Loading...
Ekonomi

Target dan Walmart Menggerus Laba Amazon

Share the knowledge

 

Jeff Bezos, CEO Amazon.com (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=FZ5OOGQwkNQ)

Jeff Bezos, CEO Amazon.com (gambar dari: https://www.youtube.com/watch?v=FZ5OOGQwkNQ)

Menyusul laporan bahwa penjualan  Amazon akan lebih rendah dari perkiraan untuk tiga bulan pertama tahun ini (2019), telah memicu kekhawatiran investor bahwa telah terjadi perlambatan pertumbuhan. Bagaimanapun, pesaingnya seperti Walmart dan Target, telah menggerus pendapatan raksasa ritel online Amerika Serikat (AS) ini.

Saham raksasa online ini turun hampir 5% dalam perdagangan setelah jam kerja, meskipun melaporkan telah mencapai rekor penjualan dan laba untuk periode liburan Natal yang lalu. Namun perusahaan sedang mengharapkan penjualan tumbuh antara 10-18 persen saja pada kuartal pertama, dan ini sedikit di bawah perkiraan analis.

“Sebagian harus disalahkan akibat pukulan dari nilai tukar mata uang,” dalih perusahaan itu, seperti dilansir laman BBC. Dalam tiga bulan hingga akhir tahun ini, yang termasuk periode Natal yang penting, laba naik 63% menjadi 3 miliar dollar AS (sekitar Rp 42 triliun), sementara pendapatan naik 20% menjadi 72,4 miliar dollar AS (sekitar Rp 1.000 triliun).

Postcomended   Atta Halilintar Masuk 10 Besar Youtuber Sejagat Berpenghasilan Tertinggi 2019

Meskipun ini lebih baik dari yang diperkirakan analis, ini masih merupakan pertumbuhan penjualan paling lambat untuk perusahaan sejak awal 2015. Perlambatan terjadi ketika perusahaan menghadapi tantangan di luar negeri, dengan perubahan regulasi di pasar seperti India.

Digerus Pesaing

Sementara itu di dalam negeri, Amazon juga harus menghadapi peningkatan persaingan oleh pengecer saingan seperti Target dan Walmart yang mulai berinvestasi besar dalam operasinal online-nya. Neil Saunders, analis di perusahaan riset GlobalData, mengatakan, keuntungan para pesaing ini telah mengganggu pertumbuhan divisi ritel Amazon.

“Dalam pandangan kami, kesenjangan antara Amazon dan perusahaan ritel online lain, sekarang menyempit,” katanya. Menurutnya, Amazon sekarang harus bekerja sangat keras untuk mencapai keuntungan penjualan di masa depan.”

Postcomended   Australia Bakal Banyak Diuntungkan Perjanjian Perdagangan Bebas dengan Indonesia

Meskipun demikian, dia mengatakan bahwa dibandingkan dengan banyak pengecer lain, angka penjualan ritel perusahaan masih kuat. Di Amerika Utara, penjualan meningkat 18% year-on-year, sementara penjualan internasionalnya naik 15%. Laba perusahaan juga, kata Saunders, mengesankan.

Pelebaran laba Amazon sebagian besar didorong oleh pertumbuhan bisnis dengan margin tinggi, termasuk komputasi awan, iklan, dan layanan penjual pihak ketiga. Lengan komputasi awan Amazon, Amazon Web Services, memberikan dua pertiga dari laba perusahaan pada kuartal terakhir.

Ini adalah salah satu layanan yang diandalkan perusahaan untuk membantu mengimbangi melambatnya pertumbuhan pendapatan di lengan ritelnya. Pendiri dan CEO Amazon, Jeff Bezos, yang juga orang terkaya di dunia, menyebutkan bahwa perangkat pembicara cerdasnya, Alexa, sebagai perangkat terlaris.

Nicholas Hyett, analis di Hargreaves Lansdown, mengatakan, pengecer online itu “memperketat cengkeramannya” pada pelanggannya dengan layanan tambahan seperti Amazon Prime yang menawarkan pengiriman gratis dan manfaat lainnya.***

Postcomended   Berkat Google Earth, Satu Mobil Tenggelam dengan Mayat di Dalamnya Ditemukan
Loading...


Share the knowledge
Click to comment

You must be logged in to post a comment Login

Leave a Reply

Loading...
To Top