Uber Indonesia Terbelit Kasus Suap kepada Polisi

Ekonomi Internasional Nasional
Share the knowledge

Mabes Polri Dalami Dugaan Suap Uber Indonesia kepada Polisi ... Tribunnews.com700 × 393Search by image Mabes Polri Dalami Dugaan Suap Uber Indonesia kepada Polisi
Mabes Polri Dalami Dugaan Suap Uber Indonesia kepada Polisi … Tribunnews.com700 × 393Search by image Mabes Polri Dalami Dugaan Suap Uber Indonesia kepada Polisi

Perusahaan transportasi berbasis aplikasi online, Uber Technologies Inc., terbelit kasus suap kepada polisi di Indonesia. Perusahaan ini sedang diselidiki oleh otoritas federal Amerika Serikat (AS) mengenai kemungkinan apakah Uber telah melanggar undang-undang tentang penyuapan di luar negeri.

Bloomberg melaporkan, berdasarkan informasi dari sejumlah sumber yang tidak bersedia disebutkan identitasnya, diketahui bahwa pihak Uber telah memulai peninjauan terhadap operasionalnya di Asia, dan memberi tahu pejabat AS tentang suap yang dilakukan stafnya di Indonesia.

Karena Departemen Kehakiman AS melihat kemungkinan adanya unsur kriminalitas, Uber pun menyewa firma hukum O’Melveny & Myers LLP untuk memeriksa catatan pembayaran luar negeri dan mewawancarai para karyawan: mengapa beberapa transaksi bisnis yang berpotensi bermasalah tidak diungkapkan lebih awal, demikian dikatakan sumber tersebut.

Uber tidak bersedia berkomentar lebih jauh mengenai kasus ini. Sementara itu Wyn Hornbuckle, juru bicara Departemen Kehakiman, menolak berkomentar.

Postcomended   Media Asing Soroti Peristiwa Keracunan Massal Miras Oplosan: Pelarangan Menimbulkan Pasar Gelap Miras Ilegal

Akhir tahun lalu, sumber tersebut mengatakan, Uber telah bertemu dengan polisi Indonesia untuk mengonsultasikan mengenai lokasi kantornya di Jakarta. Namun petugas kepolisian mengatakan bahwa daerah tersebut berada di luar zona bisnis.

Seorang karyawan lalu memutuskan menyuap polisi agar kantor ini dapat terus beroperasi di sana. Transaksi tersebut menunjukkan adanya “laporan biaya karyawan”, yang disebutkan sebagai “pembayaran kepada pemerintah daerah”.

Uber seperti dikatakan sumber tersebut, telah memecat sang karyawan. Sedanglan Alan Jiang, Kepala Bisnis Uber Indonesia yang menyetujui laporan pengeluaran itu, mendadak mengajukan cuti. Namun dia lalu diketahui mengundurkan diri dari Uber Indinesia. Alan tidak menanggapi permintaan wawancara.

Setidaknya, sumber mengatakan, satu anggota senior di Tim Hukum Uber awalnya memutuskan untuk tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pejabat AS ketika dia mengetahui adanya hal yang berpotensi melanggar hukum itu akhir tahun lalu.

Postcomended   AS dan Iran Saling Tuding Sebagai Penyebab Ketidakstabilan Global

Setelah Departemen Kehakiman mendekati Uber tentang kemungkinan terjadinya pelanggaran Undang-Undang Praktik Korupsi Luar Negeri, barulah Uber memberitahu pejabat di lembaga itu tentang apa yang terjadi di Indonesia. Departemen Kehakiman AS diketahui bisa lebih lunak jika sebuah perusahaan secara sukarela mengungkapkan informasi.

Potensi pelanggaran hukum yang dilakukan Uber berpotensi terjadi di cabang-caban Uber khususnya di Asia. Karenanya pengacara Uber, sebut sumber, memfokuskan penyelidikan pada aktivitas mencurigakan yang terjadi setidaknya di lima negara Asia: Cina, India, Malaysia, Korea Selatan, termasuk Indonesia.

Uber adalah perusahaan rintisan (start up) transportasi berbasis aplikasi online asal San Francisco, California, AS. Perusahaan yang didirikan Travis Kalanick dan Garret Camp ini menciptakan aplikasi penyedia transportasi, khususnya mobil, yang menghubungkan penumpang dengan sopir. Perusahaan semacam ini lalu jamak disebut sebagai taksi online.***

Postcomended   3 Juni dalam Sejarah: Legenda Tinju Dunia, Muhammad "The Big Mouth" Ali, Meninggal Dunia

 

 


Share the knowledge

Leave a Reply

Specify Instagram App ID and Instagram App Secret in Super Socializer > Social Login section in admin panel for Instagram Login to work