Aktivis Lingkungan Mencemaskan Tiga Startup Pesawat Supersonik

Internasional
Share the knowledge

 

Pesawat supersonic rancangan startup Boom Supersonic menjadi satu dari tiga perusahaan yang berencana mengembalikan pesawat berkecepatan suara ini ke angkasa (https://www.youtube.com/channel/UCqgUPhWBtIl12rpn-GoA6hQ)
Pesawat supersonik rancangan startup Boom Supersonic. Perusahaan ini menjadi satu dari tiga perusahaan yang berencana mengembalikan pesawat berkecepatan suara ini ke angkasa (https://www.youtube.com/channel/UCqgUPhWBtIl12rpn-GoA6hQ)

Setidaknya ada tiga perusahaan yang berharap dapat membawa kembali pesawat supersonik ke angkasa. Namun kelompok lingkungan khawatir kembalinya mereka dapat berarti peningkatan besar gas rumah kaca.

Dilansir laman USA Today, masalah ini diperkirakan akan mencuat pekan depan ketika regulator internasional merencanakan pertemuan di Kanada mulai Senin (4/2/2019) untuk membahas standar lingkungan dan kebisingan untuk teknologi transportasi supersonik yang baru saja dihidupkan kembali.

Pada Rabu (30/1/2019), Dewan Internasional tentang Transportasi Bersih merilis studi tentang dampak iklim dari menciptakan jaringan supersonik komersial terbaru, untuk mengantisipasi pertemuan di Kanada tersebut.

Jet supersonik terbang lebih cepat dari kecepatan suara dan pada ketinggian yang lebih tinggi. Jet-jet itu bisa terbang dari Paris ke New York dalam tiga setengah jam; tidak mencapai setengahpun dari kecepatan jet komersial biasa yang membutuhkan waktu delapan jam.

British Airways dan Air France mengoperasikan layanan supersonik Concorde sejak 1976 hingga 2003. Proyek ini dihentikan selain karena rendahnya penjualan tiket yang mahal, juga menyusul kecemasan atas insiden kecelakaan pada 2000 yang menewaskan 113 orang.

Postcomended   Satu Kelompok Nirlaba Berhasil Paksa Starbucks Tempelkan Peringatan Kanker

Sekarang setidaknya tiga startup sedang bekerja untuk membawa transportasi supersonik kembali mengangkasa, termasuk Boom Supersonic yang berfokus secara komersial, dan dua lainnya bekerja pada jet bisnis, Spike Aerospace dan Aerion Supersonic.

Komite Perlindungan Lingkungan Penerbangan Organisasi Penerbangan Sipil Internasional, satu kelompok PBB, akan bertemu di Montreal, Kanada, untuk membahas standar pesawat supersonik, yang belum diterbangkan secara komersial selama 16 tahun.

Kekhawatiran di antara kelompok-kelompok lingkungan adalah bahwa jet supersonik membakar lebih banyak bahan bakar per penumpang daripada jet konvensional. Dewan Internasional tentang Transportasi Bersih memperkirakan jet supersonik terbaru ini akan mengonsumsi bahan bakar sebanyak 5-7 kali lipat per penumpang dibandingkan pesawat subsonik pada rute yang sama.

Itu sebagian karena dengan kecepatan ekstra dia akan membutuhkan lebih banyak bahan bakar dan juga karena jet supersonik diharapkan mengangkut lebih sedikit penumpang untuk setiap pesawatnya.

Industri penerbangan telah menetapkan tujuan mengurangi emisi karbon dioksida (CO2) hingga setengahnya pada  2050 dibandingkan dengan tingkat 2005; tingkat yang sudah diperkirakan sulit dipenuhi, kata Dan Rutherford, direktur program penerbangan di Dewan Internasional Transportasi Bersih.

Postcomended   Digempur Ratusan Rudal, Warga Damaskus Malah Turun ke Jalanan

“Menambahkan pesawat-pesawat ini (kembali ke penerbangan), yang bisa lima sampai tujuh kali lebih intensif karbon daripada jet subsonik yang sebanding, hanya demi menghemat beberapa jam terbang di atas Atlantik, tampaknya bermasalah bagi saya,” kata Rutherford.

Ini menjadi masalah ketika dunia berupaya mengurangi karbon dioksida yang dipancarkannya untuk mencegah dampak terburuk perubahan iklim.

Boom Supersonic mengatakan sedang berupaya membuat penerbangan supersoniknya berkelanjutan dan bahwa tujuannya adalah membuat pembakaran bahan bakar diperlukan untuk perjalanan supersonik yang setara dengan kelas bisnis dengan pesawat konvensional.

“Kami berkomitmen mendorong ‘amplop’ untuk menemukan cara-cara baru untuk membuat perjalanan supersonik berkelanjutan secara lingkungan dan sosial bagi generasi yang akan datang,” kata Dan Mahoney, chief marketing officer Boom.

Amplop alias “envelope” dalam dunia penerbangan adalah istilah untuk kemampuan desain dalam hal kecepatan udara dan faktor muatan atau ketinggian, atau juga kemampuan manuver.

Kelas bisnis adalah antara dua hingga tiga kali lebih intensif daripada kelas ekonomi karena jumlah energi yang dibutuhkan untuk menerbangkan pesawat dibagi di antara orang-orang yang diterbangkan. Semakin banyak orang, semakin efisien energi. Kelas bisnis menampung lebih sedikit orang, sehingga kurang efisien.***

Postcomended   20 Februari dalam Sejarah: Uni Soviet Luncurkan Stasiun Mir ke Orbit di Sekitar Bumi

 


Share the knowledge

Leave a Reply