Internasional

Ujud Dukungan Stephen Hawking Terhadap Palestina

Ujud Dukungan Stephen Hawking Terhadap Palestina Law-Justice.co

Ujud Dukungan Stephen Hawking Terhadap Palestina Law-Justice.co

Fisikawan brilian Stephen Hawking, yang meninggal dunia hari ini Rabu (14/3), akan dikenang bukan hanya karena kontribusinya yang begitu besar dalam ilmu pengetahuan, tapi juga sikap politiknya yang mendukung Palestina.

Hawking, yang menderita penyakit motor neuron sejak 1963, di usia 21 tahun, menjadi headline di media massa pada Mei 2013 ketika ia secara mengejutkan memutuskan untuk memboikot koferensi prestisius di Israel. Ia menyatakan menolak hadir, padahal sebelumnya ia sudah setuju untuk menjadi salah satu pembicara di even akademik yang diselenggarakan Presiden Shimon Peres.

Pada saat itu ia masih bekerja di Cambridge University di Inggirs.

Dalam surat yang ia sampaikan kepada panitia pada 3 Mei, Hawking menulis,”kebijakan pemerintah Israel yang sekarang nampaknya akan menjurus ke arah bencana.”

“Saya menerima undangan Konferensi Presiden ini semula dengan tujuan agar bukan hanya saya dapat mengekspresikan pendapat dan menyampaikan prospek penyelesaian damai, tetapi juga memungkinkan saya untuk memberi kuliah di Tepi Barat.

“Tetapi, saya justru menerima banyak email dari para akademisi Palestina. Mereka secara bulat mengatakan saya harus menghormati boikot. Dengan memperhatikan hal ini, saya pun menyatakan mundur dari konferensi.”

Postcomended   Alasan Dibalik Pertanyaan Mengapa Setiap Keluarga Wajib Minum Susu!

Panitia konferensi di Israel pun mengecam keputusan Hawking dan mengatakan bahwa dalam emailnya, sang ahli fisika dengan gamblang menyebut boikot sebagai alasan utama.

Sebaliknya, keputusan Hawking dirayakan para aktivis dan akademisi Palestina.

“Palestina sangat menghargai dukungan Stephen Hawking untuk memboikot Israel secara akademik,” kata Omar Barghouti, pendiri gerakan Boikot, Divestasi (Pembebasan) dan Sanksi (BDS).

“Kami kira ini akan menghidupkan kembali keterterikan para akademisi internasional seperti boykot akademik yang pernah terjadi saat perjuangan panjang melawan sistem apartheid di Afrika Selatan.”

Simpati Hawking kepada Palestina tidak berhenti di sana saat ia memboikot konferensi presiden tersebut.

Postcomended   Asian Games Goes to School Akan Sambangi 7 Sekolah di Palembang

Tahun lalu, ia mengajak jutaan follower-nya di Facebook untuk memberi kontribusi secara finansial kepada Sekolah Fisika Tingkat Lanjut di Palestina – kuliah fisika berseri bagi mahasiswa program master di wilayah pendudukan di Tepi Barat.

“Saya mendukung hak para ilmuwan dimanapun untuk kebebasan bertindak, publikasi dan kolaborasi,” tulisnya.

Hawking juga secara terbuka lewat video yang ia unggah di akun Facebook-nya mengucapkan selamat kepada Hanan al-Hroup, seorang perempuan Palestina yang memenangkan Global Teacher Prize pada 2016.

“Anda menjadi inspirasi bagi banyak orang di mana-mana,” katanya, seperti dilansir Al Jazeera.

“Di dalam masyarakat yang tercabik-cabik karena konflik, dimana anak-anak secara berkala mengalami dan menyaksikan kekerasan, Hanan Al Hroub berhasil membangun kepercayaan dan mendukung anak-anak yang mengalama trauma psikologis – dari hati ke ruang-ruang kelas.”

 

#socialmedia #marketing #digital #propaganda #facebook #digitalart #branding #publicidade #twitter #business #marketingdigital #digitalmarketing #advertising #entrepreneur #startup #entrepreneurship #digitalpainting #socialmediamarketing #sales #digitaldrawing #onlinemarketing #success #empreendedorismo #smallbusiness #mkt #midiassociais #marketingtips #seo #networking #photoshop

Share the knowledge

Pages: 1 2

Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top