Terinspirasi Yahudi Kuno, Israel Bangun Pemakaman Bawah Tanah Masif di Yerusalem

Internasional
Share the knowledge

 

Terinspirasi nekropolis kuno, Israel membangun pemakaman bawah tanah raksasa yan dapat menampung 23 ribu kuburan. (gambar dari: https://www.ctvnews.ca/sci-tech/massive-modern-catacombs-set-to-open-in-jerusalem-1.4569858)
Terinspirasi nekropolis kuno, Israel membangun pemakaman bawah tanah raksasa yan dapat menampung 23 ribu kuburan. (gambar dari: https://www.ctvnews.ca/sci-tech/massive-modern-catacombs-set-to-open-in-jerusalem-1.4569858)

Ketika negeri semakin ramai, Israel membutuhkan pemakaman yang lebih luas. Saat ini, negara zionis ini sedang membangun sebuah pemakaman bawah tanah (katakombe) massif yang dapat menyediakan 23 ribu kuburan. Katakombe ini disebut terinspirasi adat Yahudi kuno.

Di bawah satu gunung di pinggiran Yerusalem, para pekerja sedang menyelesaikan tiga tahun kerja mereka di satu nekropolis (pekuburan) bawah tanah besar-besaran yang terdiri dari terowongan sepanjang 1,5 kilometer untuk memakamkan orang mati.

Di atasnya, pemakaman Har Hamenuchot telah mendominasi lereng bukit yang menghadap ke jalan raya utama menuju Yerusalem dari Tel Aviv. Oktober ini, manajemen pemakaman berencana membuka bagian pertama dari kompleks katakombe yang luas ini, yang akan menyediakan 23 ribu kuburan untuk negara yang semakin ramai ini.

“Orang-orang akan mati, mungkin selamanya,” kata Arik Glazer, kepala eksekutif Rolzur Tunneling, perusahaan yang membangun makam terowongan. “Jadi Anda harus mendapatkan ruang untuk itu.”

Persediaan tanah sangat sedikit di Israel, dan adat pemakaman Yahudi dan Muslim mengharuskan orang mati dikubur di tanah dan melarang kremasi. Pemakaman di puncak bukit sudah hampir penuh, dengan hampir menampung seperempat juta kuburan.

Postcomended   Pendiri WikiLeaks Terancam Segera Terusir dari Tempat "Persembunyiannya"

Pembukaan bagian bawah tanah pertama pada Oktober 2019 depan, akan memiliki kapasitas untuk 8.000. Bagian yang tersisa dijadwalkan untuk dibuka di tahun-tahun mendatang.

Seperti kota metropolitan lainnya yang semakin ramai, Tel Aviv telah memeluk struktur pemakaman vertikal untuk mengakomodasi permintaan yang meningkat, tetapi sekarang Israel mencari solusi di bawah tanah. Bahkan di musim panas yang terik, labirin kuburan ini dapat mempertahankan suhu stabil sepanjang tahun, yakni 23 derajat Celcius.

Mirip Hotel Kapsul Jepang

Dinding batu kapurnya memiliki empat baris yang tinggi dengan makam yang menyerupai hotel kapsul Jepang kecil. Perlengkapan lampu polyhedron berwarna api raksasa yang dirancang oleh seniman Jerman, Yvelle Gabriel, menjuntai di persimpangan antara jalan dan jalan-jalan jauh di dalam gunung.

Lampu api raksasa menghiasi polyhedron yang dirancang oleh seniman Jerman, Yvelle Gabriel,
menjuntai di persimpangan antar jalan dan jauh di gunung.

Seluruh proyek menelan biaya sekitar 50 juta dollar AS (sekitar Rp 700 M) dan hanya membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun untuk menyelesaikannya. “Terowongan hanya mengambil 5% dari total area bawah tanah gunung yang tersedia untuk makam di masa depan,” kata Glazer.

Postcomended   Menjaga Kali Tetap Lestari dan Memuliakan Air Lewat Budaya

Bagian dari inspirasi di balik proyek ini adalah adat Yahudi kuno tentang penguburan gua yang ditemukan di situs-situs di sekitar Tanah Suci, dari situs warisan Beit Shearim UNESCO di dekat Haifa, hingga lereng bukit berbatu di sekitar Yerusalem.

“Cetak biru dasar untuk proyek ini adalah pemakaman di Beit Shearim,” kata Adi Alphandary, kepala pengembangan bisnis Rolzur. Katakombe-katakombe itu, yang aktif antara abad kedua dan keempat, diakui oleh PBB sebagai Situs Warisan Dunia pada 2015.

Arkeolog Otoritas Kepurbakalaan Israel, Amit Reem, mengatakan, bahwa keluarga-keluarga akan menguburkan jenazah almarhum di katakombe, kemudian menutup pintu dengan batu selama delapan bulan.

“Ketika mereka membuka pintu gua, di dalam gua itu hanya kerangka tanpa daging,” kata Reem. Tulang-tulang itu kemudian dikumpulkan dan sering ditempatkan dalam kotak-kotak batu, yang dikenal sebagai osuarium, di dalam ruang gua.

Sementara kamar penguburan modern hanya akan disegel dengan penanda kubur, Hananya Shahor, direktur eksekutif asosiasi pemakaman Yahudi di Yerusalem, mengatakan bahwa para rabi Ortodoks yang mereka konsultasikan mengatakan, situs luas itu “100% dapat diterima sesuai dengan tradisi Yahudi”.

Postcomended   11 September dalam Sejarah: Rezim Demokratis Cile Pimpinan Allende Digulingkan Pasukan Dukungan AS

“Kami hampir yakin bahwa orang akan sangat menyukai cara ini, lebih dari sistem pemakaman yang lama,” katanya.***


Share the knowledge

Leave a Reply