MH17 evidence points to 'rogue state' Russia, Tony Abbott says The Australian The reconstructed cockpit section of MH17. Picture: Stephen Lock

MH17 evidence points to ‘rogue state’ Russia, Tony Abbott says The Australian The reconstructed cockpit section of MH17. Picture: Stephen Lock

Sebanyak 298 penumpang dan awak pesawat Malaysia Airlines, tewas ketika pesawat berkode MH17 ini ditembak rudal saat melintasi wilayah konflik di Ukraina, 17 Juli 2014. Pemerintah Rusia menuding pelakunya adalah seorang pilot angkatan udara Ukraina. Tak kuasa menanggung tuduhan, Maret lalu pilot ini bunuh diri. Namun penyelidikan terbaru yang dipimpin Belanda justru menunjuk Rusia sebagai biang kerok.

Untuk pertama kalinya, tim yang dipimpin Belanda mengatakan rudal itu berasal dari sebuah unit yang berbasis di Rusia barat; sebuah brigade Rusia. Boeing 777 itu pecah di udara dalam perjalanan dari Amsterdam ke Kuala Lumpur. Rudal ditembakkan dari wilayah yang dikuasai pemberontak pro Rusia di Ukraina.

Kamis (24/5/2018), Wilbert Paulissen, seorang pejabat Belanda dari Tim Investigasi Gabungan (JIT), mengatakan kepada wartawan: “Semua kendaraan dalam konvoi yang membawa rudal itu adalah bagian dari pasukan bersenjata Rusia.

Postcomended   Dua Korea Sedang Akur: Pipi Kim Memerah Saat Berfoto Bersama Girls Band K-Pop

Dia mengatakan, setelah mempelajari semua foto dan rekaman yang tersedia, para penyelidik melacak konvoi itu merupakan konvoi brigade ke-53 Rusia, yang terdiri dari 300 orang yang bermarkas di kota Kursk.

Insiden terjadi di puncak konflik antara pasukan pemerintah dan separatis pro-Rusia. Pesawat meninggalkan Bandara Schiphol pada 17 Juli 2014 dan dijadwalkan tiba di Kuala Lumpur di Malaysia pada hari berikutnya.

Saat diperkirakan berada di sekitar 50 km dari perbatasan Rusia-Ukraina, pesawat kehilangan kontak dengan kontrol lalu lintas udara, hingga kemudian muncul informasi MH17 telah jatuh di wilayah Donetsk; wilayah yang dikuasai separatis pro-Rusia.

Rekaman kemudian dirilis oleh pemerintah Ukraina yang mengisyaratkan bahwa misil Buk buatan Rusia telah dipindahkan melintasi perbatasan Rusia keesokan harinya. Pada Oktober 2015, Dewan Keselamatan Belanda menyimpulkan bahwa pesawat itu benar-benar terkena rudal Buk.

September 2016, JIT yang mencakup pejabat dari Belanda, Australia, Belgia, Malaysia dan Ukraina, mencapai kesimpulan serupa dalam laporan awal, bahwa ada “bukti tak terbantahkan” rudal itu dibawa dari wilayah Rusia dan ditembakkan dari lapangan yang dikuasai oleh pejuang pro-Rusia.

Postcomended   Open Trip Via Ferrata Mount Parang!

Bunuh Diri
Rusia berulang kali membantah pasukannya terlibat. Mereka tahun lalu malah menuduh pilot Ukraina, Kapten Vladyslav Voloshyn (29), yang menembak MH17. Voloshyn yang depresi atas tuduhan itu, dilaporkan tewas bunuh diri.

Kepolisian Ukraina mengatakan, Voloshyn tewas dengan menembak kepalanya di rumahnya di kota Mykolaiv dekat Laut Hitam, Minggu (18/3/2018). Voloshyn selama ini selalu menyebut tuduhan Rusia kepadanya bohong besar.

Pilot yang mengantongi 33 misi tempur menggunakan jet Su-25 untuk melawan pemberontak pro-Rusia ini belum lama ini ditugaskan di pangkalan udara Mykolaiv, selatan Ukraina. Anggota keluarga, dikutip media Ukraina, mengatakan Voloshyn menderita depresi akibat tuduhan itu.

Pada Juli 2017, Malaysia mengumumkan bahwa timnya berharap dapat menetapkan tersangka penembak-jatuh MH17 sudah bisa diidentifikasi akhir tahun 2017.

Meskipun tidak menyebut nama, namun tampaknya penetapan tersangka ini mulur ke pertengahan tahun 2018. Kementerian Luar Negeri Belanda tahun lalu itu menyebutkan, tersangka yang diidentifikasi akan diadili di pengadilan Belanda dan di bawah hukum Belanda.

Postcomended   Simak Tips Puasa untuk Penderita Diabetes

Seperti diketahui, sebagian besar penumpang MH17 berkebangsaan Belanda. Sekitar 40-an adalah warga negara Malaysia. Sebagian kecil merupakan penumpang yang akan mengunjungi Indonesia, antara lain dua keponakan penyanyi Vina Panduwinata yang semula akan merayakan Idul Fitri.(***/BBC/reuters/detik)