Bumi Makin Sempit, Stephen Hawking Desak Manusia Pindah ke Planet ... Science - IDN Times1024 × 679Search by image Hawking mengatakan “dunia akan senang kalau kita bisa menyiapkan koper-koper kita dan pergi ke planet lain tidak dalam 1.000 tahun, tapi dalam 100 tahun ...

Bumi Makin Sempit, Stephen Hawking Desak Manusia Pindah ke Planet … Science – IDN Times1024 × 679Search by image Hawking mengatakan “dunia akan senang kalau kita bisa menyiapkan koper-koper kita dan pergi ke planet lain tidak dalam 1.000 tahun, tapi dalam 100 tahun …

Jika seorang ateis seperti Stephen Hawking bicara kiamat, apakah kita perlu percaya? Jika konsep kiamat yang ditawarkan adalah perihal kerusakan Planet Bumi, tampaknya fisikawan kelas dunia ini sah sah saja dipercaya.

Hawking menyatakan teori kiamat Bumi-nya ini pada akhir tahun lalu. Dia mengatakan, usia Bumi tinggal 1.000 tahun lagi. Teori-teori penyebabnya klise tapi selalu aktual jika dikaitkan kondisi Bumi saat ini seperti: wabah penyakit, pemanasan global, dan yang sulit dikendalikan manusia yakni tumbukan benda langit.

Solusi Hawking? Melarikan diri dari Bumi karena Bumi tak layak lagi dihuni, kecuali jika manusia meningkatkan kepedulian pada planet biru ini.

Postcomended   #mudik2018 Sobat Wisata Mudik Sambil Wisata ke Jogja ? Ini Dia 10 Kuliner yang Wajib Kamu Nikmati

Ihwal wabah penyakit, bukan melulu terkait teori konspirasi pabrik-pabrik farmasi misalnya. Sesuatu yang lebih realistis muncul sebagai dampak konflik dan perang berkepanjangan, misalnya di Suriah.

Menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), ada 15 kasus penyakit polio baru yang muncul di Suriah. Salah satu kasus polio tersebut diketahui terjadi pada seorang anak dari kota Raqqa yang sekarang menjadi lokasi markas milisi ISIS.

Menurut WHO kemunculan polio terjadi karena petugas kesehatan tidak bisa memvaksinasi orang-orang di Raqqa dan sekitarnya karena terhalang oleh konflik.

Ini belum termasuk munculnya penyakit-penyakit baru semacam flu babi, flu hurung, SARS, MERS, dll. Penyakit-penyakit tersebut diklasifikasikan sebagai “penyakit menular yang baru muncul” (PMBM) atau “emerging infectious diseases” (EID),

Departemen Kesehatan RI menyatakan, PMBM mempunyai potensi menimbulkan wabah, kerugian ekonomi dan kekacauan sosial yang hebat.  Ancaman tersebut sekitar 70% berasal dari penyakit hewan seperti SARS, NIPAH, flu burung, dll. Sementara itu dari sudut dampak pemanasan global, tanda-tandanya semakin nyata, bahkan di depan mata, seperti bencana banjir atau kekeringan yang memecahkan rekor sebelumnya.

Postcomended   Indonesia Belajar Minum Kopi Tanpa Ampas (2)

Tumbuhan dan hewan yang bergantung pada pertanda alam seperti datangnya musim semi, kehadiran es, atau jumlah hari yang memiliki suhu di bawah titik beku, menjadi yang pertama merasakan dampak pemanasan global.

Ahli Biologi, Camille Parmesan, yang telah meneliti efek perubahan iklim terhadap kehidupan liar di seluruh dunia, mengatakan, “Tidak ada kawasan yang kebal terhadap perubahan tersebut. Kawasan-kawasan yang sepuluh tahun lalu diperkirakan mengalami dampak paling negatif (kutub dan puncak gunung) telah mengalami penurunan bahkan kepunahan jumlah spesies.”

Ihwal tumbukan benda langit, adalah isu yang sejak lama selalu paling gampang dijadikan alasan bahwa Bumi akan kiamat. Kabar terbaru adalah bakal adanya sebuah asteroid sebesar patung Liberty yang akan menghantam Bumi.

Postcomended   Tour de Singkarak Etape 6 TDS 2017

Astronom Universitas Texas, Judith Gyorgyey Ries, memprediksi, asteroid tersebut akan menabrak Bumi pada tanggal 12 Oktober 2017.

Siapakah yang bisa selamat dari kiamat ala Hawking? Mungkin saja keturunan dari mereka yang saat ini berencana pergi ke Mars untuk tak kembali.***(ra)

Share the knowledge