Ekonomi

Tak Sekadar Terapkan Kresek Berbayar, Balikpapan Larang Kantong Plastik

(finansial.bisnis.com)

Apakah kota Anda termasuk yang masih konsisten menerapkan kantong plastik (kresek) berbayar? Salah satu kota yang masih konsisten adalah Kota Balikpapan. Bukan sekadar kresek berbayar, kota ini bahkan: melarangnya! Pada 2016, Bandung disebut sebagai satu-satunya kota yang memiliki peraturan daerah (perda) pengurangan penggunaan kantong plastik. Tapi apalah artinya aturan kalau hanya disimpan di atas kertas.

Dilansir laman Antaranews, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, Kalimantan Timur, terhitung sejak 3 Juli 2018 telah melarang pengunaan kresek di pasar modern. Bahkan berencana meluaskannya ke pasar tradisional.

“Setelah berjalan baik di pasar modern, baru pelarangan dilanjutkan ke pasar tradisional,” kata Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi. Sebagai gantinya, toko harus menyediakan kardus atau membawa kantong belanja sendiri.

Balikpapan menghasilkan tidak kurang dari 2.187 meter kubik sampah per hari di tahun 2017. Menurut Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Kalimantan, Tri Bangun Laksana,  sebanyak 15 persen atau 300 meter kubiknya adalah sampah plastik. Jauh lebih kecil secara volume, namun jauh lebih besar secara dampak negatifnya untuk lingkungan.

Postcomended   Raih 83,3% SMS, Nama "Gelora Bandung Lautan Api" Diresmikan (1)

Balikpapan menjadi kota kedua di Pulau Kalimantan yang menerapkan aturan larangan penggunaan kresek. Aturan serupa sudah berlaku di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sejak tahun 2016. Balikpapan menguatkan aturannya menggunakan Peraturan Wali Kota Nomor 8 Tahun 2018.

Upaya pengurangan sampah plastik sebenarnya telah diujicobakan pemerintah Bersama Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) secara nasional pada 21 Februari 2016 bertepatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional. Masa uji coba itu hanya hingga enam bulan ke depan.

Namun apakah uji coba itu gagal? Pasalnya tak lebih dari setahun, sejumlah toko swalayan sudah kembali menggunakan kresek, dan gratis. Hanya 1-2 toko swalayan yang konsisten menerapkan kresek berbayar, menyediakan kardus, dan mendorong konsumen membawa kantong belanja sendiri, misalnya Superindo.

Pada Februari 2016, Bandung disebut sebagai satu-satunya kota yang memiliki Perda Pengurangan Penggunaan kantong plastik. Kementerian Lingkungan Hidup waktu itu berharap ke depan seluruh Kabupaten/Kota di Indonesia memiliki regulasi yang sama.

“Bandung satu-satunya kota yang berani mengeluarkan itu. Saya yakin itu prosesnya berdarah-darah,” ujar Kasi Bina Peritel Dirjen Kemasan dan Pengelolaan Sampah KLH (Kementrian Lingkungan Hidup) dan Kehutanan kala itu, Agus Supriyanto, seperti dikutip Detikcom.

Agus menyebut, awalnya hanya Kota Bandung saja yang mau ikut ujicoba plastik berbayar. Maka dari itu, Kota Bandung dijadikan pilot project ujicoba plastik berbayar di Indonesia. Namun dalam praktiknya, kini hanya 1-2 toko modern yang konsisten menerapkannya.

Postcomended   Orang-orang di Negara Ini Bakal Menjadi yang Hidup Paling Lama di Dunia

Mengapa Agus menyebut prosesnya kemungkinan berdarah-darah, karena boleh jadi ini menyangkut hayat hidup sejumlah pihak lain, misalnya pemasok, produsen, atau importir kresek; dan ini juga berdampak pada masalah ketenagakerjaan. Hal ini secara tidak langsung diakui pihak KLH.

Dilansir laman Metrotvnews pada 17 Maret 2016, KLH kala itu menyatakan, bereka baru bisa menerapkan pengurangan sampah plastik melalui penerapan kresek berbayar, dan bukannya melarang secara keseluruhan, karena pemerintah belum bisa menghentikan total penggunaan kantong plastik dengan cara menutup pabriknya.

Dirjen Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya, Tuti Hendrawati Mintarsih, mengatakan kantung plastik masih dibutuhkan masyarakat. Penutupan pabrik tidak bisa dilakukan serampangan, sehingga menimbulkan dampak sosial lain seperti pemutusan hubungan kerja.

Postcomended   Bakal Ada Gayus-Gayus Lainnya Lagi yang Tertangkap (3)

Akhirnya pemerintah lebih memilih menyarankan pabrik-pabrik kantong plastik menggunakan bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan dan mudah terurai. “Hampir seluruh retail sudah menggunakan kantung plastik ramah lingkungan,” kata dia.***

 

angi sampah.

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top