Umat Islam dan Kristen Birmingham Kompak Tolak Pengajaran LGBT di Sekolah

Umat Islam dan Kristen Birmingham Kompak Tolak Pengajaran LGBT di Sekolah

Internasional Trending Berita hari ini
Share the knowledge

Ratusan orang tua yang beragama Islam dan Kristen di Birmingham, Inggris, pada Jumat (15/2/2019), kompak mengadakan demonstrasi di luar Parkfield Community School. Mereka memprotes karena di sekolah itu anak-anak diajarkan tentang pasangan sesama jenis  dan identitas gender melalui buku cerita.

Para pengunjuk rasa menganggap pelajaran itu bagian dari program “Orang Luar” dan bertentangan dengan keyakinan mereka.

Mereka menuding asisten kepala sekolah Andrew Moffat, yang memulai pelajaran dan gay, telah mempromosikan kepercayaan dan keyakinan pribadinya sendiri tentang penerimaan universal terhadap homoseksualitas sebagai hal yang normal dan benar secara moral.

Seorang ibu pengunjuk rasa, yang identitasnya tak ingin dipublikasikan, menuduh sekolah berusaha “menanam ide” di kepala anak-anak. Putrinya bersekolah di Parkfield School dan dia berkata dia terlalu muda untuk diajari “apa yang terjadi di kamar seseorang”.

“Itu adalah sesuatu yang ingin kami ajarkan kepada anak-anak kami sendiri,” katanya. “Rasanya seperti mereka memaksakannya pada kita,” kata ibu tersebut. Dia menyangkal menjadi homofobia tetapi mengatakan, “Ini bukan tentang kita dan kita tidak setuju dengan (pendidikan gay) itu.”

Moffat mengatakan kepada BBC bahwa dia telah menerima ancaman dan “email tidak menyenangkan” dari orang-orang tua yang tidak setuju pada program tersebut.

Postcomended   Keutamaan 10 Malam Terakhir Bulan Ramadan yang Luar Biasa

Menanggapi protes tersebut, Kepala inspektur Ofsted, Amanda Spielman, mengatakan, mereka ingin memastikan anak-anak tahu cukup banyak untuk mengetahui bahwa “beberapa orang lebih suka untuk tidak menikah dengan seseorang yang berbeda jenis kelamin” dan bahwa kadang-kadang ada keluarga yang memiliki dua ibu atau dua ayah.

Ofsted adalah Kantor Standar Pendidikan, Layanan dan Ketrampilan Anak-anak, sebuah departemen non-kementerian yang bertanggung jawab kepada parlemen Inggris. Lembaga ini memiliki tugas memeriksa berbagai institusi pendidikan, termasuk sekolah negeri dan beberapa sekolah independen.

“Semua anak harus belajar tentang pasangan sesama jenis tanpa memandang latar belakang agama mereka,” kata Spielman. Namun Spielman berusaha mengakomodasi unjuk rasa tersebut dengan mengatakan perlu adanya “eksplorasi jalan tengah” yang hati-hati, meskipun dia tetap beranggapan bahwa pelajaran yang mencakup topik LGBT adalah penting.

Postcomended   Dua Orang Penting di Eropa Tersandung Sentimen Musolini dan Hitler

Spielman berdalih bahwa pelajaran tentang LGBT ini lebih tentang memahami perbedaan dalam masyarakat, tidak pada pendidikan seks-nya. “Kami menerima keputusan mayoritas; akan selalu ada hal-hal yang sebagian dari kita tidak suka. Tetapi intinya, (kita harus) menerima bahwa kita tidak dapat memiliki 100% dari apa yang kita inginkan,” ujar Spielman.

Solusi, kata Spielman, akan ditemukan dalam diskusi rasional, bukan (melalui) protes. Laman BBC melaporkan bahwa tampaknya akan lebih banyak protes yang sedang direncanakan dan beberapa orang tua mengatakan mereka akan menulis surat kepada pemerintah untuk menuntut perubahan undang-undang kesetaraan.

Birmingham adalah kota terbesar kedua di Inggris. Sensus paling mutakhir pada 2011 menunjukkan umat Islam membentuk populasi sebesar 22 persen di antara 46 persen Kristen, dan 19 persen tidak punya agama.***

Postcomended   25 Oktober dalam Sejarah: Revolusi Microwave Gantikan Microwave Seberat 350 Kg

 


Share the knowledge

Leave a Reply