Ekonomi

Toyota Sakit Hati pada Pernyataan Donald Trump Ihwal Komponen Asing

Share the knowledge

Pabrik Toyota (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=7m6Ij7SEcxo)

Pabrik Toyota (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=7m6Ij7SEcxo)

Dua bulan lalu, produsen mobil Jepang, Toyota, menyatakan akan menambah investasinya di AS  sebesar sekitar Rp 42 triliun. Namun kini mereka mungkin sedang berpikir ulang terkait pernyataan Presiden AS ihwal “mobil dan komponen asing”.
Dalam pernyataan dengan kata-kata yang sangat kuat, raksasa mobil Jepang mengatakan, pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, pada Jumat (17/5/2019), bahwa AS perlu mempertahankan diri terhadap mobil dan komponen asing, dianggap telah mengirim pesan kepada Toyota bahwa investasi mereka tidak disambut.

Bagaimana tidak sakit hati, pihak Toyota mengatakan mereka telah menghabiskan lebih dari 60 miliar dollar AS investasi properti di negara ini, termasuk dalam bentuk 10 pabrik.

Trump sebelumnya Jumat setuju dengan kesimpulan Departemen Perdagangannya AS, yang menyelidiki impor kendaraan dan suku cadang mobil, dan menemukan mereka membahayakan keamanan nasional dengan telah menyebabkan penurunan pangsa pasar untuk pembuat mobil “milik Amerika” sejak 1980-an.

Postcomended   Senjakala Mugabe: Partai Berkuasa Memberi Waktu 24 Jam pada Mugabe untuk Mundur

Gedung Putih menetapkan batas waktu 180 hari untuk menegosiasikan kesepakatan dengan negara-negara pengeskpor mobil besar seperti Jepang dan negara-negara Uni Eropa.

Toyota mengatakan masih berharap bahwa pembicaraan itu dapat diselesaikan dengan cepat, tetapi memperingatkan bahwa membatasi impor akan memaksa konsumen AS membayar lebih mahal dan menjadi kontraproduktif untuk pekerjaan dan ekonomi. Kritik ini muncul dua bulan setelah Toyota menyatakan akan menambah investasinya sebesar 3 miliar dollar AS (Rp 42 triliun) di AS.

Kritik tak hanya dilancarkan produsen asing, melainkan juga perusahaan mobil AS yang tergabung dalam Aliansi Produsen Otomotif, kelompok perdagangan yang mewakili selusin produsen mobil domestik dan asing terbesar yang beroperasi di AS.

Jumat, mereka memperingatkan Gedung Putih bahwa harga yang lebih tinggi dari penerapan tarif dapat menempatkan 700.000 pekerjaan AS dalam risiko. “Kami sangat prihatin bahwa pemerintah terus mempertimbangkan untuk mengenakan tarif mobil,” kata mereka dalam sebuah pernyataan.

Postcomended   24 April dalam Sejarah: Snuppy, Anjing Kloning Pertama Dilahirkan di Korsel

“Dengan meningkatkan harga mobil di seluruh dunia dan menaikkan biaya perbaikan dan perawatan mobil, tarif pada dasarnya adalah pajak besar bagi konsumen.” Kemunduran oleh Toyota ini menandai jeda atas upaya Trump mengembalikan kebanggaan bangsa.

Pada Januari 2017, beberapa hari setelah mendapat kritik dari Trump yang baru terpilih sebagai presiden AS atas rencana Toyota memproduksi mobil Corolla di Meksiko, Toyota mengumumkan rencana investasi lima tahun senilai 10 miliar dollar AS. Pada  Agustus tahun itu, perusahaan mengatakan akan bergabung dengan Mazda Motor Corp dalam membangun pabrik senilai 1,6 miliar di AS tepatnya di Alabama.

Tetapi semua upaya itu hanya sedikit mengekang ancaman berulang oleh Gedung Putih untuk mengenakan tarif sebanyak 25% pada kendaraan impor dan suku cadang mobil. “Operasi dan karyawan kami berkontribusi signifikan terhadap cara hidup orang AS, ekonomi AS, dan bukan (pada) ancaman keamanan nasional,” kata perusahaan itu.***


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top