Pemerintahan Moskow telah berterus terang bahwa adanya sanksi adalah melanggar dunia hukum. Maka pemerintah Moskow pun tak segan untuk memberi peringatan jika Negara Rusia tidak akan tinggal diam dalam menanggapi hal tersebut. Rusia akan membalas AS dengan lebih menyakitkan. Hal ini dikutip kantor berita Interfax mengenai rencana Rusia ingin membalas AS.

Seperti sejak beberapa tahun yang lalu, Rusia dan AS adalah sekutu perang yang saling bermusuhan. Tak heran jika Amerika Serikat telah menyerang Rusia akan membalas AS. Adapun penjelasan dari Majelis Tinggi Parlemen Rusia Valentina Matvienko mengenai Rusia ingin membalas AS jika tanggapan negara Moskow kepada sanksi negara Amerika akan lebih menyakitkan lagi nantinya.

Hal ini disebabkan karena negara Amerika Serikat yang dipimpin oleh seorang presiden, Donald Trump, ini sudah memasukkan beberapa nama perusahaan dan pejabat-pejabat negara Rusia dalam daftar hitam sanksi. Hal ini dijadikan sebagai tanggapan yang dianggap sebagai fitnah kepada Kremlin menurut Matvienko.

Postcomended   Dikabarkan Sakit, Diktator Gaek Zimbabwe Masih Ingin Menang 2018

Rencana Rusia Ingin Membalas AS

Menurut Matvienko “Sanksi adalah pedang bermata dua dan mereka yang memaksakannya harus memahami sanksi terhadap negara-negara, terutama seperti Rusia, akan membawa risiko konsekuensi serius,” ucapnya dengan tegas.Bahkan lebih dari itu, dalam menanggapi serangan Trump tersebut anggota parlemen yang ada di majelis rendah parlemen negara Rusia sudah membuat undang-undang yang berguna dalam memberikan kekuatan pemerintah sebagai larangan atau batasan dalam mengimpor barang maupun jasa yang berasal dari negara Amerika Serikat tersebut. Adapun hal ini seperti obat-obatan maupun perangkat lunak hinga mesin roket.

Tak tinggal diam mendengar Rusia ingin membalas AS, Presiden Amerika Serikat yang bernama Donald Trump turut berkata kepada wartawannya pada hari Rabu (18/4) bahwa nantinya Amerika Serikan akan menambahkan sanksi yang baru kepada pemerintahan Negara Rusia yang dipimpin oleh Vladimir Putin. Sanksi tersebut diberikan seketika apabila pemerintah Rusia jika memang sudah begitu layak untuk memperoleh sanksi tersebut. Adapun sanksi tersebut berupa serangan siber baru hingga provokasi-provokasi lainnya kepada negara Rusia.

Postcomended   Facebook Tangguhkan 200 Aplikasi Mencurigakan

Presinden Donald Trump pun memberikan tambahan penjelasan bahwa “Kami menghadapi pertempuran yang amat sangat parah di negara Suriah baru-baru ini (bulan Februari) antara pasukan kami dan pasukan pemerintahan Rusia dan itu sangatlah menyedihkan. Banyak orang yang hingga tewas dalam pertempuran tersebut,” kata Trump, seperti dilaporkan laman Fox News.

Tentu sebagai negara besar dan maju tak heran jika Rusia ingin membalas AS yang telah memberikannya sanksi. Meski begitu hal ini bukan berarti tidak merugikan negara satu sama lainnya. Dengan Rusia ingin membalas AS maka nantinya AS juga akan membalas kembali Rusia yang semoga saja bisa berakhir dengan kesepakatan yang damai.

Postcomended   Bakal Memuncaki Everest ke-22 Kali, Sherpa Ini Siap Pecahkan Rekor

 

 

Share the knowledge