Internasional

Telat Datang Tiga Menit, Menteri Olimpiade Jepang Diboikot Lima Jam

Share the knowledge

 

Yoshitaka Sakurada (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=zZ8OalGAfaI)

Yoshitaka Sakurada (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=zZ8OalGAfaI)

Di Jepang, Menteri Olimpiade yang telat datang tiga menit, harus terbungkuk-bungkuk meminta maaf. Sang Menteri, Yoshitaka Sakurada, dianggap anggota parlemen oposisi menunjukkan rasa tak hormat terhadap lembaganya.

Sakurada, secara terbuka meminta maaf setelah tiba tiga menit terlambat ke pertemuan parlemen, Kamis (21/2/2019). Sebagai protes, anggota parlemen oposisi itu memboikot pertemuan komite anggaran ini selama lima jam.

Kalangan oposisi memang sedang sangat kritis terhadap Sakurada setelah serangkaian kesalahan besar. Pekan lalu, Sakurada melontarkan pernyataan kontroversial karena mengaku merasa kecewa setelah perenang Olimpiade potensial, Rikako Ikee, didiagnosis menderita leukemia.

“Dia adalah peraih medali emas potensial (di Olimpiade Tokyo 2020), seorang atlet yang memiliki harapan besar bagi kami. Saya benar-benar kecewa,” katanya, dikutip BBC. Dia kemudian dipaksa untuk meminta maaf setelah dikritik.

Pada 2016, dia juga mendapat kecaman karena menggambarkan apa yang disebut sebagai wanita penghibur yang dipaksa untuk memberikan layanan seksual kepada pasukan perang Jepang sebagai “pelacur profesional”.

Postcomended   5 September dalam Sejarah: Olimpiade Munich Nyaris Dibatalkan Akibat Aksi "Black September"

Tahun lalu, Sakurada yang juga menteri keamanan siber, mengatakan dia tidak pernah menggunakan komputer, karena dia selalu mendelegasikan pekerjaan kepada bawahannya. Pihak oposisi telah berulang kali menyerukan pengunduran dirinya.

Sebenarnya datang terlambat ke pertemuan-pertemuan di Jepang, apalagi hanya tiga menit, tidak dianggap sebagai budaya yang mengerikan juga. Insiden terakhir ini tampaknya telah dimanfaatkan anggota oposisi untuk menyoroti apa yang mereka lihat sebagai kegagalan Sakurada.

Postcomended   9 Juli dalam Sejarah: Johnny "Tarzan" Weissmuller Pecahkan Rekor Renang Gaya Bebas

Dalam sebuah jajak pendapat yang dikeluarkan surat kabar Asahi Shimbun awal pekan ini, responden ditanya apakah Sakurada cocok menempati posisi Menteri Olimpiade? Jawabannya: 65% responden mengatakan tidak, hanya 13% yang mengatakan cocok.

Sakurada diangkat untuk jabatan tersebut pada Oktober tahun lalu. Tugasnya termasuk mengawasi persiapan pertahanan siber untuk Olimpiade 2020 di Tokyo.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top