Internasional

Terungkap: 50 Juta Akun Facebook Disalahgunakan Cambridge Analytica #FacebookDown

Semua Hal yang Perlu Diketahui soal Skandal Cambridge Analytica ... Kumparan Christopher Wylie

Semua Hal yang Perlu Diketahui soal Skandal Cambridge Analytica … Kumparan Christopher Wylie

Cambridge Analytica, perusahaan analisa data yang bekerja dengan tim pemilu Donald Trump dan gugus kampanye yang memenangi Brexit, 

telah memanen jutaan profil Facebook yang menjadi peserta pemilihan presiden AS 2016.  Korporasi tersebut menggunakan informasi itu untuk membangun program dahsyat yang mampu memprediksi dan memengaruhi pilihan orang saat pemberian suara.  Skandal ini merupakan penyelewenangan data terbesar yang melibatkan raksasa teknologi.

Seorang pembisik bernama Christopher Wylie mengungkapkan kepada Observer bagaimana Cambridge Analytica—perusahaan yang dimiliki Robert Mercer, milyuner hedge fund,  yang kala itu dipimpin penasihat utama Trump, Steve Bannon—menggunakan informasi pribadi yang diambil tanpa izin di  awal 2014 untuk membangun    sebuah sistem yang bisa memprofilkan pemilih perorangan di AS, dengan tujuan menarget mereka dengan iklan-iklan politik yang dipersonalisasikan.

Postcomended   Presiden Duterte Meminta TKW Filipina Menciumnya di Bibir

Christopher Wylie yang berkerja dengan seorang akademisi Universitas Cambridge untuk mendapatkan data, mengungkapkan kepada Observer: “Kami  mengeksploitasi Facebook untuk memanen jutaan profil orang dan membangun model-model untuk mengeksploitasi apa yang kami ketahui tentang mereka dan mentargetkan roh-roh jahat dalam diri mereka.”

Dokumen yang sudah disaksikan Observer dan dibenarkan oleh pernyataan Facebook itu memperlihatkan bahwa di penghujung 2015 media sosial terkemuka tersebut telah tahu ihwal informasi yang telah dipanen dalam jumlah yang belum pernah terjadi. Begitupun, saat itu mereka tidak memberi tahu pengguna dan hanya mengambil langkah kecil untuk memperbaiki keadaan dan mengamankan informasi pribadi dari 50 juta lebih individu.

Postcomended   Adolf Hitler Tak Kemana-mana, Tidak Juga Ngumpet di Sisi Gelap Bulan

The New York Times melaporkan  bahwa salinan data yang dipanen untuk Cambridge Analytica masih bisa ditemukan di online. Mereka melaporkan bahwa timnya sedang memeriksa sebagian data mentah tersebut.

#socialmedia #marketing #digital #propaganda #facebook #digitalart #branding #publicidade #twitter #business #marketingdigital #digitalmarketing #advertising #entrepreneur #startup #entrepreneurship #digitalpainting #socialmediamarketing #sales #digitaldrawing #onlinemarketing #success #empreendedorismo #smallbusiness #mkt #midiassociais #marketingtips #seo #networking #photoshop

Share the knowledge

Pages: 1 2

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top