Internasional

Ulama Pakistan Haramkan Bom Bunuh Diri: Fatwa Serupa Gagal Diterapkan di Timur Tengah

blonde sagacity: “We will conquer you through the wombs of our women” mobyrebuttal.blogspot.com651 × 433Search by image Imam Anjem Choudar claims that many Muslims are having 10 or 12 children per family. He has said the swollen Muslim population would be eno...

blonde sagacity: “We will conquer you through the wombs of our women” mobyrebuttal.blogspot.com651 × 433Search by image Imam Anjem Choudar claims that many Muslims are having 10 or 12 children per family. He has said the swollen Muslim population would be eno…

Dalam sebuah buku yang diresmikan oleh Pakistan pada 16 Januari 2018, lebih dari 1.800 ulama Muslim negeri ini telah menyepakati fatwa bahwa aksi bom bunuh diri adalah HARAM. Selama bertahun-tahun, negara Asia Selatan ini telah diganggu kekerasan oleh militan Muslim. Pada 2017, hampir setiap bulan terjadi insiden bom bunuh diri.

Militan Muslim seringkali menggunakan bom bunuh diri dan berkhotbah bahwa perjuangan mereka adalah perang suci untuk memberlakukan peraturan Islam.

Serangan bunuh diri sering dikutuk sebagai fanatik dan tidak bermoral, terutama saat warga sipil terbunuh, namun gerilyawan menganggap taktik tersebut sebagai senjata paling efektif. Sejak awal 2000-an, aksi ini telah mengakibatkan jatuhnya puluhan ribu korban jiwa.

Postcomended   Dengan Surat Tiga Paragraf, Trump Batalkan Pertemuan dengan Kim

Presiden Pakistan Mamnoon Hussain dalam buku tersebut menulis, “Fatwa ini memberikan dasar kuat bagi stabilitas masyarakat Islam moderat.” Buku tersebut telah disiapkan oleh Universitas Islam Internasional yang dikelola negara, dan dirilis pada suatu acara resmi.

“Kita bisa mencari panduan dari fatwa ini untuk membangun narasi nasional guna mengekang ekstremisme, sesuai dengan prinsip emas Islam.”

Atas fatwa ini, para pengritik asing dan domestik terhadap pemerintah dan militer Pakistan, menuduh mereka memanfaatkan kelompok radikal untuk tujuan politik dan militer.

Postcomended   RoboFly, Robot Lalat Canggih Bertenaga Laser

Menariknya, fatwa tersebut diratifikasi oleh sejumlah ulama terkemuka yang secara terang-terangan mengkritik liberalisme dan Barat, dan dipandang kontroversial karena mengabarkan sektarianisme atau mendukung Taliban Afghanistan. Salah satu ulama yang ikut meratifikasi adalah Muhammad Ahmed Ludhianvi, dari organisasi sektarian yang dilarang, yakni Ahli Sunnah Wal Jamaah (ASWJ), bahkan telah masuk daftar legislatif Pakistan sebagai orang-orang yang diduga memiliki kaitan dengan “terorisme”.

Tokoh ASWJ, Aurangzeb Farooqi, juga menghadiri upacara penandatanganan fatwa tersebut. Penandatangan lainnya, Hamid-ul-Haq, adalah anak seorang ulama yang secara luas dianggap sebagai “Bapak Taliban Afghanistan”.

Postcomended   Ghouta Timur Diambang Kembali ke Pelukan Pemerintah Suriah

Fatwa haramnya bom bunuh yang juga pernah diterapkan di Timur Tengah tampaknya tidak menunjukkan hasil sedikit pun.(*/reuters)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top