Denis Mukwege and Nadia Murad were jointly awarded the Nobel Peace Prize Denis Mukwege and Nadia Murad were jointly awarded the Nobel Peace Prize ( Reuters )

Denis Mukwege and Nadia Murad were jointly awarded the Nobel Peace Prize Denis Mukwege and Nadia Murad were jointly awarded the Nobel Peace Prize ( Reuters )

Hadiah Nobel Perdamaian 2018 diberikan kepada dua seorang wanita korban pemerkosaan ISIS dan kepada seorang ginekolog. Keduanya dianggap berkontribusi besar dalam mengampanyekan perlawanan pada pemerkosaan, dan dalam peperangan. 

Kedua sosok ini adalah Nadia Murad dan Denis Mukwege. Murad adalah seorang wanita Yazidi yang disiksa dan diperkosa oleh militan ISIS dan kemudian menjadi wajah kampanye untuk membebaskan orang-orang Yazidi.

Sedangkan Mukwege adalah seorang ginekolog Kongo yang, bersama dengan rekan-rekannya, telah merawat puluhan ribu korban perang saudara. Sekitar 331 individu dan organisasi dinominasikan untuk penghargaan perdamaian bergengsi tahun ini.

Para pemenang diumumkan di ibukota Norwegia, Oslo, Jumat (6/10/2018). Berit Reiss-Andersen, ketua komite Nobel, mengatakan, seperti dilansir laman BBC, mereka memenangkan penghargaan karena upaya mereka mengakhiri penggunaan kekerasan seksual sebagai senjata perang.

“Keduanya membuat kontribusi penting untuk memusatkan perhatian pada, dan memberantas, kejahatan perang seperti itu,” imbuh Reiss-Andersen.

Mukwege dan rekan-rekannya di Kongo disebut telah merawat sekitar 30.000 korban perkosaan; mengembangkan keahlian hebat dalam perawatan luka seksual serius, banyak dalam contoh perang.

Sementara itu, Murad yang menjadi aktivis untuk orang-orang Yazidi setelah melarikan diri dari ISIS pada November 2014, berkampanye untuk membantu mengakhiri perdagangan manusia.

Nafsih Kohnavard dari BBC Persian, yang bertemu dengan Murad setelah dia melarikan diri dari para penculik kelompok ISIS, men-tweet sebuah gambar dari pertemuan tersebut setelah hadiah diumumkan.

Pengumuman peraih Nobel Perdamaian ini menyusul pemberian hadiah Nobel kedokteran, fisika, dan kimia. Sementara itu komite Nobel Sastra tampaknya tidak akan mengumumkan pemenangnya tahun ini, sehubungan terjadinya skandal asusila dan keuangan yang menggemparkan Akademi Swedia pada April 2018 lalu.***

Share the knowledge