Pelapor Mengaku Dilecehkan Kardinal Pell di Kolam Renang ... Internasional | Republika Online - Republika Kardinal George Pell saat meninggalkan gedung pengadilan Melbourne Magistrates' Court, Senin (19/

Pelapor Mengaku Dilecehkan Kardinal Pell di Kolam Renang … Internasional | Republika Online – Republika Kardinal George Pell saat meninggalkan gedung pengadilan Melbourne Magistrates’ Court, Senin (19/

Seorang pegawai Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan dia secara seksual diserang oleh seorang pejabat tinggi PBB. Dia telah berbicara secara terbuka untuk pertama kalinya, dan menyebutkan bahwa dia ditawari promosi jika mau menerima permintaan maaf dari pejabat itu. Pegawai PBB ini mengklaim organisasi dunia tersebut gagal menanggapi keluhannya dengan serius. Sang pejabat menyangkal tuduhan tersebut.

Dalam sebuah wawancara eksklusif dengan CNN, Martina Brostrom menuduh seorang asisten sekretaris jenderal PBB, Dr Luiz Loures, menyeretnya di lift hotel, menciumnya secara paksa, dan mencoba menyeretnya ke kamarnya, selama konferensi pada tahun 2015 di Bangkok, Thailand.

“Saya memohon padanya, dan saya hanya bersiap dengan semua yang saya bisa untuk tidak meninggalkan lift,” ujar wanita yang bekerja sebagai penasihat kebijakan di UNAIDS ini, suatu program AIDS global PBB, kepada Christiane Amanpour dari CNN.

Postcomended   Dua Lusin Negara Telah Usir 150 Diplomat Rusia, Rusia Siap Membalas

Atas tuduhan itu, Loures menyangkal. Dia mengatakan kepada CNN ia bekerja sama sepenuhnya dengan penyelidikan 14 bulan, yang menyimpulkan bahwa klaim Brostrom tidak terbukti. Brostrom mengritik penyelidikan itu sebagai “sangat cacat.”

Loures, yang juga Wakil Direktur Eksekutif UNAIDS, meninggalkan PBB pada akhir kontraknya di minggu terakhir Maret 2018 ini. Menurut PBB, itu adalah keputusan Loured sendiri. Seorang juru bicara UNAIDS mengatakan kepada CNN bahwa penyelidikan atas dugaan Brostrom mengikuti “proses hukum” dan dia dipersilahkan untuk mengajukan banding.

Brostrom adalah satu dari tiga wanita lain yang mengungkapkan diperlakukan serupa oleh Loures. Wanita lain itu, Malayah Harper, mengatakan kepada CNN bahwa Loures menyerangnya dengan cara yang sangat mirip dengan Brostrom di sebuah hotel pada 2014. Sementara wanita ketiga mengatakan kepada CNN tentang sebuah serangan beberapa tahun lalu; namun dia meminta identitasnya tak diungkapkan karena pekerjaannya saat ini.

Beberapa orang yang dekat dengan kepala UNAIDS, Michel Sidibe, mengaku telah memperingatkan dia tentang Loures selama setidaknya tiga tahun. Dalam rekaman audio yang diperoleh CNN, Sidibe membantah diperingatkan. Dia malah memuji keputusan Loures untuk meninggalkan PBB sebagai “berani”, dan menyerang karyawan yang berbicara secara terbuka tentang klaim pelecehan seksual di PBB itu. “Mereka (ketiga wanita tersebut) tidak memiliki pendekatan moral,” kata Sidibe.

Postcomended   Gunung Rinjani Jadi Anggota Baru Unesco Global Geopark

Adanya tuduhan tersebut menunjukkan ironi yang mendalam. Meskipun program HIV/AIDS PBB telah lama mempromosikan pemberdayaan perempuan sebagai hal penting untuk mengakhiri epidemi, beberapa aktivis dan mantan karyawan PBB mengatakan kepada CNN bahwa organisasi tersebut juga telah lama melindungi seorang eksekutif yang dicaci telah melakukan pelecehan seksual.

Reputasi adalah Sakral
Para kritikus PBB mengatakan bahwa mereka (UNAIDS) telah gagal menerima tuduhan kekerasan seksual secara serius, demi memprioritaskan reputasi organisasi atas kewajibannya melindungi karyawan. PBB mengatakan pihaknya melipatgandakan upayanya untuk memerangi pelecehan, mendorong pelaporan, dan melindungi para penuduh dari pembalasan.

Postcomended   Melalui Postingan di Facebook, Zuckerberg Mengaku Salah

Stephen Lewis, mantan pejabat senior di UNICEF yang sekarang bekerja sama dengan LSM yang bekerja pada kebijakan AIDS, mengatakan, pejabat PBB berpegang pada pandangan bahwa reputasinya adalah sakral. “Ada pemahaman bahwa dalam situasi apa pun Anda tidak dapat menempatkan PBB pada risiko,” kata Lewis, yang telah mengadvokasi atas nama Brostrom.(***/CNN)

Share the knowledge