Internasional

Telat Dua Menit, Marah-marah, Calon Penumpang Ethiopian Airlines Ini Lolos dari Maut

Share the knowledge

 

Antonis Mavropoulos (gambar dari: akun facebook Antonis Mavropoulos via https://www.youtube.com/watch?v=8xs3U8ZC-DM)

Antonis Mavropoulos (gambar dari: akun facebook Antonis Mavropoulos via https://www.youtube.com/watch?v=8xs3U8ZC-DM)

Seorang pria Yunani mengaku kesal ketika pada menit-menit akhir penerbangannya menggunakan Ethiopian Airlines yang jatuh itu pada Minggu (10/3/2019), dia tertahan di gerbang karena terlambat datang. “Saya marah karena tidak ada yang membantu saya mencapai gerbang tepat waktu,” kata Antonis Mavropoulos, pria tersebut.

Pengakuannya itu diungkapkannya dalam postingan di akun Facebook-nya seraya menulis teks “Hari keberuntunganku”. Bersama teks tersebut Mavropoulos menyertakan foto tiketnya.

Menurut Kantor Berita Athena, Yunani, seperti diteruskan laman Daily Mail, Mavropoulos yang menjabat Presiden International Solid Waste Association; satu organisasi nirlaba, sedang melakukan perjalanan ke Nairobi untuk menghadiri pertemuan tahunan Program Lingkungan PBB,

Postcomended   Myanmar Tolak Tudingan PBB; Cate Blanchett Desak DK PBB Segera Bertindak #HariToleransiInternasional

Dia seharusnya naik pesawat Ethiopian Airlines ET 302 tersebut, tetapi dia baru mencapai gerbang keberangkatan dua menit setelah ditutup. Dia kemudian memesan penerbangan berikutnya, tetapi dicegah naik oleh staf bandara.

“Mereka membawa saya ke kantor polisi bandara. Petugas mengatakan kepada saya untuk tidak memprotes melainkan berdoa kepada Tuhan karena saya adalah satu-satunya penumpang yang tidak naik penerbangan ET 302 yang hilang,“ kata Mavropoulos dalam potingannya.

Otoritas bandara menjelaskan bahwa mereka ingin menanyainya karena dia adalah satu-satunya penumpang yang memesan penerbangan malang tersebut yang tidak ada di pesawat. “Mereka bilang mereka tidak bisa membiarkanku pergi sebelum mengecek identitasku, alasan aku belum naik pesawat, dll.”

Postcomended   Aktivis Lingkungan Mencemaskan Tiga Startup Pesawat Supersonik

Pesawat Boeing 737 Max 8 tersebut jatuh hanya beberapa menit setelah lepas landas pada Minggu pagi dari bandara internasional di Addis Ababa, Ethiopia, dengan tujuan Nairobi, Kenya. Sebanyak 149 penumpang termasuk awak pesawat tewas ketika pesawat jatuh didaratan

Korban adalah pemegang paspor dari lebih dari 30 negara dengan 19 orang adalah staf PBB. Maskapai penerbangan  milik negara Ethiopia ini telah menerima pengiriman pesawat Boeing 737 Max 8 pada 15 November 2018. Pesawat itu berjenis sama dengan yang jatuh pada Oktober 2018 setelah lepas landas dari Jakarta, menewaskan semua 189 orang di dalamnya.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top