Kartu undangan resepsi pernikahan Cindra dan dua calon istrinya yang viral di medsos (kredit: Facebook)

Muhamad Cindra (24) tampaknya tak akan seberuntung tiga pria sebelumnya. Kementerian Agama keburu mengendus niatnya yang di luar kebiasaan umum untuk mengawini dua perempuan dalam waktu berdekatan, dengan rencana resepsi pernikahan di hari yang sama. Sebuah kartu undangan resepsi pernikahan “tandem” sudah disebar.

Jika melihat waktu akad nikah yang tertera di kartu undangan, akad nikah antara Cindra dengan calon mempelai wanita pertama, Indah Lestari (18), lebih dulu dua hari ketimbang dengan calon mempelai kedua, Perawati (22). Dengan begitu, Indah akan menjadi “permaisuri”, sekaligus sebagai istri yang dimadu.

Menyadari pernikahan resmi yang dicatatkan ke negara tidak dibenarkan, maka dengan berbesar hati, dengan alasan cinta, Perawati bersedia menikah secara siri (resmi secara agama saja).

Di kartu undangan tercantum, akad nikah dengan Indah digelar 6 November 2017, sedangkan dengan Perawati pada 8 November. Keesokannya, 9 November, mereka akan digandeng Cindra naik pelaminan bersamaan.

Postcomended   Mencekam: Saat Pesawat Terbang Melintasi Tiang-tiang Tornado

Dilansir Detikcom, Kepala Desa Teluk Kijing, Panser, sebagai pihak yang mengeluarkan surat Numpang Nikah (NA) untuk warganya, Indah, mengatakan, pernikahan macam ini sudah terjadi tiga kali di desanya. Teluk Kijing adalah satu desa yang berada di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Sumatera Selatan.

Pernikahan “poligami instan” di Muba juga pernah terjadi antara Ardiansyah (25) dengan Ria (25) dan Pegi (21), yakni pada Mei lalu.

Menurut penuturan keluarga Cindra, anak ketiga dari lima bersaudara ini adalah anak yang pendiam, sehingga mereka tidak menyangka pegawai di PT Petronesia Benimal (Subcon Conoco Philips), ini, bisa bagaikan don juan; memiliki pacar hingga dua orang.

Paman Cindra, Rustam, seperti diberitakan Tribunnews, mengatakan, Indah lebih dulu memperkenalkan diri atau diperkenalkan Cindra. Namun 15 hari kemudian, muncul Perawati, menyatakan ingin dinikahi Cindra. Keluarga menyimpulkan, karena mereka saling mencintai, maka tak ada alasan melarang.

Postcomended   9, 10, dan 11 Agustus dalam Sejarah: PD II Berakhir

 

 

 

Pihak keluarga mengaku terkejut perihal tersebarnya kartu undangan pernikahan keponakannya ini. Akibatnya, kabar ini sampai ke telinga Kemenag. Maka dengan kejam Kemenag Sumsel meminta ketiganya membatalkan dulu pernikahan tersebut.

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel, Alfajri Zabidi, membenarkan kabar pembatalan pernikahan ini dengan alasan melanggar syarat nikah. “Saya sudah sampaikan kepada KUA di sana (Kecamatan Lais) untuk tidak dilanjutkan akad nikahnya,” ujar Alfajri, seraya mengatakan bahwa rencana akad antara Cindra dengan Perawati tidak tercatat baik di daerah tempat tinggal Cindra (Sekayu) maupun Perawati (Lais).

Alfajri menjelaskan, tidak benar praktik pernikahan pertama jika belum benar-benar dicatatkan ke negara, sudah mau menikah lagi. “Seharusnya ada izin poligami dulu,” jelas Alfajri kepada Detikcom, 25 Oktober 2017.

Alfajri mengaku mengetahui rencana pernikahan ketiga insan ini dari media sosial. Seperti diketahui, foto kartu undangan tandem ini viral di Facebook dan Twitter sebelum diperheboh oleh media konvensional.

Postcomended   Raisa Gelar Acara Siraman, @xraisa6690 : "Sweet Moment with Ayah"

Alfajri sampai berencana memanggil ketiga calon pengantin untuk menanyakan alasan pernikahan tandem ini.

Akankah ketiga insan yang sedang dimabuk cinta ini menurut pada larangan Kemenag? Kita ikuti saja drama selanjutnya. Yang tabah ya Cindra.***

Share the knowledge