Mike Tyson Unveils World's First Official Mike Tyson Bitcoin ATM at Off The Strip at The Linq - Food & Beverage Magazine fb101.com3000 × 2461Search by image MIKE TYSON UNVEILS WORLD’S FIRST OFFICIAL MIKE TYSON BITCOIN ATM AT OFF THE TRIP AT THE LINQ WHAT: Bitcoin Direct, LLC, a subsidiary [...]

Mike Tyson Unveils World’s First Official Mike Tyson Bitcoin ATM at Off The Strip at The Linq – Food & Beverage Magazine fb101.com3000 × 2461Search by image MIKE TYSON UNVEILS WORLD’S FIRST OFFICIAL MIKE TYSON BITCOIN ATM AT OFF THE TRIP AT THE LINQ WHAT: Bitcoin Direct, LLC, a subsidiary […]

Beberapa bulan terakhir ini sejumlah perusahaan online yang mengumpulkan dana secara online melalui Initial Coin Offering (ICO/penawaran koin perdana), telah menerima dukungan (endorsement) dari sejumlah selebritas. Dukungan tersebut disampaikan melalui akun media sosial (medsos) masing-masing, misalnya seperti yang dilakukan Paris Hilton, petinju Floyd Mayweather, dan rapper The Game. Namun regulator utama Wall Street memperingatkan, selebritas atau siapapun yang meng-endorse ICO mungkin melanggar undang-undang sekuritas Amerika Serikat AS).

ICO telah menjadi mekanisme penggalangan dana yang semakin populer untuk perusahaan teknologi muda (startup), yang memungkinkan mereka segera mengumpulkan jutaan dolar dengan membuat dan menjual koin digital secara online seperti bitcoin, dengan pengawasan peraturan yang minimalis.
Namun Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) Rabu (1/11/2017) memperingatkan bahwa endorsement tersebut mungkin tidak sah jika koin-koin itu dianggap perusahaan sekuritas dan selebritas tidak “mengungkapkan sifat, ruang lingkup, dan jumlah kompensasi yang diterima dengan imbalan promosi”, alias tidak terbuka mengabarkan untung ruginya.
“Kegagalan mengungkapkan informasi tersebut adalah pelanggaran terhadap ketentuan ‘anti-touted’ dari undang-undang sekuritas federal,” Divisi Penegakan SEC dan Pemeriksaan Kepatuhan SEC mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama.
“SEC akan terus fokus pada jenis promosi ini untuk melindungi investor dan untuk memastikan kepatuhan terhadap undang-undang sekuritas,” kata SEC.
Pemberitahuan SEC adalah peringatan terbaru oleh regulator keuangan global mengenai ICO, yang diharapkan akan membuat perusahaan dan individu yang terlibat dalam skema penggalangan dana tersebut, lebih berhati-hati.
Menurut lembaga penyedia data Novum Insights, ICO telah mengumpulkan 2,2 miliar dolar AS (sekitar Rp 2,5 triliun) dari Januari hingga September 2017. Pada Juli SEC mengatakan bahwa beberapa bitcoin mungkin dapat dianggap sebagai subyek sekuritas yang harus tunduk pada peraturan dan kewajiban federal.
Pihak berwenang di Swiss, Inggris, dan Malaysia, telah mengeluarkan peringatan mengenai risiko yang terkait dengan ICO. Sementara regulator di Cina dan Korea Selatan bahkan telah melarang bitcoin.
Indonesia seperti dikatakan Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardoyo, telah menyatakan tidak bertanggung jawab terhadap risiko yang mungkin muncul akibat transaksi bitcoin. BI telah mebegaskan bahwa bitcoin bukanlah alat pembayaran yang sah di Indonesia.***