Mujer Gallo en el sexo | Pinterest | Sons pinterest.com849 × 565Search by image tips para lucir unas piernas increíbles

Mujer Gallo en el sexo | Pinterest | Sons pinterest.com849 × 565Search by image tips para lucir unas piernas increíbles

Kabar gembira buat para pemalas. Satu penelitian menyebutkan, tempat tidur yang dirapikan tidak lebih menyehatkan daripada yang dibiarkan acak-acakan. Tempat tidur yang dirapikan rawan kembang biak binatang mikroskopis bernama tungau, si biang alergi. Jadi pilihannya, biarkan tempat tidur acak-acakan, atau ganti seprai, sarung bantal, dan selimut, sesering mungkin.

Dilansir Glamour,  tempat tidur yang rapi –bak di hotel-hotel– dapat menghalangi cahaya pagi masuk ke tempat tidur. Tempat tidur pun menjadi lembap, dan menjadi tempat kembang biak yang sempurna bagi tungau,

Tungau berkembang pada temperatur yang hangat dan lembap. Mereka berkembang biak rata-rata 1,5 juta setiap harinya.

Membiarkannya tempat tidur berantakan membuat sirkulasi udara di tempat tidur menjadi lancar, sehingga tak banyak celah untuk tungau berkembang biak.

Stephen Pretlove, peneliti kembang biak hewan mikro mengatakan, tungau hanya bisa bertahan pada atmosfer yang lembap. Dengan membiarkan tempat tidur berantakan di siang hari dapat menghindarkan kelembapan pada seprai dan kasur sehingga tungau akan mengalami dehidrasi dan akhirnya mati.” ujarnya.

Postcomended   Demi Kue Bella dan Syahrini, Warga Rela Beli Via Calo

Meskipun jika dilihat menggunakan miskroskop hewan tungau mirip kutu, namun ternyata dia tidak tergolong kutu. Tapi dia juga bukan tergolong bakteri. Tungau memiliki delapan kaki sehingga lebih pas dimasukkan kelompok laba-laba.

Tungau yang biasa berada di tempat tidur, sofa, dan karpet disebut dengan tungau debu atau bahasa latinnya dermatophagoides pteronyssinus. Ukurannya hanya 0,5 mm sehingga tak kasat mata.

Kehadiran tungau bisa dirasakan misalnya dengan bentol-bentol setelah bangun tidur, gatal-gatal, atau merasa sesak napas, dan timbul alergi.

Efeknya lebih parah pada yang mudah mengalami alergi. Penyebabnya adalah enzim protease yang dikeluarkan tungau bersamaan dengan kotorannya. yang lalu berpadu dengan debu lalu terhirup hidung.

Makanan tungau yang hidup di pemukiman manusia adalah kulit manusia yang mengelupas atau sisa-sisa materi organik lainnya seperti keringat dan sel kulit mati.

Postcomended   Aktor Nicholas Saputra Menghadang Pemotor yang Naik ke Trotoar

Ahli mikrobiologi Universitas New York, Philip Tierno, lebih menyarankan agar seprai diganti seminggu sekali. Ancamannya bukan hanya dari tungau melainkan juga jamur dan bakteri.

Dalam sebuah studi baru-baru ini yang menilai tingkat kontaminasi jamur di tempat tidur, para peneliti menemukan bahwa sampel uji bantal bulu dan sintetis yang berumur 1,5 sampai 20 tahun mengandung 16 spesies jamur. Ini belum termasuk tungau dan mikroba.

Tierno mengatakan, selain jamur dan bakteri yang berasal dari keringat, sputum, sel kulit, dan sekresi dari alat kelamin dan dubur manusia sendiri, kita juga bisa berbagi tempat tidur dengan mikroba yang berasal dari bulu binatang, serbuk sari, tanah, serat, serta debu dan kotoran dari bahan dasar seprai itu sendiri.

Jika sudah begitu Tierno mengatakan, jika tidak memiliki alergi pun kita bisa mendapat respons alergi.

Postcomended   Slank Pasang "Jurus Tandur" Tolak Hak Angket KPK

Alasan lain mengapa seprai pada tempat tidur kotor dengan cepat adalah gravitasi. “Gravitasi adalah apa yang membawa semua materi itu ke kasur Anda,” kata Tierno. .***(ra)