Jenis tikus yang biasa dipelihara di AS (WTVR/Getty Images)

Untuk pertama kalinya, para dokter di Amerika Serikat (AS) dan Kanada mengonfirmasi kasus virus yang menyebar dari tikus peliharaan ke manusia, namun belum terbukti dari manusia ke manusia. Tikus itu sendiri tidak menunjukkan gejala sakit. Dalam kasus yang parah, virus ini bisa mematikan.

Pada Desember 2016, peternak tikus yang tinggal di Wisconsin dengan sekitar 100 tikus Norwegia di rumahnya, dilarikan ke rumah sakit karena demam dan jumlah sel darah putih yang rendah.

Menurut laporan pada Februari dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), pasien menunjukkan tanda-tanda kerusakan hati dan ginjal, dan akhirnya terbukti positif untuk virus Seoul.

Janna Kerins dari CDC yang ikut menulis laporan itu, mengatakan kepada Reuters bahwa penyakit menyebar dari praktik penjualan atau perdagangan tikus peliharaan yang terinfeksi, lalu menyebar di antara rumah-rumah penduduk atau antar tikus-tikus, di 11 negara bagian AS.

Peneliti mengidentifikasi 24 orang di AS dan Kanada yang mengembangkan infeksi virus Seoul akut setelah kontak dengan hewan peliharaan tikus. Delapan orang sakit, dan tiga orang dirawat di rumah sakit tetapi sembuh, kata Kerins.

Virus Seoul adalah jenis hantavirus yang ditemukan pada tikus Norwegia, salah satu varietas tikus yang paling umum di Amerika Serikat (AS). Meskipun virus tidak menyebabkan gejala pada tikus, tikus yang terinfeksi akan menjadi pembawa dan melepaskan virus itu seumur hidupnya.

Orang-orang dengan infeksi virus Seoul, kata Kerins, sering tidak memiliki gejala seperti flu ringan. Tetapi kondisi gagal ginjal atau kematian dapat terjadi namun jarang.

CDC melaporkan, tikus dapat menyebarkan virus ke manusia melalui air liur, air seni, kotoran, atau aerosolisasi dari tempat tidur yang terkontaminasi. Para ahli tidak berpikir virus dapat menyebar dari manusia ke manusia, dan menekankan bahwa penularan dari tikus ke manusia juga langka.

Pakar kesehatan mengatakan orang dewasa harus mendisinfeksi kandang tikus secara rutin dengan larutan pemutih 10% atau disinfektan.

“Perlu diingat bahwa tikus dan hewan pengerat lainnya dapat membawa hantavirus tanpa terlihat sakit, jadi penting bagi pemilik tikus peliharaan untuk menyadari risiko infeksi virus Seoul, dan agar rajin mencuci tangan setelah menangani hewan pengerat itu dan sebelum menyiapkan makanan. Hindari juga gigitan tikus dan terluka gores,” kata Kerins.

Penyedia layanan kesehatan harus mempertimbangkan infeksi virus Seoul pada pasien dengan gejala yang sesuai dan kontak tikus, tulis para penulis. Tes tersedia dari CDC serta laboratorium komersial.

Dokter dan penyedia medis lainnya harus menghubungi departemen kesehatan negara bagian atau lokal jika mereka mencurigai kasus pasien dengan infeksi virus Seoul.(***/businessinsider)

Share the knowledge