Buy me a coffeeBuy me a coffee
Internasional

Terkait Sengketa Laut Cina Selatan, Filipina Makin Mesra dengan Rusia

Share the knowledge

Kapal perusak Rusia tiba di Filipina dengan jargon "goodwill visit" (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=gSTWgmrR8xI)

Kapal perusak Rusia tiba di Filipina dengan jargon “goodwill visit” (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=gSTWgmrR8xI)

Dengan menggunakan istilah “goodwill visit” (kunjungan niat baik), dua kapal perusak dan sebuah kapal tanker Rusia telah berlabuh di Filipina, di tengah meningkatnya ketegangan di Laut Cina Selatan (LCS) yang disengketakan. Manila menendang Washington dan berpaling ke Moskow?

Kapal perusak Admiral Tributs dan Vinogradov –yang diklasifikasikan sebagai “kapal besar anti-kapal selam”– merapat di Manila, Senin (8/4/2019) pagi, bersama dengan Admiral Irkut, sebuah “kapal tanker besar”, menurut Kantor Berita Filipina, seperti dilansir CNN.

Ini adalah kedua kalinya pada 2019 kapal-kapal Rusia berlabuh di Filipina. Pada awal Januari, tiga kapal angkatan laut Rusia berlabuh di ibukota Filipina untuk apa yang disebut sebagai kunjungan untuk “lebih meningkatkan dan mempertahankan promosi perdamaian, stabilitas dan kerja sama maritim”.

Kunjungan terbaru ini terjadi hanya beberapa bulan sebelum kedua negara menandatangani perjanjian kerja sama angkatan laut –kemungkinan pada bulan Juli 2019– yang dilaporkan akan melibatkan lebih banyak latihan bersama dan kunjungan pelabuhan timbal balik.

Postcomended   Wow, Tarian Tradisional Indonesia Pukau Pengunjung Disney Springs USA

Rusia dan Cina juga telah bergerak lebih dekat bersama dalam beberapa tahun terakhir, melakukan latihan militer bersama, dan menandatangani kesepakatan ekonomi, dengan kedua belah pihak mengklaim hubungan berada pada tingkat terbaik dalam sejarah.

Namun kunjungan Rusia pada Senin itu juga terjadi di tengah latihan bersama tahunan Balikatan antara Filipina dan AS, yang berakhir pada 12 April 2019. Latihan Balikatan menampilkan lebih dari 7.500 pasukan, pesawat tempur siluman F-35B, termasuk pelatihan penembakan langsung dan operasi amfibi.

Hubungan Moskow yang semakin besar dengan Filipina dan kehadirannya di wilayah itu terjadi pada saat meningkatnya ketegangan di LCS. Pemerintah Filipina mengatakan, ratusan kapal Tiongkok, termasuk beberapa kapal militer, telah terlihat di sekitar Pulau Thitu dalam rantai Spratly, yang dikendalikan oleh Manila tetapi diklaim Beijing.

Postcomended   Orang Amerika Masih Takut pada Teknologi Kendaraan Swakemudi

Armada Tiongkok mulai muncul di sekitar Thitu pada Desember dan Januari lalu, sekitar waktu Manila memulai konstruksi fitur maritim yang diperebutkan.

Dalam pidatonya Kamis (4/4/2019), Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memperingatkan Beijing untuk meninggalkan Pulau Thitu, mengancam dengan aksi militer sebagai tanggapan atas agresi Cina.

“Mari kita berteman, tetapi jangan menyentuh Pulau Pagasa dan yang lainnya,” kata Duterte, menurut CNN Filipina. Pagasa adalah nama Fiipina untuk Pulau Thitu. “Jika kamu bergerak di sana… Saya akan memberi tahu prajuritku, ‘bersiap untuk misi bunuh diri’,” ancam Duterte.

Cina dan Filipina hanyalah dua dari banyak negara yang mengklaim sebagian besar LCS, bersama dengan Vietnam, Malaysia, dan Brunei. Dalam upaya untuk memperkuat klaim mereka di wilaperairan tersebut, Cina telah membangun dan memiliterisasi pulau-pulau buatan di sepanjang jalur pelayaran penting.

Ketegangan sempat mereda setelah Duterte mengejar hubungan ekonomi yang lebih dekat dengan Beijing. Manila juga berpaling ke Moskow untuk mendapatkan dukungan, dengan Duterte mengalihkan ikatan negaranya yang sebelumnya dekat dengan Washington.***

Postcomended   Indonesia Belajar Minum Kopi Tanpa Ampas

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply


Buy me a coffeeBuy me a coffee
Buy me a coffeeBuy me a coffee
To Top