Internasional

Akibat Iklan Kontroversial, Saham Nike Turun Namun Ramai Dibeli via Aplikasi

foto: Nike via Daily Intelligencer

foto: Nike

Sehari setelah Nike memublikasikan iklan terbarunya, sejumlah pemilik sepatu Nike di AS ramai-ramai membakar sepatu Nike mereka, lalu memposting foto dan videonya di media sosial. Saham Nike di pasar saham konvensional dikabarkan turun, namun di aplikasi Robinhood yang didominasi orang muda, aksi beli saham Nike disebut meletup seolah ada pembangkangan. Adakah kesengajaan Nike memakai bintang NFL kontroversial ini sebagai model iklan terbarunya?

Konsumen sepatu Nike di AS dalam dua hari ini ramai-ramai membakar sepatu Nike dan memposting fotonya di berbagai media sosial dengan tagar #BoycottNike. Mereka terutama adalah yang pro Presiden Donald Trump. Apa pasal?

Senin (3/9/2018), raksasa produk olah raga ini merilis iklan terbarunya sekaligus menjadi wajah peringatan 30 tahun kampanye “Just Do It”. Iklan itu sontak menimbulkan kegemparan di AS, pasalnya Nike memasang profil Colin Kaepernick sebagai modelnya.

Bintang National Football League (NFL) ini pernah menimbulkan kontroversi ketika pada satu kompetisi sepak bola ala Amerika ini pada Agustus 2016 dia tidak berdiri saat lagu kebangsaan AS, “The Star-Spangled Banner” dikumandangkan berikut pengibaran bendera AS. Dia malah mengambil posisi bersiku di tanah.

Postcomended   Migran Honduras, dan Bom untuk Soros, Obama, dan Clinton

Alasannya: “Aku tidak akan berdiri untuk menunjukkan kebanggaanku pada bendera negara yang menindas orang-orang kulit hitam dan orang-orang kulit berwarna lainnya. Bagiku, ini lebih besar dari sekadar football,” katanya waktu itu.

Pernyataan itu disampaikannya terkait terpilihnya Trump sebagai Presiden AS yang banyak melemparkan kebijakan yang dianggap rasis dan anti-imigran. Aksi Kaepernick itu banyak diprotes namun banyak juga didukung. Rekan-rekannya sesama pemain di NFL banyak yang meniru aksinya.

Pesan yang tertulis pada salah satu tampilan iklan itu pun seperti merepresentasikan aksi Kaepernick tersebut. Bunyinya: “Believe in something. Even if it means sacrificing everything”, yang tertulis pada foto “close-up” hitam putihnya. Kemarin (4/9/2018) Kaepernick bahkan mengeposkan gambar iklan itu sebagai foto “cover” di akun Twitter-nya, seraya men-tweet-kan kembali teksnya.

Menanggapi iklan tersebut, Trump menyatakan bahwa perusahaan telah mengirim “pesan yang mengerikan” dengan menampilkan Kaepernick sebagai model iklannya. Dalam wawancara dengan The Daily Caller, seperti diteruskan USA Today, Trump mengatakan, tidak ada alasan bagi Nike menggunakan Kaepernick dalam kampanye pemasarannya. “Saya pikir itu adalah pesan yang mengerikan yang seharusnya tidak dikirim. Tidak ada alasan untuk itu,” ujar Trump.

Postcomended   22 September dalam Sejarah: Perang Iran-Iraq Meletus, Membuat Mereka Menjadi Abu

Nike bergeming. Menanggapi reaksi konsumen dan Trump, juru bicara Nike, Sandra Carreon-John, mengatakan, Nike akan tetap pada keputusan mereka. “Colin telah menjadi atlet Nike sejak 2011. Colin adalah salah satu atlet yang menjadi bagian dari perjalanan 30 tahun kampanye kami, ‘Just Do It’,” jelas sang juru bicara.

Entah apakah Nike memiliki sentimen negatif tersendiri juga kepada Trump. Juni lalu,
Nike telah mengonfirmasi bahwa mereka berhenti memasok sepatu untuk tim sepak bola Iran di Piala Dunia 2018. Keputusan itu diambil sebagai buntut sanksi AS kepada pemerintah Iran ihwal kesepakatan nuklir dengan lima negara kekuatan dunia lainnya.

Saat Trump terpilih menjadi Presiden AS, seorang mantan petinggi perusahaan apparel olah raga ini, Erik Hagerman, begitu syok, sampai memutuskan untuk tidak lagi membaca berita. “Jujur, saya seperti vampir. Segala kabar tentang Trump laksana matahari yang bisa membuat saya menjadi debu,” kata Hagerman.(***/dariberbagaisumber)

Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top