ganti rugi, serta perintah pengadilan yang menghentikan Mondelēz dari menyatakan bahwa kue Oreo dibuat dengan kakao asli.***

Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top