Internasional

Timbun 2 Ton Koin Emas, “Sultan Koin” Dihukum Gantung #HariToleransiInternasional

https://ifpnews.com/exclusive/sultan-of-gold-coins-arrested-in-tehran/

ifpnews.com

Iran telah mengeksekusi dua orang yang dijatuhi hukuman mati karena dianggap telah memanipulasi pasar koin dan mata uang. Hukuman dikaitkan dengan pemerintah Iran yang sedang menerapkan “toleransi nol” terhadap para penimbun emas, di tengah negeri yang disebut sedang dalam “tekanan musuh” –untuk tak menyebut sanksi ekonomi Amerika Serikat. 

Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA) melaporkan, seperti diteruskan laman Newsweek, Vahid Mazloumin dan Mohammad Ismail Ghasemi digantung Rabu (14/11/2018) setelah mereka ditemukan bersalah memanipulasi pasar koin dan mata uang melalui transaksi yang disebut ilegal dan tidak sah.

Mazloumin, 58, yang dikenal sebagai “sultan koin” ditangkap Juli silam karena menimbun dua ton koin emas. Beberapa kaki tangan mereka telah dipenjara. Juru bicara pengadilan, Gholamhossein Mohseni Ejehi, mengatakan bulan lalu, pasangan itu dijatuhi hukuman mati karena mereka telah “menyebarkan korupsi di Bumi”.

Postcomended   Ingin Bikin Kota Pintar, Bill Gates Beli Tanah Seluas 250 Ribu Hektare

Dia mengatakan, hukuman terhadap mereka harus berfungsi sebagai peringatan untuk para oportunis yang bertujuan mengganggu prekonomian selama masa “tekanan musuh” terhadap Iran, Radio Free Eropa melaporkan. Banyak orang Iran menimbun koin emas dan investasi “safe haven” lainnya karena harga telah anjlok tahun ini menjadi 135.000 dolar dari tingkat tahun lalu sekitar 40.500.

Menurut laman Esquestion, investasi “safe haven” adalah investasi yang mempunyai tingkat risiko rendah pada periode tertentu ketika perekonomian global tidak menentu. Asset yang termasuk dalam “safe haven” adalah emas, perak, tanah, dan properti.

Hukuman mati ini menunjukkan pemerintah Iran sedang menerapkan “toleransi nol” terhadap tindakan-tindakan semacam itu, pada saat pemerintah sedang mencoba meningkatkan nilai mata uangnya di tengah krisis ekonomi akibat sanksi baru AS yang terasa mulai menggigit.

Postcomended   Mengandung Zat Pembuat Bahan Bakar Roket, Obat Jantung Ditarik dari Pasaran

Presiden AS Donald Trump menerapkan kembali sanksi untuk mendorong Iran agar menerima pembatasan ketat terhadap aktivitas nuklirnya, mengakhiri program rudal balistiknya, dan menghentikan dukungan proksi (pihak ketiga) dalam konflik Timur Tengah mulai dari Yaman hingga Suriah.

Ada sejumlah protes di sekitar Republik Islam selama sebulan terakhir dan Presiden Iran, Hassan Rouhani, telah menggambarkan ekonominya berada dalam “situasi perang”. Dana Moneter Internasional (IMF) telah memperkirakan bahwa tingkat inflasi Iran akan melompat ke lebih dari 40 persen pada akhir tahun ini dan bahwa sanksi AS akan membuat output ekonomi turun sebesar 1,5 persen tahun ini.***

Postcomended   30 Desember dalam Sejarah: Saddam Hussein Dieksekusi Mati, Sempat Berargumentasi dengan Sang Algojo

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top