Internasional

Teroris Asing Berkeliaran di Filipina: Pasutri Indonesia Pelaku Bom Bunuh Diri Sulu

Share the knowledge

 

Anggota kelompok teroris Abu Sayyaf, yang disebut bersimpati kepada ISIS (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=_puI48CU0LU)

Anggota kelompok teroris Abu Sayyaf, yang disebut bersimpati kepada ISIS (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=_puI48CU0LU)

Kelompok teroris kondang Filipina, Abu Sayaf, tampaknya telah “mengimpor” pengebom bunuh diri asal Indonesia. Pihak berwenang Filipina menyebutkan, pelaku pemboman gereja Katolik di Sulu, Filipina Selatan, adalah sepasang suami istri asal Indonesia. Mereka mungkin dua dari sejumlah teroris asing lainnya yang disebut masih berkeliaran di negara ini.

 

Pada Minggu, 27 Januari 2019, ledakan hebat menghancurkan satu gereja Katolik (Katedral Jolo) di Sulu, Filipina Selatan, yang sedang dipenuhi umat. Sedikitnya 22 orang tewas, dan melukai seratusan lainnya.

Dikutip dari Bloomberg, Sekretaris Dalam Negeri Filipina, Eduardo Ano, mengatakan Jumat (1/2/2019), bahwa dua pelaku bom bunuh diri dari Indonesia berada di belakang ledakan tersebut. Menurut Ano, saat ini masih ada beberapa teroris asing lainnya di negara itu.

Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana, sempat mengatakan bahwa pasangan Yaman mungkin berada di balik ledakan itu.

Postcomended   #AhokBebas Ada Ancaman Pembunuhan Ahok di Balik Pemblokiran Telegram

Merespon insiden bom bunuh diri tersebut, pada minggu ini militer Filipina melancarkan serangan udara terhadap tempat yang diduga sarang kelompok sempalan Abu Sayyaf yang diyakini memimpin serangan ke gereja itu.

Di provinsi Maguindanao terdekat, operasi militer telah meningkat di sarang teroris, dan pesawat-pesawat pembom digunakan untuk menghancurkan bunker-bunker militan.

Sebelumnya, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengatakan, seperti dilansir Rappler, bahwa seorang wanita mengenakan salib meledakkan dirinya di dalam Katedral Jolo sementara suaminya berada di belakang ledakan kedua di pintu masuk gereja.

Duterte menegaskan bahwa pasangan suami istri (pasutri) ini bertanggung jawab atas ledakan mematikan di gereja Katolik tersebut. Kelompok yang mengaku dari Negara Islam (ISIS/ISIL) mengaku bertanggung jawab atas peledakan tersebut.

Berbicara kepada wartawan Selasa (29/1/2019), Duterte mengatakan dia menerima informasi dari komunitas intelijen. “Entah dia hanya lewat sebelum meledakkan dirinya sendiri. Masalahnya adalah wanita itu mengenakan salib. Itu adalah salib besar di dadanya,” kata Duterte dalam Bahasa tagalog, seperti dilansir Rappler.

Menurut Duterte, wanita ini memasuki gereja, kemudian meledakkan dirinya di tengah Misa Minggu pukul 8 pagi. “Karena dia seorang wanita, dia tidak membuat petugas keamanan curiga,” kata Duterte. Sedangkan suaminya meledakkan diri di dekat pintu masuk.

Postcomended   Kendaraan Korban yang Masih Teronggok di TKP Menghantui Warga Christchurch

insiden pemboman itu terjadi beberapa hari setelah para pemilih mendukung daerah otonom baru yang dimaksudkan untuk mengakhiri kekerasan selama beberapa dekade di daerah mayoritas Muslim yang miskin ini. Wilayah pulau Mindanao, adalah rumah bagi provinsi Sulu dan Maguindanao, yang sedang berada di bawah darurat militer.

Menyusul insiden tersebut, Sulu pada Sabtu (2/2/2019) pagi diguncang baku tembak antara militer Filipina dengan kelompok militan simpatisan ISIS.

Kolonel Gerry Besana, juru bicara Komando Mindanao Barat, mengumumkan, baku tembak hebat ini berlangsung hampir dua jam antara anggota batalyon pengintai ranger dan sedikitnya 150 anggota kelompok Abu Sayyaf yang dipimpin oleh Hatib Hajan Sawadjaan.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top