Internasional

Wallace Biarkan Darwin Menikmati Popularitas sebagai Penemu Teori Evolusi

Share the knowledge

Evolution.gif OoCities585 × 181Search by image Males probably were the major participants in big-game hunting, beginning about 100,000 years ago

Evolution.gif OoCities585 × 181Search by image Males probably were the major participants in big-game hunting, beginning about 100,000 years ago

Lelah dengan publisitas dan penghargaan sepanjang hidupnya, Alfred Russel Wallace membiarkan rekannya sesama naturalis, Charles Darwin, menjadi dikenal sepanjang masa dengan teori evolusi-nya yang membahas asal-usul spesies. Padahal Wallace-lah yang justru pertama kali menciptakan istilah “origin of species” itu.

Dari Kompas.com, kejengahan Wallace atas segala publisitas tersebut terungkap dari surat-surat koleksi pribadinya. Dia seolah tidak perduli dengan segala tetek bengek penghargaan, termasuk dari kerajaan Inggris.

Surat-surat yang ditulis tangan itu juga mengungkapkan dia seperti rela menjadi orang kedua (co-discoverer) dari lahirnya teori evolusi. Bukti ini sekaligus meruntuhkan spekulasi yang menyebutkan bahwa Darwin telah mencurangi Wallace.

Darwin dianggap sebagai pencetus teori evolusi (yang mana Wallace dianggap co-discoverer-nya) karena dalam mengemukakan pendapatnya Darwin menyertakan bukti dan alasan yang dapat diterima di dunia ilmiah. Padahal telah banyak ahli sebelum Darwin yang mengemukakan gagasannya mengenai evolusi, antara lain Anaximander, Empeclodes, Erasmus Darwin, Count de Buffon, dan Lamarck.

Postcomended   Miyabi dan Lelakinya

Sementara itu di Indonesia nama Wallace dikenal sebagai penemu garis khayal yang memisahkan wilayah geografi hewan Asia dan Australasia. Bagian barat dari garis ini berhubungan dengan spesies Asia. Sementara di bagian timur berhubungan dengan spesies Australia. Kondisi ini melahirkan fauna yang unik di area sekitar garis tersebut, seperti adanya mamalia-mamalia berkantung.

Dalam surat kepada redakturnya, James Marchant, Wallace mengeluh bahwa ia lelah dengan puluhan medali yang disematkan sepanjang hidupnya.

Sedangkan surat lain mengungkapkan bagaimana Wallace menolak dilukis oleh John Collier, pelukis yang juga melukis Charles Darwin, seraya mengakui bahwa mungkin saja Collier terluka atas penolakan itu.

Surat-surat tersebut merupakan koleksi pribadi yang didalamnya terdapat juga rancangan buku berjudul “Darwin and Wallace” yang ditulis tangan. Hingga akhir hayatnya pada 1913, Wallace tak sempat menyelesaikan buku tersebut.

Dalam draft buku tersebut, Wallace menjelaskan bagaimana dia dan Darwin sama-sama berkontribusi dalam teori evolusi.

Kerendahan hati dan kesederhanaan Wallace juga tersirat dalam surat yang ditujukan kepada temannya saat dia dianugerahi “Order of Merit”, penghargaan tertinggi yang diberikan kepada warga sipil. Hanya karena Wallace ogah membeli baju baru untuk acara penyerahan penghargaan itu, Wallace menolak datang ke Istana Buckingham.

Postcomended   ISIS Kalah di Mosul: Malaysia Siaga Satu, Indonesia Lebih Tenang

Raja Inggris terpaksa mengirim seorang petinggi ke rumah Wallace di Dorset untuk memberikan medali itu.

Selain surat Wallace, terdapat juga surat dari anak laki-lakinya, William. William seperti memahami karakter ayahnya sehingga menolak tawaran pemakam di Westminster Abbey.

Dr George Beccaloni, direktur Alfred Russel Wallace Correspondence Project, menyebut, seperti dilansir Guardian, Jumat (14/7/2017), surat-surat Wallace sebagai hal yang mengagumkan.

Surat-surat itu menunjukkan sudut pandang Wallace; menunjukkan bahwa Wallace tidak banyak mempublikasikan diri. “Dia melewatkan kesempatan publisitas yang sangat bagus,” katanya.

Dikutip dari National Geographic Indonesia, beberapa dasawarsa belakangan ini kemahsyuran Wallace dihidupkan kembali. Fotonya kini digantung di samping foto lama Darwin di ruang rapat Linnean Society di London.

Linnean Society adalah perkumpulan ilmiah di mana penemuan bersama Darwin-Wallace diumumkan 150 tahun lalu pada 1 Juli 1858 malam.

Postcomended   Freeport Harus Ikuti Aturan, atau Hengkang dari Indonesia

Menanggapi itu, Beccaloni mengatakan, “Saya pikir dia acuh tak acuh. Seperti setiap kali ia menerima medali penting di Inggris, dia justru jengkel karenanya.”

Dari Wikipedia, Alfred Russel Wallace lahir pada 8 Januari 1823 dan meninggal pada 7 November 1913 di usia 90. Dia selain dikenal sebagai naturalis juga penjelajah, ahli biologi, geografer, dan antropolog.***(ra)


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

To Top