2018 Ford Focus Active Driving Video (source: youtube.com)

2018 Ford Focus Active Driving Video (source: youtube.com)

Ford Motor Co menyatakan terpaksa melupakan keinginan mengimpor mobil mereknya sendiri dari Cina karena menghasilkan harga yang tidak masuk akal untuk pasar AS. Ini terjadi berkat perang dagang yang dikibarkan Donald Trump yang mulai memberlakukan tarif tambahan 25 persen untuk kendaraan yang diimpor dari negara yang digambarkannya sebagai musuh dagang terbesar AS ini.

Ford, produsen mobil Amerika Serikat (AS) terbesar kedua di AS, telah menarik steker pada rencana untuk mengimpor Focus Active dari Cina. Langkah ini, seperti dilaporkan laman Bloomberg, akan membuat sedikit perbedaan bagi penjualan atau keuntungan Ford, karena perusahaan semula mengharapkan akan menjual kurang dari 50.000 Focus Active di AS dalam setahun.

Namun kematian mobil jenis crossover kecil baru ini semakin menganga sebagai potensi pertama dari beberapa produk otomotif yang dibatalkan akibat harganya menjadi tidak terjangkau bagi konsumen atau tidak menguntungkan bagi produsen di AS.

Pada Juni 2017, Ford Motor mengumumkan keputusan akan memindahkan produksi mobil Ford Focus terbaru ke Cina pada 2019 mendatang meskipun mendapat tekanan dari pemerintah AS agar tetap memproduksi salah satu merek kebanggan AS ini di dalam negeri.

Postcomended   Lima Besar Bandara Terbaik Dunia Diduduki Asia

Laman BBC melaporkan, selama ini, Ford Focus diproduksi di tiga negara, yakni di pasar lokal Michigan, Jerman, dan Cina. Namun penjualan di pasar Amerika terus melemah, sementara peminat Ford Focus di luar negeri masih tinggi. Karena itu, kemudian perusahaan memutuskan memindahkan produksi Focus ke pabrik baru di dekat San Luis Potisi, Meksiko, dengan nilai investasi 1,6 miliar dollar AS (sekitar Rp 18 triliun) .

Namun Ford akhirnya membatalkan rencana tersebut setelah dikritik Trump. Pada Januari 2018 lalu, Trump mengancam akan memberlakukan pajak perbatasan yang besar bagi Ford dan General Motors (GM) bila tetap ingin membangun pabrik di luar AS.

Pembatalan tersebut membuat Ford mengalikan dana investasi itu ke pabrik Michigan yang tengah mengembangkan mobil listrik. Namun pada 20 Juni 2017, Ford kembali memutuskan produksi Focus di luar negeri, bahkan di Cina dengan nilai investasi diperkirakan mencapai 500 juta dollar AS (sekitar Rp 7 triliun).

Postcomended   12 Agustus 2017, Puncak Kedatangan Tamu Antariksa Tahunan

Kelli Felker, juru bicara Ford Motor, mengatakan, relokasi produksi Focus terbaru tidak akan memengaruhi pekerjaan di pabrik Hermosillo, Meksiko, karena mereka memproduksi model lain. “Juga tidak mempengaruhi rencana investasi tambahan di pabrik Michigan,” ucapnya. Namun tampaknya Ford kembali membatalkan impor Focus dari Cina.

Penyelidikan atas Potensi Hilangnya Inovasi dan Penelitian

Seperti diketahui, penerapan tarif oleh Trump adalah dengan alasan ancaman terhadap keamanan nasional. Sejak Mei, Departemen Perdagangan AS ditugasi melakukan penyelidikan apakah mobil dan komponen impor dapat mengancam keamanan nasional, dan apakah penurunan produksi mobil dan suku cadang di AS telah mengakibatkan penurunan upaya “inovasi dan penelitian”.

Laman commerce.gov menyebutkan, manufaktur mobil telah lama menjadi sumber inovasi teknologi Amerika yang signifikan. Investigasi ini akan mempertimbangkan apakah penurunan produksi mobil domestik dan komponen otomotif mengancam ekonomi internal AS.

Ancaman yang dimaksud tersebut termasuk apakah berpotensi mengurangi penelitian, pengembangan, dan pekerjaan untuk pekerja terampil dalam sistem kendaraan yang terhubung, kendaraan otonom, sel bahan bakar, listrik motor dan penyimpanan, proses manufaktur maju, dan teknologi mutakhir lainnya. Untuk penyelidikan ini Departemen Perdagangan AS akan mengundang komentar dari industri dan publik untuk membantu penyelidikan.***

Postcomended   22 Mei dalam Sejarah: Copernicus Dimakamkan Kembali Setelah Jasadnya Teridentifikasi pada 2005

 

Share the knowledge