#PesonaIndonesia

Tunangan Khashoggi Desak Trump Sisihkan Kepentingan Perdagangan Demi Kebenaran

Share the knowledge

Tunangan Jamal Khashoggi, jurnalis yang dibunuh Arab Saudi (sumber foto: Sputniknews.com)

Tunangan Jamal Khashoggi, jurnalis yang dibunuh Arab Saudi (sumber foto: Sputniknews.com)


Jika PBB saja seringkali tak dapat berbuat apa-apa terhadap negara adidaya seperti Amerika Serikat (AS), apalagi hanya sekadar harapan seorang mantan tunangan wartawan yang dibunuh oleh negara sekutunya, Arab Saudi, yang telah banyak memberi keuntungan bagi AS. Tunangan Jamal Khashoggi ini mendesak AS untuk menyisihkan kepentingan perdagangan dengan Saudi demi mendorong kebenaran.

Hatice Cengiz, tunangan Khashoggi –wartawan yang menghilang setelah masuk ke konsulat Saudi di Istabul pada 2 Oktober silam–  pada hari Senin (29/10/2018), mengeritik tanggapan Donald Trump atas pembunuhan tunangannya dengan mendesak Presiden AS ini menyisihkan kepentingan perdagangannya dengan Saudi demi mendorong kebenaran. Sebelumnya Cengiz telah menolak undangan Trump untuk datang ke Gedung Putih.

Dilaporkan Reuters, Cengiz juga menuntut Riyadh mengungkapkan rincian lebih lanjut untuk membawa mereka yang memerintahkan pembunuhan itu ke meja hijau. Cengiz mengatakan hal itu kepada hadirin saat berkunjung ke London, di mana dia kecewa dengan pendekatan Trump.

“Saya kecewa dengan tindakan kepemimpinan di banyak negara, terutama di AS,” katanya.
“Presiden Trump harus membantu mengungkapkan kebenaran dan memastikan keadilan dilayani. Dia seharusnya tidak membuka jalan untuk menutup-nutupi pembunuhan tunangan saya. Mari jangan biarkan uang mencemari hati nurani kita dan membahayakan nilai-nilai kita.”

Postcomended   Kostum Iron Man Seharga Miliaran Rupiah, Dicuri!

Kematian Khashoggi, kolumnis the Washington Post dan pengeritik penguasa de facto Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, memicu kemarahan global dan menempatkan negara eksportir minyak dunia ini ke dalam krisis. Trump memang telah meledakkan kritiknya terhadap pemimpin Saudi atas pembunuhan Khashoggi, namun sejak awal Turki mengungkap upaya pembunuhan itu, Trump terang-terangan mengatakan tidak ingin mencari masalah dengan Saudi karea akan membahayakan sebuah perjanjian perdagangan besar dengan negara Teluk itu.

Seperti diketahui, sebelum insiden Khashoggi meletup, AS sedang dalam suatu perjanjian perdagangan senjata dengan Saudi senilai 110 miliar dollar AS, yang dikatakan Trump akan mendukung 500 ribu pekerjaan bagi AS. Namun para ahli menganggap angka-angka itu  dilebih-lebihkan.

Ketika ditanya siapa yang pada akhirnya bertanggung jawab atas pembunuhan itu, Cengiz mengatakan kepada Reuters dalam sebuah wawancara di Turki, “Ini terjadi di dalam sebuah misi diplomatik Saudi. Dalam keadaan seperti itu, pihak berwenang Arab Saudi bertanggung jawab untuk ini.”

Postcomended   Facebook Tangguhkan 200 Aplikasi Mencurigakan #FacebookDown

Dalam kasus ini, AS tampaknya mulai menunjukkan standar gandanya seperti biasa. Trump bagaimanapun mengatakan, Pangeran Mohammed, yang telah mengonsolidasikan kendali atas badan keamanan dan intelijen Saudi selama tiga tahun terakhir, bertanggung jawab atas operasi yang menyebabkan pembunuhan Khashoggi. Dia juga mengatakan, Barat adalah benteng hak asasi manusia dan demokrasi sehingga harus berdiri untuk mengungkap pembunuhan Khashoggi.

Pada Sabtu (20/10/2018), di tengah tekanan berbagai pihak untuk penjelasan atas hilangnya Khashoggi setelah masuk ke konsulatnya di Istanbul, Turki, pada 2 Oktober, Saudi akhirnya mengeluarkan pernyataan yang menyisakan tanda tanya besar. Mereka mengakui Khashoggi mati di dalam konsulatnya namun itu akibat satu perkelahian. Namun hingga kini Saudi tidak pernah bisa menyebutkan keberadaan tubuh Khashoggi yang menurut pihak Turki telah dimutilasi.

Namun beberapa hari kemudian Kejaksaan Saudi menyatakan sesuatu yang bertentangan dengan pernyataan resmi pemerintah Kerajaan itu. Jaksa penuntut Arab Saudi mengatakan pembunuhan Khashoggi telah direncanakan, yang artinya pernyataan ini sama dengan yang dikeluarkan pemerintah Turki.

Postcomended   13 Desember dalam Sejarah: Dari Sebuah Bunker, Saddam Hussein Ditangkap AS

Keterangan ini bahkan dilaporkan oleh media resmi pemerintah Saudi. Dilaporkan televisi Ekhbariya yang diteruskan BBC, bukti bahwa pembunuhan Khashoggi direncanakan terungkap dalam penyelidikan yang dilakukan osatuan tugas gabungan Saudi-Turki.***

 


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top