KPK Siap Turun Tangan Usut Dugaan Korupsi Tugu Antikorupsi ... Regional Liputan6640 × 360Search by image Diduga Ada Korupsi di Tugu Integritas yang Diresmikan Ketua KPK Tahun Lalu

KPK Siap Turun Tangan Usut Dugaan Korupsi Tugu Antikorupsi … Regional Liputan6640 × 360Search by image Diduga Ada Korupsi di Tugu Integritas yang Diresmikan Ketua KPK Tahun Lalu

Tak ada hal yang cukup absurd atau ironik untuk korupsi di negeri ini. Setelah anggaran pengadaan kitab suci pun diakali untuk dikorupsi, kini ada kasus membangun tugu anti korupsi, untuk memperingati hari antikorupsi, anggarannya dikorupsi. Warga Pekanbaru tempat tugu didirikan, mengaku malu. Ini bukan budaya Melayu, katanya. Memangnya budaya etnis apa yang membolehkan korupsi?

Kasus mencuat ketika pekan lalu, Kejaksaan Tinggi Riau menetapkan 18 tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek tugu antikorupsi tersebut. Tersangka antara lain 12 orang PNS dan seorang staf ahli gubernur.

Postcomended   Ditolak Bicara di Kampus Unla, Nurul Arifin: Ini Pelecehan Intelektual

Menanggapi hal ini, warga kota Pekanbaru Provinsi Riau mengaku malu, meskipun skandal korupsi di kalangan PNS di sana bukan hal baru; beberapa pejabat pemerintahan daerah di sana pernah ada yang dipenjara karena kasus korupsi.

“Saya sangat malu. Ini jelas bukan budaya kita orang Melayu,” kata seorang warga Pekanbaru, Efridel, kepada BBC Indonesia.

Filosofi didirikannya tugu antikorupsi itu, katanya, untuk mengingatkan agar PNS lebih melayani masyarakat dan bersikap transparan. Namun tugu belum lagi digali fondasinya, pesta pora ketisaktransparanan sudah terjadi.

BBC melansir, tugu antikorupsi ini menurut sejumlah laporan diresmikan pada Jumat, 9 Desember 2016, bertepatan dengan peringatan Hari Anti-korupsi di Pekanbaru, Riau.

Monumen berbentuk ekor naga emas yang dikenal sebagai “Tugu Tunjuk Ajar Integritas” ini berdiri di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Pekanbaru. Jika terbukti tugu ini dikorupsi, barangkali namanya harus diganti menjadi “Tugu Tunjuk Orang Lain, Tiga Jari Tunjuk Diri Sendiri”.

Postcomended   Walikota Tegal yang Ditangkap KPK Pernah Ikut Kontes Kecantikan

Negara disebut kebobolan hingga Rp 1,23 miliar. Anggaran proyek pembangunan tugu senilai Rp 8 miliar itu berasal dari Anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Riau 2016.

Modus korupsi yang didugakan kepada 18 tersangka itu adalah merekayasa dokumen proyek serta memanipulasi kualitas bahan yang digunakan. Khas modus korupsi di Indonesia.

 

Merasa bersih, sebagian tersangka akan mengajukan praperadilan atas penetapan status tersangka. Hal ini diungkapnan kuasa hukum mereka, Razman Arif Nasution, Jumat (10/11/2017).

Razman mengatakan, ada beberapa hal yang tidak tepat dilakukan para penyidik. Seharusnya, kata dia, ada pelaku utama yang dapat dibuktikan oleh penyidik Kejati. Namun, imbuhnya, dari pernyataan dan surat pemberitahuan, hanya masuk pada persekongkolan kerja sama dan pemufakatan. “Seharusnya ada pemberi dan penerima,” jelasnya

Postcomended   KPK Lelang Mobil Sitaan dari Para Koruptor

Menanggapi itu, Asisten pidana khusus Kejati Riau, Sugeng Riyanta, mengatakan  hal tersebut merupakan bentuk pembelaan hukum. “Silakan saja,” ujarnya.***

Share the knowledge