Internasional

Trump Dicap Tak Bisa Bedakan Mana yang Baik untuk Negara atau Dirinya

NICHOLAS KAMM/Getty Images

NICHOLAS KAMM/Getty Images via newrepublik.com

Tudingan bahwa Donald Trump tidak layak menjadi Presiden Amerika Serikat (AS) terkait kesehatannya, kembali dikemukakan seorang dokter. Kali ini yang menuduh adalah seorang dokter yang pernah menjabat sebagai gubernur di salah satu negara bagian di AS. Pada 2017, seorang dokter menyebutkan Trump mengalami gejala predemensia. Sekelompok psikiater dan psikolog bahkan menganalisis kesehatan Trump, yang bukunya laris secara instan.

Dr Howard Dean, seorang dokter yang pernah menjabat gubernur negara bagian Vermont, AS, mengatakan kepada media MSNBC, Minggu (2/9/2018), bahwa Donald Trump menderita penyakit mental dan dia tidak layak menjadi presiden.

“Saya sudah lama percaya bahwa Presiden sakit mental,” kata Dean sebagai bagian dari diskusi panel yang dibawakan oleh Alex Witt. “Dan saya percaya narsisisme mengatasi kemampuannya untuk tahu, A, apa yang baik untuk negara, dan B, apa yang baik untuknya,” ujar Dean, dilaporkan Raw Story seperti diteruskan Newsweek.

Pernyataan Dean diungkapkan dalam konteks tanggapan Trump terhadap kematian Senator Republik, John McCain. Presiden berulang kali menyerang McCain karena menentang kebijakannya dan dilaporkan tidak diundang ke pemakaman sang senator.

Postcomended   27 Mei dalam Sejarah: Bangalore Diserbu Busa Beracun

“Trump telah menjadi orang asing sejak dia menjadi presiden dan dia bukan orang yang sangat dihormati,” jelas Dean. “Dia sangat tidak dihormati saat menjadi pengusaha di New York dan dia (juga) tidak begitu dihormati sekarang,” imbuhnya. Trump, kata Dean, tidak akan berubah setelah usia 70-nya yang aneh.

Banyak pihak lain yang sebelumnya telah menyuarakan keprihatinan tentang kebugaran mental sang presiden. Pada 2017, sekelompok psikiater dan psikolog merilis sebuah buku yang menganalisis kesehatan mental Trump –yang secara instan menjadi buku terlaris. D

Dalam buku berjudul “Fire and Fury: Inside the Trump White House” itu, Michael Wolff menduga bahwa beberapa orang di sekitar presiden secara teratur mulai menyadari bahwa kekuatan mental Trum sedang tergelincir.

Menanggapi tuduhan itu, pada awal Januari 2018, Trump di Twitter mengatakan bahwa, “Dua aset terbesarnya adalah stabilitas dan kesejahteraan mental, seperti, benar-benar pintar.” Dia juga menyebut dirinya sebagai “jenius yang sangat stabil.”

Sebelum itu, pada awal Desember 2017, psikiater Yale, Dr. Bandy X. Lee, mengirim briefing kepada pembuat undang-undang dari DPR (House) dan Senat yang sangat  khawatir atas kondisi mental Presiden, dan ini berbahaya bagi bangsa.

Postcomended   Jerusalem Embassy Act 1995, Dasar Pengakuan AS atas Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel

Masih di bulan Desember 2017, Ford Vox, dokter spesialis otak di Atlantas Shepherd Center, mendiagnosis bahwa Trump mengalami gejala predemensia. Gejalanya kata Vox, terlihat dari penggunaan bahasa Trump yang kacau, tidak memedulikan kesopanan, dan bertentangan dengan dirinya sendiri.

Selain itu, imbuh Vox, Trump menunjukkan ekspresi emosi negatif dan juga sering lupa menandatangani sesuatu dalam sebuah acara seremonial. Ini kata Vox menunjukkan gejala penyakit yang mengkhawatirkan.

Diagnosis tersebut diperkuat pernyataan pembawa acara televisi, Joe Scarborough, yang mengatakan, orang-orang terdekat Trump selama kampanye presiden mengatakan kepadanya bahwa Trump mengalami gejala tahap awal demensia, termasuk saat pidato pengumuman Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Pakar lainnya mengkritik spekulasi seputar kesehatan mental Trump. Mereka mengutip aturan Goldwater yang meminta profesional kesehatan mental menolak memberikan pendapat mengenai keadaan mental individu yang belum diperiksa oleh mereka sendiri.

Namun pada Juli 2017, Asosiasi Psikoanalitik Amerika mengirimkan pemberitahuan kepada 3.500 anggotanya yang mengatakan bahwa mereka seharusnya tidak merasa terikat oleh aturan ketika berurusan dengan seorang tokoh masyarakat.

Postcomended   Sonar Misterius Muncul dari Kawasan “Kuburan Atlantik”

Trump, 70, tercatat menjadi orang tertua yang pernah terpilih menjadi presiden. Dokter pribadinya, Dr. Harold Bornstein, menulis sebuah surat “keterangan sehat” seraya menyatakan bahwa Trump, karena tidak merokok dan tidak minum alkohol, akan menjadi individu paling sehat yang pernah terpilih menjadi presiden.***

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top