Pemerintah Jerman telah membagikan foto usil Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump, saat berbicara dalam suasana yang tampaknya informal dengan para pemimpin dunia di KTT G7. Foto viral yang diambil 10 Juni 2018 ini, disebut mencerminkan ketegangan antara AS dan negara-negara anggota G7 lainnya. Ketegangan pun dilanjutkan Trump di Twitter.

Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) negara-negara maju yang dihelat dua hari di Quebec, Kanada, tersebut, telah berakhir dengan ketidakharmonisan, dengan Presiden AS menolak mendukung pernyataan bersama dari para pemimpin G7, dan keukeuh mengancam penerapan tarif perdagangan lebih lanjut terhadap negara lain.

G7 adalah grup negara-negara maju berdasarkan penilaian yang dilakukan Dana Moneter Internasional (IMF). Mereka terdiri dari Kanada, Perancis, Jerman, Italia, Jepang, Inggris, dan Amerika Serikat, serta satu perwakilan dari Uni Eropa. Negara-negara G7 mewakili lebih dari 64% kekayaan bersih global (263 triliun dolar AS).

Dalam gambar tersebut, Kanselir Jerman Angela Merkel berbicara kepada Trump dalam posisi berdiri seraya menopangkan tangannya di atas meja. Dia tampak diapit oleh Perdana Menteri Inggris Theresa May, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe yang menyillangkan tangannya di dada.

Yang juga ada dalam foto itu adalah Larry Kudlow, penasihat ekonomi Trump (paling kiri), dan Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton.

Foto ini pertama kali diposting di Twitter oleh Steffen Seibert (juru bicara Merkel) dan dikreditkan ke fotografer resmi pemerintah Jerman, Jesco Denzel.

Trump telah menyebabkan badai lain, kali ini, menyerang Perdana Menteri Kanada, Justin Trudeau, yang disebutnya “tidak jujur dan lemah”, dilansir Sky News.

Presiden AS dikatakan telah menarik dukungannya setelah meninggalkan KTT Quebec, mengklaim bahwa Trudeau telah membuat “pernyataan palsu.”

Meskipun ada ketegangan yang nyata antar politisi pada KTT tersebut, atas keputusan Trump yang kontroversial untuk mengenakan tarif atas baja dan aluminium dari Eropa, Meksiko dan Kanada, Perdana Menteri Kanada, Justine Trudeau mengumumkan para pemimpin telah berhasil menyepakati sebuah pernyataan.

Pernyataan itu menekankan pentingnya perdagangan dan investasi yang bebas, adil dan saling menguntungkan, dan berkomitmen pada G7 untuk “terus memerangi proteksionisme”.

Selama konferensi pers terakhirnya, Trudeau mengatakan, orang Kanada akan melihat garis Trump tentang perdagangan sebagai “menghina” terutama karena sudah ada sejarah panjang kerjasama antara kedua negara.

Trump mereaksi pernyataan Trudeau tersebut melalui akun Twitter-nya. Dia menulis: “Berdasarkan pernyataan palsu Justin di konferensi persnya, dan fakta bahwa Kanada mengenakan tarif besar kepada petani, pekerja, dan perusahaan kami, saya telah menginstruksikan perwakilan AS untuk tidak mendukung Komunike saat kami melihat Tarif untuk mobil yang membanjiri Pasar AS”.

Kicauannya itu diikuti kicauan kedua yang pedas menyindir, yang berbunyi: “PM Justin Trudeau dari Kanada bertindak begitu lembut selama pertemuan @G7, hanya untuk memberikan konferensi pers setelah saya pergi (dengan) mengatakan bahwa, ‘Tarif AS agak menghina’ dan dia ‘tidak akan didorong-dorong’.” Sangat tidak jujur & lemah. Tarif kami adalah tanggapannya terhadap 270% tarif (Kanada) terhadap produk susu!

Seusai dari KTT G7, Trump mengejar penerbangan ke Singapura untuk KTT lainnya dengan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, namun setelah dia mengatakan kepada wartawan bahwa rekan-rekan G7-nya mulai lebih berkomitmen untuk ‘perdagangan yang lebih adil’ dengan AS.

Perdana Menteri Inggris, Theresa May, mengakui ada beberapa diskusi sulit, dan bahwa perdebatan antar para pemimpin itu terbuka dan jujur.

May mengungkapkan bahwa mereka telah mencapai satu kata untuk perdagangan dan mengenai Rusia, tetapi mengatakan bahwa Uni Eropa masih akan melanjutkan pembalasan terhadap tarif terbaru Trump.

Pada pertemuan tersebut Dia juga menyatakan bagaimana Inggris telah menyatakan kekecewaan mendalam atas keputusan tidak beralasan AS tersebut untuk menerapkan tarif impor baja dan aluminium UE.

Para pemimpin G7, dalam sikap solidaritas, mengatakan dalam pernyataan bersama, mereka bersumpah untuk memerangi proteksionisme dan memotong hambatan perdagangan, serta berkomitmen untuk memastikan Iran tidak mengembangkan senjata nuklir.(***/unilad)

Share the knowledge