Lifestyle

Tiga Tahun Lagi Manusia Bisa Menjadi Baterai bagi Perangkat Elektroniknya Sendiri

Makin cepat berjalan/berlari/bergerak, makin kuat energi yang dihasilkan manusia (sumber foto: https://events.nau.edu/event/lumberjack-wake-up-walk/)

Makin cepat berjalan/berlari/bergerak, makin kuat energi yang dihasilkan manusia (sumber foto: https://events.nau.edu/event/lumberjack-wake-up-walk/)

Tiga tahun lagi, powerbank mungkin bakal tak laku. Ini jika benar bahwa manusia akan bisa menjadi powerbank bagi segala macam perangkat elektronik miliknya di masa yang tak lama lagi itu.  Berjalan, berlari, bahkan melakukan sesuatu yang lebih lambat seperti mengetik, disebut akan menciptakan energi yang membuat ponsel, tablet, sensor medis, bahkan powerbank, dll, bekerja. Semakin cepat Anda bergerak, semakin banyak listrik yang dihasilkan.

Inovasi ini, seperti dilansir Popular Science, berasal dari perangkat yang dikenal dengan nanogenerator triboelektrik, atau TENG. Perangkat ini bakal mampu menangkap energi kinetik dari gerakan manusia, serta dari sumber energi non-manusia lainnya seperti angin, gelombang air, dan getaran mesin. TENG bergantung pada kontak antara dua atau lebih bahan untuk menghasilkan listrik.

“Kita semua pernah mengalami bahwa balon yang digosokkan pada rambut kita dapat (menempel) ke dinding atau menarik potongan-potongan kertas kecil,” kata Ishara Dharmasena, seorang mahasiswa doktoral di Universitas Surrey, Inggris, yang memimpin sejumlah ilmuwan dalam proyek tersebut.

Contoh lain, pakaian yang dipakai di siang hari yang kering, cenderung menempel pada kulit. Semua ini, kata Dharmasena, karena efek triboelectric, atau pengisian statis. TENG menggunakan efek triboelectric untuk mengubah gerakan menjadi listrik.

Dalam kehidupan nyata, jelas Dharmasena, TENG terhubung ke sumber gerakan, seperti mesin bergetar, pakaian, dan kontak/aksi menggosok dari lapisan TENG yang menghasilkan pengisian permukaan triboelektrik. Ketika permukaan triboelektrik bermuatan dipindahkan relatif satu sama lain –menghubungi, memisahkan atau menggeser– itu menciptakan arus.

“Output daya jelas tergantung pada tingkat aktivitas. Semakin cepat gerakan Anda, semakin tinggi kekuatan yang dihasilkan. Teknologi ini dapat bekerja dengan gerakan frekuensi rendah, yaitu, gerakan yang lebih lambat seperti berjalan, mengetik, gerakan lengan… (yang) terkait dengan gerakan harian yang khas untuk rata-rata orang,” ujarnya.

Postcomended   Rilis Smartphone Lipat Pertama, Royole Salip Samsung di Tikungan

Surrey tak sendiri dalam meneliti penggunaan tubuh manusia sebagai sumber energi. Hal serupa juga sedang dilakukan antara lain Universitas Negeri New York di Buffalo dan Institut Semikonduktor (IoP) di Chinese Academy of Science (CAS).

Ravi Silva, Direktur Advanced Technology Institute (ATI) Universitas Surrey mengatakan, dunia sangat membutuhkan bentuk-bentuk baru sumber energi yang terjangkau dan berkelanjutan. TENG kata dia, memainkan peran utama dalam mewujudkan impian ini.

“TENG tidak hanya menyajikan peluang bagus untuk industri elektronik konsumen, tetapi mereka adalah kelompok material yang sangat menarik yang dapat digunakan di semua negara dan lokasi terpencil di mana jaringan (listrik) nasional tidak meluas.

Dharmasena setuju. Masa depan bauran energi global, kata dia, akan bergantung pada sumber terbarukan, dan TENG memungkinkan manusia menangkap energi dari lingkungannya sendiri. Pekerjaan ini, jelas Dharmasena, telah mengubah cara manusia memahami pemanenan energi, dan memungkinkan para peneliti di seluruh dunia mengeksploitasi kemampuan sejati nanogenerator triboelektrik.

“Kami sekarang mengharapkan teknologi ini dalam produk elektronik rumah tangga dan industri, memenuhi kebutuhan energi seluler dan otonom generasi baru,” ujarnya.

TENG Mudah Dibuat

Para ilmuwan Surrey, semuanya dari ATI, baru-baru ini menerbitkan panduan langkah demi langkah tentang cara membangun TENG yang paling efisien, dengan tujuan meningkatkan desain dan output daya mereka, dan mendorong para ilmuwan lain untuk membuatnya. Studi mereka muncul di jurnal Advanced Energy Materials.

Menurut Dharmasena, TENG dapat dibuat dengan sangat mudah; cukup dengan memasang dua lembar plastik, dan melapisi logam di sisi belakangnya. Kontak dan pemisahan atau penggeseran lembaran ini yang akan menghasilkan listrik. Arus listrik dapat diperoleh dengan menghubungkan dua kabel ke lapisan logam.

Postcomended   Google Cekal Aplikasi Penambang Mata Uang Kripto dan Aplikasi Senjata Api #suruhgoogleaja

Setiap jenis TENG yang berbeda dapat dirancang dan dikembangkan menggunakan berbagai plastik, logam, kain dll. TENG dapat dibuat dengan kain seperti kapas atau sutra, yang merupakan bahan triboelektrik yang baik. Mereka juga dapat dibuat dalam warna berbeda atau transparan saja, ketebalan dan bentuknya juga bisa diatur.

TENG, kata Dharmasena, dapat diproduksi dalam ukuran yang cukup kecil sehingga bisa dimuat dalam sol sepatu misalnya. Sementara TENG yang besar dapat dirancang untuk dipasang di trotoar atau lantai pintar. “Kita dapat menutupi mesin, atau bagian dari kendaraan dengan TENG,” katanya.

Beberapa kelompok penelitian, ungkat Dharmasena, telah menunjukkan kemampuan TENG untuk dikembangkan untuk meniru kulit –kulit buatan atau kulit sekunder– atau TENG yang dapat ditanamkan ke tubuh manusia (atau) hewan.

Penemuan ini, sambung dia, dapat digunakan dua cara, baik dimasukkan ke dalam pakaian yang terbuat dari jenis kain yang berfungsi sebagai unit daya, atau terpasang sebagai modul yang dekat dengan perangkat elektronik. “Dalam kedua kasus, TENG dapat mengekstrak energi gerak dari gerakan berjalan, berlari, yang dilakukan lengan dan kaki, dll, dan dapat membantu menyalakan perangkat elektronik,” katanya.

Saat ini, pemanenan energi membutuhkan kombinasi teknologi. “Saat ini, TENG dapat menghasilkan output intermiten, yaitu, kekuatan/arus tidak kontinyu, dan berubah dengan gerakan,” katanya. “Oleh karena itu, mereka perlu dikombinasikan dengan kapasitor dll, untuk memastikan pasokan daya yang efektif.”

Postcomended   Apple Belum Niat Bikin Ponsel 5G hingga 2020, Samsung Diduga Bakal Melibas

Namun demikian, ia menambahkan, TENG sangat ideal untuk menyalakan sensor jarak jauh, misalnya, sensor listrik yang ditempatkan di luar rumah, yang dapat beroperasi dengan menangkap angin, dan perangkat yang memerlukan mobilitas tingkat tinggi, seperti perangkat medis atau hiburan yang terhubung ke orang.

TENG dapat digunakan untuk mengisi baterai ponsel Anda, sepenuhnya atau sebagian, pada siang hari, menggunakan gerakan tubuh Anda, atau untuk mengoperasikan sensor yang dapat dikenakan untuk memberikan informasi kesehatan.

Dia mengatakan beberapa perkiraan memiliki penggunaan TENG dengan biaya kurang dari 3 sen per kWh. “Meskipun biaya sebenarnya untuk perangkat ini masih harus dievaluasi, terutama ketika dilakukan manufaktur berskala besar, namun TENG dapat dibuat dengan material berbiaya rendah umum, dengan metode yang mudah, sehingga mereka dapat dibuat dengan murah. Oleh karena itu, meningkatkan TENG jelas merupakan suatu kemungkinan dalam waktu dekat,” ujar Dharmasena***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top