Tiga Kandidat Presiden Amerika 2020, Bela Anggota Kongres Muslim dari Tuduhan Anti-Semit

Internasional
Share the knowledge

 

Bernie Sanders (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=p5ZB8Lg1tcA)
Bernie Sanders (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=p5ZB8Lg1tcA)

Senator Bernie Sanders muncul untuk membela anggota Kongres lhan Omar dari tuduhan anti-Semit. Pernyataan dukungan Sanders ini didukung kandidat presiden lainnya dari Demokrat, Elizabeth Warren dan Kamala Harris.

Sanders yang mencalonkan diri lagi untuk pemilu presiden 2020 mengatakan, ada perbedaan utama antara anti-Semitisme dan kritik yang sah terhadap pemerintah Israel.

Senator veteran Vermont itu mengeritik reaksi anggota DPR Amerika Serikat (AS), khususnya dari partai Demokrat,  terhadap Omar, setelah dia sangat dikecam karena cuitannya di akun Twitter-nya  yang mengatakan: “Saya seharusnya tidak diharapkan mendukung untuk setia/berjanji kepada negara asing agar melayani negara saya di Kongres atau untuk melayani di komite,” tulis Omar, mengacu pada hubungan Amerika-Israel.

Komentar Omar, yang juga telah ditegur oleh anggota partainya sendiri (Demokrat), dipandang sebagai mengeksploitasi kiasan anti-Semit dan menyerang dukungan AS terhadap Israel. Omar juga sempat dikritik oleh sesama Demokrat yang juga anak Bill dan Hilary Clinton, Chelsea Clinton.

Dalam sebuah pernyataan, Sanders –yang belum lama ini menyatakan akan kembali mencoba peruntungan sebagai kandidat presiden pada pemil AS 2020– mengatakan bahwa sementara anti-Semitisme adalah “ideologi yang penuh kebencian dan berbahaya yang harus ditentang keras, kita tidak boleh menyamakan anti-Semitisme dengan kritik yang sah terhadap pemerintah sayap kanan Netanyahu di Israel.”

Postcomended   2018 Terpanas Keempat, Namun Lima Tahun ke Depan Bakal Lebih Parah

“Sebaliknya, kita harus mengembangkan kebijakan Timur Tengah yang adil yang menyatukan orang Israel dan Palestina untuk perdamaian abadi,” kata Sanders, seperti dilaporkan HuffPost, yang diteruskan laman Newsweek.

“Apa yang saya takutkan sedang terjadi di DPR sekarang adalah upaya untuk menarget anggota Kongres Omar sebagai cara untuk melumpuhkan perdebatan tersebut. Itu salah,” kata Sanders.

Pernyataan Sanders ini muncul setelah anggota partai Demokrat senior ini berencana memilih resolusi yang mengutuk anti-Semitisme, yang dilihat sebagai tanggapan langsung terhadap komentar Omar. Pemungutan suara ditunda karena Komite Urusan Luar Negeri DPR-AS menulis ulang resolusi untuk memasukkan kecaman terhadap semua kebencian.

Kandidat presiden dari Partai Demokrat, Kamala Harris, juga mengeluarkan pernyataan membela Omar, yang mengisyaratkan bahwa sorotan saat ini pada anggota kongres ini “dapat menempatkannya dalam risiko”. “Kita harus mengadakan diskusi yang sehat dan penuh hormat tentang kebijakan ini,” kata Harris, seperti dilansir HuffPost.

“Anda berdua dapat mendukung Israel dan setia kepada negara kami. Saya juga percaya ada perbedaan antara kritik terhadap kebijakan atau pemimpin politik, dengan anti-Semitisme.” Elizabeth Warren, kandidat presiden dari Partai Demokrat lainnya, menyatakan pandangan yang sama dalam pernyataannya membela Omar.

Postcomended   Remaja Inggris Tewas Bersimbah Darah: di Perutnya Ditemukan Lima Kantung Ekstasi

“Kami memiliki kewajiban moral untuk memerangi ideologi kebencian di negara kami sendiri dan di seluruh dunia dan itu termasuk anti-Semitisme dan Islamophobia. Dalam sebuah demokrasi, kita dapat dan harus memiliki perdebatn terbuka dan penuh hormat tentang Timur Tengah yang berfokus pada kebijakan,” kata Warren.

“Menciptakan kritik terhadap Israel sebagai anti-Semit, secara otomatis memiliki efek mengerikan pada wacana publik kita dan membuatnya lebih sulit untuk mencapai solusi damai antara Israel dan Palestina. Ancaman kekerasan –seperti yang dilakukan terhadap Omar– tidak pernah bisa diterima.”

Omar, yang terpaksa meminta maaf atas pernyataan sebelumnya di mana dia menyebutkan bahwa Komite Urusan Publik Israel Amerika (AIPAC) membayar politisi agar mendukung Israel, telah membela pernyataan terbarunya. “Menentang Netanyahu dan pendudukannya tidak sama dengan menjadi anti-Semit. Saya bersyukur kepada banyak sekutu Yahudi yang telah berbicara dan mengatakan hal yang sama,” cuitnya 2 Maret lalu.

Trump Minta Omar Undur Diri

Postcomended   Gallup: Sepertiga dari 1.522 Responden Percaya UFO Pernah Datang ke Bumi

Presiden AS, Donald Trump, menyerukan Omar untuk mengundurkan diri setelah komentarnya tentang AIPAC tersebut. Sebagai tanggapan, Omar menuduh Trump berusaha mengalihkan perhatian dari komentar-komentar kontroversialnya sendiri.

“Anda telah diperdagangkan dalam membenci seluruh hidup Anda; terhadap orang Yahudi, Muslim, Pribumi, imigran, orang kulit hitam, dan banyak lagi,” Omat bercuit menyindir Trump Februari lalu.***

 


Share the knowledge

Leave a Reply