Internasional

Tenggat Habis, Boko Haram Bunuh Bidan Palang Merah yang Disandera

Hauwa Mohammed Liman (sumber: icrc.org)

Hauwa Mohammed Liman (sumber: icrc.org)

Dengan reputasinya yang buruk, organisasi teror Boko Haram menunjukkan diri bahwa mereka bukan tempatnya bernegosiasi. Seorang dari dua pekerja Palang Merah yang disandera Boko Haram selama tujuh bulan, akhirnya dieksekusi setelah tenggat waktu untuk negosiasi berakhir; Pejabat Nigeria mengatakan. Melalui laman resminya, ICRC telah mengonfirmasi kabar ini dan menyatakan kesedihan mendalam.

Menteri Informasi dan Kebudayaan Nigeria, Alhaji Lai Mohammed, mengatakan, tidak ada yang bisa membenarkan penumpahan darah kepada orang yang tidak bersalah. Mohammed menggambarkan pembunuhan itu pengecut, tidak manusiawi dan durhaka. Hauwa Mohammed Liman, bersama dua pekerja bantuan dari organisasi Palang Merah Internasional (ICRC) diculik faksi Boko Haram Maret tahun ini (2018) saat mereka melakukan serangan terhadap fasilitas militer.

Liman bekerja di sebuah rumah sakit yang didukung oleh ICRC di kamp pengungsian di kota terpencil Rann di luar Maiduguri di Negara Bagian Borno, Nigeria. Eksekusi atas Liman dilakukan setelah rekan pekerja social lainnya, Saifura Hussaini Khorsa (25), dieksekusi bulan lalu oleh militan tersebut.

Menteri Mohammed mengatakan, pemerintah telah menjaga semua jalur komunikasi terbuka dengan para penculik, dan selalu bertindak dalam “kepentingan terbaik” untuk para sandera. ”Sangat disayangkan bahwa telah sampai pada (pembunuhan) ini,” kata Mohammed.

Postcomended   Tercorengnya Nobel Perdamaian Si Anggrek Baja #StopKillingRohingyaMuslims

Pemerintah federal Nigeria mengatakan, sebelum dan sesudah batas waktu yang dikeluarkan oleh para penculik, telah melakukan segala sesuatu yang harus dilakukan oleh pemerintah yang bertanggung jawab untuk menyelamatkan pekerja bantuan. Bagaimanapun kata dia, pemerintah akan terus berupaya membebaskan sandera yang tersisa.

Boko Haram adalah kelompok militan brutal di Nigeria yang membawa-bawa nama Islam dalam pergerakannya. The International Crisis Group (ICG) seperti diansir BBC memperkirakan terdapat enam kelompok yang paling terorganisasi dan kejam di negara bagian Borno, dengan Boko Haram menguasai wilayah yang paling luas.

Sementara itu, Direktur Regional ICRC untuk Afrika, Patricia Danzi, seperti dilansir laman resmi ICRC, hari ini (16/10/2018), mengatakan, “Berita kematian Hauwa telah menghancurkan hati kami.”

“Kami memohon belas kasihan dan mengakhiri pembunuhan yang tidak masuk akal ini. Bagaimana mungkin dua pekerja perawatan kesehatan perempuan terbunuh dari belakang? Tidak ada yang bisa membenarkan ini.”

Hauwa (24) yang menjadi bidan di usia dini, digambarkan oleh orang-orang yang mengenalnya sebagai wanita yang ramah, dinamis dan antusias yang sangat dicintai oleh keluarga dan teman-teman. Dia benar-benar mendedikasikan pekerjaannya membantu wanita yang rentan di daerah rumah keluarganya.

Postcomended   11 September dalam Sejarah: Menara Kembar New York Ambruk

Laman ICRC menyebutkan, Hauwa diculik dalam serangan di kota timur laut Rann pada 1 Maret, bersama dengan Saifura Hussaini Ahmed Khorsa dan Alice Loksha. Saifura sengaja dibunuh pada 16 September, sementara Alice tetap dalam tahanan, bersama dengan Leah Sharibu, seorang siswa 15 tahun yang diculik oleh kelompok itu dalam insiden terpisah pada bulan Februari.

Hauwa dan Saifura bekerja di pusat layanan kesehatan yang didukung oleh ICRC; Alice bekerja di pusat yang didukung oleh UNICEF. Setidaknya tiga pekerja bantuan Nigeria tewas dan tiga lainnya terluka dalam serangan itu.  Sekitar 3.000 pekerja bantuan, sebagian besar dari mereka warga negara Nigeria, bekerja di timur laut Nigeria.

Para militan Boko Haram yang telah mengobarkan perang selama satu dasawarsa ini di wilayah itu secara teratur menyerang kamp-kamp tersebut dengan orang-orang bersenjata dan pembom bunuh diri.

Boko Haram bisa menguasai wilayah begitu luas karena mendapatkan sokongan dana antara lain dengan merampok bank. Pada 2012, militer Nigeria menuduh Boko Haram memeras dana dari pengusaha, politikus, pejabat pemerintah, dengan mengancam akan menculik jika tidak membayar.

Postcomended   Polri Tak Mau Termakan Desas-desus Tewasnya Pentolan ISIS Asal Solo

Selain itu, Boko Haram menyerang banyak pos polisi dan markas militer di Nigeria, mendapatkan berbagai persenjataan termasuk tank, truk, granat roket dan senapan. Pada 2011, pemimpin Boko Haram, Abubakar Shekau memuji pemimpin ISIS, Abu Bakr al-Baghdadi lewat sebuah video yang disebarkan tahun lalu dengan mengacu kepadanya sebagai khalifah.

Dia juga memuji tokoh al-Qaeda Ayman al-Zawahiri, saingan pemimpin ISIS, untuk mendapatkan dukungan kelompok jihadis dunia.***

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top