Internasional

Trump Manfaatkan Forum PBB Ancam Lagi Negara-negara Penerima Bantuan AS

(U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Candice Villarreal/Released)

(U.S. Navy photo by Mass Communication Specialist 2nd Class Candice Villarreal/Released)

Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, memanfaatkan pidatonya di Majelis Umum PBB untuk menyampaikan lagi ancamannya untuk mengakhiri bantuan asing ke negara-negara yang tidak menghormati AS. Tahun lalu, Trump pernah mengumumkan ancaman serupa terkait negara-negara yang menentang pemindahan ibu kota Israel ke Yerusalem. Apakah Indonesia termasuk penerima bantuan AS?

Di depan para pemimpin dunia di markas PBB di New York, AS, Selasa (25/9/2018), Trump mengatakan, seperti dilansir laman Washington Post, “Ke depan, kami hanya akan memberikan bantuan asing kepada mereka yang menghormati kami dan, terus terang, adalah teman kami.”

Selama beberapa minggu, seorang pejabat senior di Dewan Keamanan Nasional AS, Kevin Harrington, telah memimpin tinjauan kebijakan bantuan luar negeri AS yang bertujuan mempraktikkan “mantra” Trump, America First, dan menyesuaikan prioritas bantuan luar negeri dalam anggaran untuk tahun fiskal 2020.

Niat ini telah mendapatkan perlawanan keras dari pejabat di Pentagon, Departemen Luar Negeri, dan Badan Pembangunan Internasional AS yang mengatakan proposalnya kontraproduktif dan kontradiktif, dan dapat mengalihkan pengaruh ke Cina, menurut pejabat senior pemerintah AS yang akrab dengan pertemuan.

Postcomended   Demi Kue Bella dan Syahrini, Warga Rela Beli Via Calo

Para pejabat yang meminta identitasnya disamarkan, menyebutkan, proposal tersebut termasuk mencabut bantuan ke negara-negara yang tidak memilih tetap Bersama AS di PBB dan mereka yang telah mengembangkan hubungan keuangan yang kuat dengan Cina, dan memberikan rente kepada negara-negara, alih-alih hibah.

Pada Desember 2017, Trump pernah mengancam akan menghentikan bantuan keuangan kepada negara-negara yang mendukung rancangan resolusi PBB yang menyeru AS untuk menarik keputusannya mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“Mereka menerima ratusan juta dolar dan bahkan miliaran dolar, lalu mereka bersuara menentang kita. Oke, kita lihat suara mereka. Biarkan mereka bersuara melawan kita. Kita akan menghemat banyak. Kita tak peduli,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih seperti dikutip Reuters.

Waktu itu, Duta Besar AS di PBB, Nikki Haley, lewat surat kepada beberapa anggota PBB yang juga didapat Reuters, memperingatkan bahwa Trump telah meminta dia untuk “melaporkan balik negara-negara yang bersuara menentang AS. Haley terang-terangan mengancam lewat posting Twitter bahwa “AS akan mencatat nama-nama (negara yang mendukung rancangan resolusi itu)”.

Berdasarkan data badan bantuan pemerintah AS, USAID, pada 2016 AS telah menggelontorkan bantuan senilai 13 miliar dolar dalam bentuk bantuan keuangan dan militer kepada negara-negara sub-Sahara Afrika dan 1,6 miliar dolar AS kepada negara-negara di Asia Timur dan Oseania.

Postcomended   Lokakarya untuk Sekolah-sekolah Filipina Belajar Islam dari Indonesia #SURUHGOOGLEAJA

AS juga memberi sekitar 13 miliar dolar kepada negara-negara Timur Tengah dan Afrika Utara, 6,7 miliar dolar AS kepada negara-negara Asia Selatan dan Tengah, 1,5 miliar dolar AS kepada negara-negara di Eropa dan Eurasia, serta 2,2 miliar dolar AS kepada negara-negara Belahan Barat.

Negara-negara Penerima Bantuan AS

Indonesia diketahui termasuk yang medapatkan bantuan dari USAID meskipun tidak besar, namun Indonesia juga termasuk pendukung Utama Palestina. “Indonesia tetap konsisten sejak dulu dalam mendukung kepentingan rakyat Palestina,” kata Juru bicara Istana Kepresidenan waktu itu, Johan Budi, kepada BBC Indonesia.

Dan kendati ancaman AS untuk mencabut bantuan keuangan itu bisa berdampak bagi Indonesia, diperkirakan pemerintah Indonesia sudah memikirkan alternatif jalan keluarnya yaitu mencari bantuan dari negara lain, kata pengamat. Data tahun 2015 yang dilansir laman Sputniknews menunjukkan bahwa Indonesia mendapatkan bantuan militer sebesar 14 juta dollar AS.

Negara mana saja yang terancan dihentikan bantuannya oleh AS? Dikutip dari laman ABC Australia, berikut ini adalah daftar nama negara-negara paling banyak menerima bantuan dari AS (dalam dollar AS):

Postcomended   Panggung “America’s Got Talent” Dibikin Terengah oleh Aksi Pesulap Indonesia

Negara-negara penerima bantuan ekonomi: 

Afghanistan ($ US650.000.000)
Jordan ($ US635,800,000)
Kenya ($ US632,500,000)
Tanzania ($ US534,500,000)
Uganda ($ US435,500,000)
Zambia ($ US428,525,000)
Nigeria ($ US413,300,000)

Negara-negara penerima bantuan terbanyak sektor keamanan/militer: 

Afghanistan ($ US5 miliar)
Israel ($ AS3,2 miliar)
Irak ($ ​​US1,3 miliar)
Mesir ($ US1,3 miliar)
Syria ($ US541,500,000)
Jordan ($ US364,200,000)

***

 

 

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top