Gulf News

Arab Saudi disebut melirik perusahaan mobil listrik AS sebagai exit plan dari ketergantungannya  terhadap minyak yang mulai menipis. Sesuai pernyataan pemilik perusahaan mobil listrik AS ini, Saudi sedang dalam pembicaraan untuk membangun perusahaan mobil listrik swasta. Ini menjawan isu pekan lalu mengenai seorang boss perusahaan mobil listrik kondang yang akan menarik perusahaannya dari bursa efek.

Arab Saudi tampaknya telah menggaet boss perusahaan mobil listrik Tesla, Elon Musk. Musk sendiri telah mengungkapkan bahwa ia sedang dalam pembicaraan dengan dana kekayaan kedaulatan Arab Saudi dan investor lain, untuk mendirikan produsen mobil listrik swasta.

Pernyataan ini diungkapkan seminggu setelah dia berkicau di Twitter bahwa pembiayaan untuk kesepakatan ini telah “diamankan”. “Saya terus berdiskusi dengan dana Saudi, dan saya juga berdiskusi dengan sejumlah investor lain, yang merupakan sesuatu yang selalu saya rencanakan karena saya ingin Tesla terus memiliki basis investor yang luas,” cuit Musk hari ini, Senin (13/8/2018).

Bagaimana dana kekayaan kedaulatan Arab Saudi terlibat dalam pembicaraan pembelian Tesla, Musk mengatakan dia “tidak mempertanyakan” bahwa Saudi akan membiayai transaksi seperti itu setelah pertemuan 31 Juli lalu. Transaksi, kata dia, seperti dilansir AFP, akan disusun dengan ekuitas agar tidak membebani Tesla dengan utang.

Postcomended   Cara-Cara Pemulihan Kesehatan Paru-Paru

Musk pada pekan lalu mengejutkan kalangan dunia usaha ketika menyatakan akan melakukan swastaisasi terhadap Tesla; artinya Tesla tidak lagi menjadi perusahaan publik. Ini memicu spekulasi bahwa ia akan perlu meminjam dana dalam jumlah besar, sebuah langkah yang dapat membebaskan perusahaan untuk beroperasi tanpa persyaratan laporan keuangan dan tekanan lain sebagai perusahaan publik.

Namun dalam posting blognya Senin, Musk mengatakan, laporan bahwa lebih dari 70 miliar dollar AS akan diperlukan untuk men-swastakan Tesla, terlalu didramatisasi. Musk menambahkan bahwa dana kekayaan kedaulatan Arab Saudi “telah mendekatinya beberapa kali”, dimulai pada awal 2017, tentang keinginan mengambil Tesla menjadi perusahaan swasta.

Menurutnya, Saudi membutuhkan peluang untuk melakukan diversifikasi yang tidak terkait dengan minyak sebagai penyumbang devisa Utama. Musk mengungkapkan, dana kekayaan kedaulatan “memiliki lebih dari cukup modal yang diperlukan untuk melakukan transaksi seperti itu”.

Akibat isu ini, saham Tesla sempat melonjak satu persen menjadi 359,28 dollar AS. Namun perdagangan Tesla ditangguhkan setelah Musk berkicau tentang rencana untuk mengubah Tesla tidak lagi menjadi perusahaan publik.

Tesla yang berbasis di California telah menjadi salah satu pembuat mobil yang paling berharga dengan harapan bahwa model listriknya akan mengganggu industri mobil arus utama, meskipun perusahaan itu hanya memproduksi tak lebih dari 100.000 kendaraan tahun lalu. Perusahaan telah berjuang meningkatkan produksi Model 3, yang lebih murah daripada model pertamanya dan dapat membantu memperluas basis Tesla.

Postcomended   Sonar Misterius Muncul dari Kawasan “Kuburan Atlantik”

Pekan lalu, Musk mengejutkan para investor ketika dia berkicau tentang keinginan untuk membuat Tesla menjadi perusahaan privat, dengan membeli saham dari publik seharga 420 dola AS per saham. Perusahaan memiliki kapitalisasi pasar lebih dari 60 miliar dollar AS minggu lalu.

Dalam pernyataannya, seperti dikutip Business Insider, Musk mengatakan memilih menjadi perusahaan swasta adalah “jalan terbaik ke depan” dan menambahkan bahwa pemungutan suara pemegang saham harus diadakan sebelum keputusan akhir dapat dibuat. Dia kemudian bercuit bahwa dukungan investor sudah dikonfirmasi.

Tesla dilaporkan didekati oleh SoftBank Jepang pada April 2017, meskipun sumber mengatakan kepada Bloomberg hari ini bahwa konglomerat tersebut tidak berencana berpartisipasi dalam transaksi untuk pembelian Tesla, karena sudah memiliki kepentingan dalam pembuat mobil lainnya dan program kendaraan otonom.

Postcomended   Apple Daftarkan Sejumlah Perangkat Baru yang Masih Misterius

Investasi Tesla akan menambah daftar pembelian profil tinggi di Arab Saudi. Perusahaan menginvestasikan 3,5 miliar dollar AS di Uber pada Juni 2016, bekerja sama dengan Softbank untuk dana teknologi 93 miliar dolar AS pada Mei lalu, dan berjanji untuk berinvestasi sekitar 1 miliar dollar AS di perusahaan ruang angkasa Virgin Group, Virgin Galactic, pada Oktober depan.***

 

 

Share the knowledge