Internasional

Tes Toksikologi Sebut Tubuh Pesepakbola Emiliano Sala Dipenuhi Karbonmonoksida

Share the knowledge

Penelitian menyebutkan, tubuh pesepakbola Emilliano Sala yang tewas dalam penerbangan dengan pesawat ringan Piper Malibu, mengandung karbonmonoksida berlebihan. Pesawat jenis ini disebut rawan menghasilkan zat racun tersebut. (Gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=HA8DIowfwl0)

Penelitian menyebutkan, tubuh pesepakbola Emilliano Sala yang tewas dalam penerbangan dengan pesawat ringan Piper Malibu, mengandung karbonmonoksida berlebihan. Pesawat jenis ini disebut rawan menghasilkan zat racun tersebut. (Gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=HA8DIowfwl0)

Pesepakbola Emiliano Sala dan pilotnya yang tewas ketika pesawat yang ditumpangi mereka jatuh, kemungkinan terpapar karbon monoksida yang “berpotensi fatal”, para peneliti mengumumkan Rabu (15/8/2019). Berapa ambang batas karbonmonoksida yang aman di dalam tubuh?

“Tes Toksikologi menemukan bahwa para penumpang memiliki tingkat saturasi tinggi COHb (produk kombinasi karbon monoksida dan hemoglobin),” Cabang Investigasi Kecelakaan Udara Inggris (AAIB) mengatakan dalam buletin khusus, seperti dilaporkan AFP.

“Diperkirakan pilot itu juga terkena karbon monoksida,” tambahnya. Pemain Argentina itu terbang ke Wales dari Prancis untuk bergabung dengan klub Liga Premier Cardiff ketika pesawatnya jatuh di Selat Inggris pada 21 Januari 2019 saat penerbangan malam hari.

Tubuh Sala ditemukan, tetapi pilotnya, David Ibbotson, belum ditemukan. Keluarga Sala mengatakan, informasi di bulletin itu menimbulkan banyak pertanyaan. “Keluarga dan masyarakat perlu tahu bagaimana karbon monoksida bisa memasuki kabin,” Daniel Machover, pengacara untuk keluarga Sala, mengatakan dalam sebuah pernyataan.

Postcomended   8 April dalam Sejarah: Tukang Listrik Temukan Tubuh Kurt Cobain Tewas Terkapar

“Keluarga Emiliano memanggil AAIB untuk menyelamatkan rongsokan pesawat tanpa penundaan lebih lanjut,” tambahnya. Tes toksikologi pada Sala menunjukkan tingkat kejenuhan karboksihemoglobin (COHb) mencapai 58 persen, menurut AAIB.

“Level COHb 50 persen atau lebih pada individu yang sehat umumnya dianggap berpotensi fatal.” Buletin itu mengatakan bahwa keracunan karbon monoksida adalah risiko khusus pada jenis pesawat yang mereka tumpangi.m”Pesawat mesin Piston menghasilkan CO konsentrasi tinggi yang diangkut jauh dari pesawat melalui sistem pembuangan,” kata para peneliti.

“Penyegelan kabin yang buruk, atau kebocoran ke sistem pemanas dan ventilasi dari knalpot dapat menyediakan jalur bagi CO untuk memasuki kabin. “Dalam pesawat jenis ini, kokpit tidak terlepas dari kabin dan dianggap bahwa pilot juga akan terpengaruh sampai batas tertentu oleh paparan CO.”

Paparan gas dapat menyebabkan kerusakan pada otak dan sistem saraf, dengan ketidaksadaran dan serangan jantung yang mungkin terjadi dengan kadar COHb lebih dari 50 persen. “Jelas dari gejala bahwa paparan CO dapat mengurangi atau menghambat kemampuan pilot untuk menerbangkan pesawat tergantung pada tingkat paparan itu,” tambah bulletin tersebut.

Postcomended   Kamu Generasi Muda Yang Sering Lelah? Segera “Minum Ayam”

Cardiff mengatakan “prihatin” pada temuan laporan itu, yang sekali lagi menyoroti bahwa pesawat yang digunakan untuk Emiliano Sala tidak sesuai. “Kami terus percaya bahwa mereka yang berperan dalam mengatur penggunaannya dimintai pertanggungjawaban atas tragedi ini,” kata seorang juru bicara klub.

Pilot Buta Warna

Perhatian sebelumnya difokuskan pada pilot Ibbotson, yang dilaporkan tidak diizinkan terbang di malam hari. BBC mengatakan Ibbotson buta warna, yang secara otomatis akan mendiskualifikasi dia dari penerbangan malam.

AAIB juga mengatakan pesawat yang membawa Sala tidak berwenang untuk melakukan penerbangan komersial.
Tetapi para penyelidik menunjukkan bahwa Ibbotson di masa lalu telah mengangkut orang berdasarkan biaya-pembagian, yang disahkan oleh peraturan untuk pesawat kecil.

Pesawat yang ditumpangi Sala adalah jenis pesawat ringan Piper PA-46 Malibu dengan baling-baling di bagian depan, yang dirancang dan diproduksi oleh produsen Piper Aircraft di Amerika Serikat. Penerbangan perdana model PA-46 dilakukan pada November 1979 dan pesawat mulai beroperasi pada 1982.

Postcomended   Studi: Nama Mohammed Terpopuler di Berlin pada 2018

Pesawat memiliki kabin cukup luas dan ruang untuk kaki yang cukup untuk penumpang. Kabin dapat menampung lima penumpang. Sesuai standarnya, pesawat ini juga dilengkapi sistem penghasil oksigen yang menyediakan oksigen untuk penumpang yang diaplikasikan melalui masker oksigen.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top