US cardinal Edgar Theodore McCarrick. File photo. Image: VINCENZO PINTO / AFP

US cardinal Edgar Theodore McCarrick. File photo. Image: VINCENZO PINTO / AFP

Uskup Agung, Carlo Maria Vigano (77), seorang konservatif yang dikenal memiliki pandangan anti-gay garis keras, mendesak Paus Fransiskus mengundurkan diri. Vigano menuduh Paus reformis ini mengetahui apa yang dia sebut sebagai “konspirasi hening” tentang skandal seks Kardinal Theodore McCarrick (88).

Tudingan Vigano diperkuat permintaan investigasi lengkap Vatikan atas McCarrick, meskipun Vigano sendiri tak memiliki bukti. McCarrick secara memalukan telah mengundurkan diri bulan lalu dengan gelar yang dilucuti.

Paus menolak menanggapi tudingan yang dilayangkan Vigano kepada gereja katolik Roma melalui surat sebanyak 11 halaman. Kepada wartawan dalam penerbangan kembali ke Roma dari Irlandia akhir pekan ini, seperti dilansir BBC Minggu (26/8/2018), dia mengatakan tidak akan mengatakan satu kata pun terkait surat Vigano tersebut.

“Anda semua yang tertarik, baca dokumen itu dengan saksama dan putuskan sendiri. Saya tidak akan mengatakan satu kata pun tentang ini. Saya pikir pernyataan itu telah berbicara untuk dirinya sendiri,” ujar Paus kepada wartawan di pesawatnya.

McCarrick, mantan Kardinal Washington, AS, mengundurkan diri bulan lalu setelah dilucuti gelarnya. Pengunduran diri itu, seperti dilansir Associated Press, setelah adanya penyelidikan gereja di AS yang membenarkan bahwa McCarrick telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur hampir 50 tahun yang lalu.

Tak hanya itu, McCarrick juga disebut telah memaksa para seminaris laki-laki dewasa untuk “berbagi tempat tidur” bersamanya. Vigano juga mengaku telah menulis memo kepada tokoh senior di Vatikan pada awal 2006, memperingatkan bahwa McCarrick dicurigai “menyalahgunakan” orang dewasa di seminari ketika dia menjadi uskup di New Jersey, AS, antara 1981 dan 2001.

Postcomended   10 Kota Dunia Rawan Copet: Dompet Mudah Amblas di Las Ramblas

Vigano mengatakan, Paus telah mengetahui skandal ini lima tahun sebelum pengunduran diri itu. Vigano yang juga mantan Duta Besar Vatikan untuk AS (2011-2016), mengungkapkan dalam suratnya itu, dia telah memberi tahu Paus Fransiskus pada 2013 bahwa Kardinal McCarrick telah menghadapi tuduhan luas tentang pelecehan seksual terhadap para seminaris dan imam kelas bawah.

“Paus tahu sejak setidaknya 23 Juni 2013 bahwa McCarrick adalah pemangsa serial,” tulis Vigano, seraya menambahkan bahwa Paus tahu McCarrick adalah seorang pria yang korup, namun Paus menutupinya sampai akhir, bahkan tetap mengangkatnya sebagai Kardinal.

“Paus Fransiskus harus menjadi orang pertama yang menjadi teladan bagi para kardinal dan uskup yang menutupi pelanggaran McCarrick, dan mengundurkan diri bersama mereka semua,” kata surat itu, suatu tudingan yang luar biasa dari seorang diplomat Takhta Suci.

Postcomended   Permusuhan pada Kaum LGBT Ancam Pemberantasan AIDS di Indonesia

Vigano dan Paus diketahui telah lama berada di sisi ideologis yang berlawanan: Paus lebih menjadi pendeta, sementara Vigano lebih sebagai pejuang budaya.

Dia mengatakan, seperti dilaporkan laman TIME, Paus Benediktus XVI, pendahulu Paus Fransiskus, menyetujui penjatuhan sanksi kepada McCarrick pada 2009 atau 2010 untuk seumur hidup penebusan dosa dan doa, namun Paus Fransiskus disebut merehabilitasi dia.

Sejak itu, bermunculanlah pengakuan dari para mantan seminaris tersebut bahwa McCarrick telah melakukan pelecehan seksual. Seorang di antaranya menyatakan, dia telah dianiaya ketika berusia 11 tahun. Beberapa mantan seminarislainnya juga mengatakan McCarrick telah melecehkan mereka saat masih di seminari.

Tuduhan itu telah menyebabkan krisis kepercayaan dalam hierarki keuskupan di AS, karena tampaknya telah menjadi rahasia umum bahwa McCarrick secara teratur mengundang para seminaris ke rumah pantainya di New Jersey dan ke tempat tidurnya, lapor laman TIME.

McCarrick semakin tak bisa berkutik, ketika grand jury Pennsylvania –yang menemukan bahwa 300 imam telah menyiksa lebih dari 1.000 anak-anak lebih dari 70 tahun di enam keuskupan– baru-baru ini dalam laporannya menyebutkan skandal tersebut telah menyebabkan permintaan untuk menggulirkan investigasi lengkap Vatikan terhadap McCarrick.

Postcomended   6 Oktober dalam Sejarah: Setelah Dibredel 4 Tahun, Majalah Tempo Terbit Lagi

Nama Vigano sebelumnya juga pernah menjadi berita utama dalam skandal “Vatileaks” 2012, ketika beberapa suratnya diterbitkan di mana dia memohon agar tidak dipindahkan ke kedutaan Vatikan di Washington dari posisi administrasi Negara Kota Vatikan. Dia mengklaim “didutabesarkan” sebagai hukuman karena telah mengekspos korupsi di Vatikan. Surat-surat itu menunjukkan bentrokan dia dengan orang nomor dua Paus Benediktus, Kardinal Tarcisio Bertone, yang juga menjadi sasaran surat resmi terhadap McCarrick.***

Share the knowledge