Aktor Amoroso Katamsi berperan sebagai Suharto di film “Pengkhianatan G30S/PKI. Sebuah film versi pemerintah Orde Baru.

Bagi Indonesia, September adalah bulan fobia komunisme sekaligus Orde Baru. Sabtu (16/9/2017), meskipun alasannya karena tidak mempunyai izin, polisi didukung sejumlah ormas, membubarkan seminar “Pengungkapan Kebenaran Sejarah 1965/66”. Di sisi lain, tentu sudah dengan izin, TNI AD menginstruksikan seluruh prajuritnya menggelar nonton bareng film “Pengkhianatan G30S/PKI”. Belum terdengar ada yang kontra, namun beberapa pihak memberi catatan.

Kepala Pusat Penerangan TNI Brigadir Jenderal Wuryanto seperti dilansir Tempo, membenarkan informasi ini. “Tanggal 30 September merupakan momen yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Saat ini banyak sekali upaya pemutarbalikan fakta sejarah peristiwa 30 September 1965,” kata Wuryanto melalui pesan singkat, Jumat, 15 September 2017.

Salah satu yang telah menerima baik pesan ini adalah Komando Distrik Militer (Kodim) 0409 Rejang Lebong, Provinsi Bengkulu.

Menurut keterangan Dandim 0409 Rejang Lebong, Letkol Kav Hendra S Nuryahya, dikutip Merdeka, pemutaran film ini akan dilakukan ditiap-tiap Koramil wilayah hukum Kodim 0409 Rejang Lebong yang meliputi Kabupaten Rejang Lebong, Kepahiang dan Lebong.

Postcomended   Pembukaan Wonderful Indonesia Culinary and Shopping Festival 2017

Menurut Hendra, pemutaran film tentang kekejaman PKI tersebut agar masyarakat mengetahui sejarah sebenarnya tentang pergerakan PKI yang merongrong keutuhan NKRI saat itu. Saat ini, kata dia, terdapat oknum-oknum yang mencoba “memutar balikkan sejarah”.

Pernyataan pihak TNI tentang adanya upaya “memutarbalikan fakta sejarah” ini juga pernah dicetuskan antara lain pada September 2015 saat mengimbau warga menonton kembali film tersebut.

Imbauan tersebut dilakukan karena menurut pihak TNI AD, seperti dikatakan Wuryanto, masih ada sebagian orang yang berupaya mencabut TAP MPRS No XXV/1966. Tak hanya itu, dia juga mengatakan, ada beberapa kelompok yang mendorong pemerintah untuk meminta maaf kepada PKI.

Sementara di sisi lain, sejumlah pihak menganggap film ini sebagai upaya pembelokan sejarah demi kekuasaan. Setelah Orde Baru runtuh, banyak pihak buka suara mempertanyakan keabsahan narasi sejarah yang dibangun pemerintah dalam menggambarkan peristiwa 30 September 1965 itu.

Seorang Kaskuser @mtx98, mewacanakan berita ini di laman forum Kaskus. Akun @dogvenom berkomentar: ini mah ditipu ekstrim kanan, udh jelas komunis udh musnah di dunia, yg bahaya tuh jaman skrg ekstrim kanan….lebayyyy.

Sedangkan akun @bonex234 menulis: masyarakat diajak sukarela nonton ato dipaksa nih? Sementara itu, akun @yyyuuudddhhhaaa mengatakan singkat: moga di jakarta ga ada.

Ada juga yang mengaku penasaran ingin menontonnya karena belum pernah nonton film tersebut.

Postcomended   Menguras Emosi, Dunkirk Bukan Film Perang Biasa

Film “Pengkhianatan G30S/PKI” dibuat pada 1984,  di era Orde Baru. Film yang disutradarai Arifin C. Noor ini mengisahkan pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang, menurut sejarah versi pemerintah, terjadi pada 30 September 1965.

Di era Orde Baru, film ini wajib ditonton pelajar di bioskop. Lalu setiap 30 September, film ini jadi tontonan wajib. Semua televisi merelay TVRI yang menayangkannya.

Tumbangnya Soeharto pada 1998 membuat film ini berhenti tayang setiap 30 Oktober. Secara resmi, Menteri Penerangan pada 1998, Yunus Yosfiah, melarang pemutarannya dengan alasan film ini mengandung propaganda Orde Baru.

Menanggapi imbauan TNI AD tersebut, Direktur Komersial dan Operasi Produksi Film Negara (PFN), Elprisdat M. Zen, mengatakan, pemutaran film tersebut akan membuka ruang diskusi, bukan sebagai klaim kebenaran sejarah.

Postcomended   Kolaborasi Ancelotti dan Salihamidzic Antar Die Roten Raih Prestasi

“Buat saya oke saja. Toh kita juga bisa testing the water kan,” katanya, masih dari Tempo, Kamis (14/9/2017).

Sementara itu, Sutradara Hanung Bramantyo, pernah mengakui keunggulan film ini sebagai karya seni. Terlepas dari film propaganda, katanya kepada Tempo, secara sinematik film Pengkhianatan G30S/PKI ini rapi, detail, dan nyata.***