Tatap Mata Camar Jika Keripik Anda Tak Ingin Dicuri Mereka

Tatap Mata Camar Jika Keripik Anda Tak Ingin Dicuri Mereka

Wisata
Share the knowledge

Kota-kota tepi laut Inggris kini sedang berperang dengan camar yang suka mencuri. Sampai-sampai satu studi menemukan cara menghindari pencurian oleh burung laut subtropis ini. Indonesia tampaknya perlu melakukan penelitian sejenis terhadap para monyet.

Dalam upaya untuk menghentikan kebiasaan mereka menyambar camilan seperti keripik kentang dari tangan wisatawan, otoritas terkait kota-kota laut di Inggris mendesak pengunjung untuk tidak memberi makan burung-burung itu.

Namun kini ada satu studi dari Universitas Exeter yang menyarankan cara mudah bagi wisatawan mencegah camar mencuri: yakni dengan menatap mereka. Lembaga Pendidikan ini melakukan penelitian terhadap camar herring.

Dilansir Reuters, penelitian menunjukkan bahwa dengan menatap mereka, camar herring membutuhkan waktu 21 detik lebih lama untuk mendekati sekantong keripik.

“Burung camar sering dianggap agresif dan suka mengambil makanan dari manusia, jadi menarik untuk mengetahui bahwa sebagian besar bahkan tidak akan mendekati (makanan Anda) selama pengujian kami,” kata penulis utama, Madeleine Goumas, dari Pusat Ekologi dan Konservasi di Exeter’s Penryn Kampus di Cornwall.

Para peneliti mencoba menguji 74 ekor b urung camar tetapi sebagian besar terbang atau tidak mau mendekat. Hanya 27 ekor yang mendekati makanan dan 19 menyelesaikan tes “melihat” dan “memalingkan muka”.

Postcomended   Ada Nomadic Tourism di Rakornaspar Bali

“Dari mereka yang melakukan pendekatan, kebanyakan membutuhkan waktu lebih lama ketika mereka diawasi (ditatap),” kata Goumas. “Beberapa bahkan tidak akan menyentuh makanan sama sekali, meskipun yang lain tampaknya tidak memperhatikan bahwa manusia sedang menatap mereka.”

Camar atau yang dalam istilah Inggris disebit Seagull, adalah sejenis burung laut. Dikutip dari laman Soft School, ada lebih dari 20 spesies burung camar yang dapat ditemukan di seluruh planet ini (bahkan di Kutub Utara dan Antartika).

Postcomended   Sambutan Oleh Menteri Pariwisata Bapak Arief Yahya di Acara Launching Konser Budaya Alam Nusantara (KBAN) 2018

Meskipun umumnya berada di laut, beberapa spesies mendiami gurun dan habitat daratan yang jauh dari air. Camar adalah makhluk yang sangat tua. Mereka telah ada di planet ini setidaknya 30 hingga 33 juta tahun.

Di beberapa bagian dunia, camar dianggap hama karena mereka berisik, melepaskan kotoran dalam jumlah besar, dan menghancurkan properti pribadi. Jumlah burung camar besar dan stabil di alam liar. Burung ini tidak masuk dalam daftar hewan yang terancam punah.***

 


Share the knowledge

Leave a Reply