Ada tamu istimewa di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri, pagi ini (13/10). Puluhan anak-anak usia SD dan SMP datang dengan penuh semangat untuk bertemu Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi, di gedung yang bersejarah bagi bangsa Indonesia ini.

Mereka adalah 36 calon ilmuwan cilik para finalis Kalbe Junior Scientist Award (KJSA). Presiden Kalbe Farma, Vidjongtius, menyampaikan bahwa KJSA adalah ajang kompetisi yang diselenggarakan sejak tahun 2011 bagi karya sains anak-anak tingkat sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) di seluruh Indonesia. Tujuan program ini adalah untuk menumbuhkan kecintaan anak-anak Indonesia terhadap ilmu pengetahuan sejak dini.

Pada tahun 2017 ini, para finalis berasal dari berbagai provinsi di Indonesia menunjukkan kemahirannya dalam mengerjakan karya sains yang dapat diterapkan di masyarakat. Karya sains inovatif finalis KJSA ini tidak hanya memukai dewan juri, namun juga memukau Menlu Retno.

Postcomended   Sawahlunto Internasional Songket Carnival 2017 atau biasa disebut SISCa 2017

“Saya ucapkan selamat kepada semua anak-anakku, kalian sudah menyisihkan lebih dari seribu karya sains lain dari 26 propinsi di Indonesia. Di usia yang masih sangat muda, sudah bisa menjadi problem solver untuk membantu kehidupan masyarakat …” ucap Menlu Retno.

Dalam audiensi yang dipandu oleh Shahnaz Haque, Menlu Retno bercerita mengenai profesi diplomat yang sudah menjadi cita-cita beliau sejak kecil. Menlu Retno menyampaikan bahwa para finalis KJSA 2017 harus giat belajar untuk dapat mencapai cita-citanya.

Postcomended   Waspadalah, Serangan "WannaCry" Berikutnya Mungkin Lebih Besar

“Tapi menjadi pintar saja tidak cukup, kalian juga harus berbudi baik dan menghormati keberagaman… karena masyarakat Indonesia itu sangat beragam adat istiadatnya dari Sabang sampai Merauke” tambah Menlu Retno.

Para finalis KJSA 2017 pun sangat antusias bertanya kepada Menlu Retno mengenai berbagai isu polugri yang mereka baca dan tonton di media massa, antara lain mengenai krisis kemanusiaan di Myanmar. Menlu Retno menjelaskan bahwa para finalis KJSA 2017 harus bisa bersyukur karena masih bisa bersekolah, Menlu Retno bercerita betapa sedihnya beliau saat berkunjung ke Rakhine State dan melihat anak-anak tidak bisa bersekolah, karena itu dengan bantuan seluruh masyarakat Indonesia, Pemerintah Indonesia mendirikan 2 sekolah di Myanmar untuk anak-anak di sana tanpa terkecuali.

Postcomended   Konser Joey Alexander di Balairung

Suasana bertambah seru saat Menlu Retno memberikan pertanyaan kepada para finalis KJSA 2017 mengenai tokoh-tokoh pemimpin dunia yang terkenal. Beragam jawaban dari anak-anak sukses mengundang tawa hadirin yang ada di Gedung Pancasila.

Menutup audiensi ini, Menlu Retno berpesan “Anak-anakku kalian adalah masa depan bangsa… melihat kalian, saya bangga akan masa depan bangsa Indonesia…”.

Share the knowledge