Larang Orang Obesitas Naik Pesawat Kelas Bisnis, Maskapai Thailand ... Liputan6.com Airbus A380-841, Thai Airways International AN2253510. (Wikimedia/Creative Commons)

Larang Orang Obesitas Naik Pesawat Kelas Bisnis, Maskapai Thailand … Liputan6.com Airbus A380-841, Thai Airways International AN2253510. (Wikimedia/Creative Commons)

Rampingkan badan atau duduk di bagian belakang pesawat: itulah pesan dari Thai Airways International. Maskapai Thailand ini telah melarang penumpang dengan pinggang lebih besar dari 56 inci (142 cm) dari kabin kelas bisnis armada Boeing 787-9 “Dreamliner”-nya.

Keputusan ini menjadi kontroversi di tengah saran maskapai penerbangan lain agar penumpang berbadan besar duduk di kelas bisnis daripada ekonomi, agar lebih nyaman.

Maskapai penerbangan yang dikenal sebagai THAI ini, telah memasang sabuk pengaman di kabin premium dengan kantong udara (airbag). Gunanya untuk mencegah kepala wisatawan memengaruhi bagian belakang kursi di depan jika terjadi perlambatan mendadak.

Pabrikan kantong udara, AmSafe, Phoenix, Arizona, AS, seperti dilaporkan The Independent, mengatakan, perangkat ini menuntut “kepatuhan untuk mempersulit mengesahkan penempatan kursi”.

Postcomended   GRAND KEMANG JAKARTA Promo Spirit of Ramadan & Idul Fitri

Perusahaan itu mendeskripsikan kantong udara sebagai: “Sistem pertahanan diri modular yang dirancang khusus untuk meningkatkan perlindungan penumpang dari cedera di kepala yang serius selama kecelakaan pesawat, serta meningkatkan kemampuan penumpang untuk keluar dari pesawat.”

Dilansir Vice dari Bangkok Post, tampaknya kursi di kelas bisnis pada pesawat “Dreamliner” ini tidak dirancang untuk penumpang dengan lingkar pinggang melebihi 142 cm, karena sabuk pengaman akan menghalangi penempatan kantong udara dan bisa menyebabkan bahaya saat keadaan darurat jika dipanjangkan.

Kareanya Direktur Keamanan dan Standar Penerbangan THAI, Letnan Penerbang Prathana Patthanasiri, mengatakan bahwa kebijakan dibuat demi keamanan penumpang.

Biasanya, penumpang berbadan lebih besar dikeluarkan dengan sabuk pengaman extender. Tetapi airbag harus dipusatkan di pinggang penumpang agar aman dan efektif.

Postcomended   Gojek Masuk 20 Besar "World Changer" Versi Majalah Fortune

Pihak AmSafe mengatakan: “Airbag akan menyebar dan menjauh dari penumpang yang duduk; memberikan perlindungan ke kepala, leher dan badan.” Sementara itu, extender akan mengurangi perlindungan.

Pembatasan yang sama oleh THAI tidak termasuk orang tua yang bepergian dengan bayi di pangkuan mereka di kelas bisnis, yang dicap oleh THAI sebagai kelas Royal Silk.

Maskapai penerbangan Thailand memasarkan produk premiumnya dengan kalimat: “THAI mengundang Anda dalam perjalanan sehalus sutra di kabin kelas bisnis kami yang elegan yang terinspirasi oleh budaya dan warisan Thailand yang kaya. “Apapun kebutuhan Anda, kami jamin bahwa Anda akan benar-benar diperlengkapi untuk melonggarkan dan bersantai atau mengejar dunia bisnis.”

Menanggapi diskriminasi ini, aktivis terkemuka Thailand, Srisuwan Janya, mengancam akan melaporkan maskapai ke pengadilan dan menganggap kebijakan baru ini telah melanggar undang-undang dan bersifat diskriminatif. Namun penerapan aturan ini cukup berani di tengah pengumuman keuntungan THAI yang menurun hingga 30 persen pada Februari.

Postcomended   Satu Kelompok Nirlaba Berhasil Paksa Starbucks Tempelkan Peringatan Kanker

THAI bukan maskapai pertama yang melarang penumpang dari kursi standar karena alasan keselamatan. Tahun lalu, Jetstar mulai membebankan biaya tambahan sekitar Rp 412-687 ribu kepada orang tua yang membawa bayi untuk penerbangan domestik dan luar negeri.

Share the knowledge