Ekonomi

Uber Kembali Ditinggal Salah Satu Boss-nya

Uber Chief Product Officer Jeff Holden, Who Headed Flying Taxi ... NDTV Gadgets Uber Chief Product Officer Jeff Holden, Who Headed Flying Taxi Initiative, to Leave in

Uber Chief Product Officer Jeff Holden, Who Headed Flying Taxi … NDTV Gadgets Uber Chief Product Officer Jeff Holden, Who Headed Flying Taxi Initiative, to Leave in

Jeff Holden, Chief Product Officer Uber Technologies Inc., menambah jumlah boss yang meninggalkan perusahaan transportasi online ini. Sebelumnya, telah lebih dari selusin pimpinan Uber yang mengundurkan diri sejak tahun lalu. Holden adalah penanggung jawab Uber Elevate, sebuah prakarsa untuk menciptakan mobil terbang.

Kabar itu disampaikan juru bicara Uber kepada Reuters, Kamis (17/5/2018). Di Uber, Holden menjadi penanggung jawab Uber Elevate, operasi mobil terbang perusahaan yang sekarang dipimpin Eric Allison, kata juru bicara itu, tetapi menolak menjelaskan alasan kepergiannya.

The Wall Street Journal sebelumnya melaporkan bahwa Holden, yang dipekerjakan oleh mantan Chief Executive Officer Uber, Travis Kalanick, dari Groupon Inc (GRPN.O), mengatakan kepada rekan-rekannya bahwa Kamis adalah hari terakhir Holden bersama perusahaan.

Postcomended   Autopilot Tesla-S Harus Tetap di Bawah Kendali Pengemudi

Uber Elevate adalah program prakarsa Uber di bawah ambisi Khosrowshahi yang berencana menciptakan mobil terbang. Untuk mewujudkan niat ini, Uber telah menjalin kerja sama dengan beberapa nama di bidang manufaktur, seperti Aurora Flight Sciences, Pipistrel Aircraft, Embraer SA, dan Mooney International Corp.

Besama perusahaan-perusahaan tersebut, Uber rencananya akan menggelar demonstrasi mobil terbang di Dallas dan Dubai pada 2020. Dalam prakarsa ini, Uber menggandeng NASA untuk membantu pengembangan proyek mobil terbang agar dapat mengudara di ketinggian rendah.

Selain itu, Uber turut bekerja sama dengan Bell Helicopter, perusahaan manufaktur asal Texas, Amerika Serikat, untuk coba merevolusi transportasi massal melalui usaha mereka dalam mewujudkan taksi udara pertama di dunia. Diperkirakan, moda transportasi ini mulai dioperasikan pada 2025.

Program ini sempat disindir Elon Musk, CEO Tesla (perusahaan mobil otonom), yang mengatakan melalui akun Twitter-nya bahwa taksi terbang tak ubahnya drone yang berisik dalam ukuran besar. Khosrowshahi yang membaca cuitan Musk, menganggap sindiran Musk sebagai tantangan.

Postcomended   Penasaran, Intip 10 Destinasi Wisata Wajib Sumsel untuk Asian Games

“Tantangan diterima. Berkat Elon Musk, teknologi baterai akan dikembangkan dan sejumalah rotor dengan ukuran yang diperkecil akan digunakan nantinya untuk meningkatkan efisiensi sekaligus menghindari kebisingan dan pencemaran lingkungan,” tulis Khosrowshahi melalui akun Twitter pribadinya.

Rentetan Masalah dan Skandal
Chief Executive Officer baru Uber, Dara Khosrowshahi, telah mengguncang perusahaan sejak mengambil alih pada Agustus 2017 lalu, dengan tujuan untuk meningkatkan reputasi Uber setelah serangkaian skandal.

Uber, bersama dengan Lyft Inc, membatalkan arbitrase wajib untuk menyelesaikan kasus pelecehan seksual atau klaim penyerangan pada awal pekan ini, yang memberi para korban beberapa opsi untuk mengejar klaim mereka termasuk tuntutan hukum publik.

Bulan lalu, dalam upaya meningkatkan hubungan dengan para driver-nya yang sering diperdebatkan, Uber meluncurkan aplikasi baru untuk drivernya.

Postcomended   31 Mei dalam Sejarah: Israel Tewaskan 9 Aktivis Gaza Freedom Flotilla

September 2017, Uber juga ditinggal Kepala bagian hukum, Salle Yoo, dan Kepala urusan eksternal, Dave Clark.

Sejak 2015, Uber mengalami kekosongan posisi Kepala Keuangan, dan kini tengah mencari seseorang yang dapat menduduki posisi ini untuk membantu menangani perusahaan publik ini pada 2019.(***/reuters/CNBC)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top